bukamata.id – Juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak, meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menghakimi kualitas para penggawa anyarnya, termasuk Sergio Castel. Pelatih berkebangsaan Kroasia ini menekankan bahwa “panggung” terbaik seorang pemain tidak bisa muncul secara instan tanpa proses adaptasi yang matang.
Fenomena yang tengah membelit Sergio Castel dianggap Hodak sebagai hal yang lumrah dalam sepak bola profesional. Ia berkaca pada perjalanan nama-nama seperti Ramon Tanque dan Andrew Jung yang sebelumnya juga sempat terseok sebelum akhirnya menjadi mesin gol andalan Maung Bandung.
Menurut Bojan, tantangan terbesar musim ini adalah bergabungnya sejumlah pilar di menit-menit akhir penutupan bursa transfer tanpa sempat mencicipi panasnya atmosfer pramusim.
“Situasinya mirip karena Sergio Castel baru datang. Ini memang menjadi kendala kami. Ada tiga sampai empat pemain yang direkrut di hari terakhir bursa transfer, seperti Thom Haye, Andrew Jung, dan Layvin Kurzawa,” jelas Bojan Hodak saat ditemui di Bandung, Jumat (17/4/2026).
Minimnya waktu persiapan fisik menjadi faktor krusial yang menghambat ledakan performa mereka di awal laga.
“Mereka semua pemain bagus, tapi tidak menjalani pramusim, jadi belum sepenuhnya bugar saat bergabung,” lanjut pelatih yang dikenal tegas namun humoris tersebut.
Analogi Luka Modric: Dari ‘Produk Gagal’ Jadi Legenda
Bojan Hodak punya cara menarik untuk meredam kritik publik. Ia menarik sejarah ke belakang dengan mencontohkan megabintang Real Madrid, Luka Modric. Siapa sangka, pemain sekelas Modric pun pernah dicap sebagai pembelian gagal di awal kariernya di Spanyol.
“Modric bahkan sempat dinilai sebagai pembelian terburuk dalam enam bulan pertamanya. Tapi pada akhirnya, dia justru menjadi salah satu yang terbaik,” sebut Bojan.
Ia mengingatkan bahwa setiap pemain memiliki “jam biologis” adaptasi yang berbeda-beda. Tekanan besar di klub sebesar Persib tentu membutuhkan ketahanan mental ekstra.
“Jadi ada pemain yang butuh satu bulan, ada yang enam bulan, bahkan ada yang butuh waktu lebih lama,” tambah Bojan.
Persib di Puncak: Hasil Kolektif di Atas Segalanya
Progres positif sebenarnya sudah mulai terlihat. Kontribusi gol Persib musim ini tidak bertumpu pada satu nama saja. Mulai dari Uilliam Barros yang tajam di awal, disusul Andrew Jung, hingga kini Ramon Tanque yang mulai menunjukkan taringnya.
Bagi Bojan, urusan siapa yang mencatatkan nama di papan skor adalah nomor dua. Prioritas utamanya adalah posisi Persib di klasemen dan konsistensi tim meraih poin penuh.
“Sekarang kami ada di urutan pertama. Masih ingat, saat saya pertama datang, kami ada di posisi ke-16. Jadi, tidak ada yang perlu dikeluhkan,” imbuhnya dengan nada optimis.
Rahasia ‘Gacor’ Ramon Tanque dan Guyonan Pilates
Menariknya, performa menanjak Ramon Tanque belakangan ini kerap dikaitkan dengan rutinitas latihan tambahan berupa pilates. Menanggapi hal tersebut, Bojan hanya bisa melempar senyum. Baginya, metode latihan apa pun sah-sah saja asalkan berdampak positif saat pertandingan resmi.
“Yang penting dia mencetak gol. Apapun yang dia lakukan, pilates, pelenturan, bahkan kalau dia bermain tenis meja, selama itu bagus untuk tim, saya mendukung,” seloroh Bojan sambil mengakhiri sesi wawancara.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










