bukamata.id – Suasana Ramadan di Kota Bandung kembali tercoreng aksi balap liar yang dilakukan sekelompok pemuda pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam satu malam hingga selepas Subuh, aparat kepolisian menangani dua titik yang diduga menjadi lokasi adu kecepatan ilegal dan meresahkan warga.
Viral di Soekarno Hatta-Mekarwangi
Peristiwa paling menyita perhatian terjadi di ruas Jalan Soekarno Hatta-Mekarwangi, tepatnya di lampu merah tembusan Jalan Inhoftank, sekitar pukul 05.55 WIB. Sejumlah pemuda diduga sengaja menutup akses jalan umum untuk melancarkan balap liar setelah waktu Subuh.
Aksi tersebut bahkan disiarkan langsung melalui akun TikTok @Hariszi dan potongan videonya cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan itu karena mengganggu arus lalu lintas warga yang hendak memulai aktivitas pagi.
Menanggapi viralnya video, Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono, langsung memerintahkan jajarannya melakukan penindakan.
“Sudah saya perintahkan operasi,” ujar Budi, Minggu (22/2/2026).
16 Motor Diamankan di Fly Over Pasopati
Sebelum insiden di Soekarno Hatta, Tim Prabu 3 Polrestabes Bandung lebih dulu melakukan pencegahan dini di kawasan Fly Over Pasopati. Sekitar pukul 02.28 WIB, petugas patroli mencurigai rombongan pemotor yang berkumpul di Jalan Riau, wilayah hukum Polsek Bandung Wetan.
Setelah diperiksa, belasan kendaraan tersebut diduga hendak menjadikan Fly Over Pasopati sebagai arena balap liar. Polisi kemudian mengamankan 16 unit sepeda motor dan membawanya ke Mako Polrestabes Bandung untuk proses tilang.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menegaskan bahwa balap liar membahayakan keselamatan.
“Balap liar sangat berisiko, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Kami akan meningkatkan patroli dan penindakan agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Larangan SOTR dan Operasi Gabungan
Untuk mencegah gangguan keamanan selama Ramadan, Kapolrestabes Bandung sebelumnya telah melarang kegiatan Sahur On The Road (SOTR). Kegiatan tersebut dinilai rawan memicu konvoi ugal-ugalan, penggunaan knalpot brong, hingga potensi tawuran.
Menurut Budi, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan SOTR sering bergeser dari kegiatan sosial menjadi ajang pelanggaran lalu lintas dan gangguan kamtibmas.
Sebagai langkah antisipasi, Polrestabes Bandung akan meningkatkan patroli skala besar di sejumlah titik rawan dengan melibatkan TNI dan unsur pemerintah daerah dalam operasi gabungan.
Ancaman Sanksi Tegas
Polisi memastikan akan bertindak tegas terhadap pelaku balap liar di Bandung. Selain penyitaan kendaraan dan tilang, pelaku juga dapat dijerat pidana jika terbukti membahayakan nyawa orang lain.
Kapolrestabes Bandung turut mengingatkan peran penting orangtua dalam mengawasi anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari.
“Pastikan anak-anak berada di rumah pada jam rawan. Pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Aksi balap liar di Bandung saat Ramadan ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban kota memerlukan peran bersama, baik dari aparat, masyarakat, maupun keluarga.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











