Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh

Senin, 16 Maret 2026 20:34 WIB

MasyaAllah! Petugas Bandara Kualanamu Tolak Uang Hadiah, Endingnya Bikin Haru

Senin, 16 Maret 2026 20:22 WIB

Jagat Maya Geger! Video Kebaya Hitam Viral di TikTok, Netizen Buru Versi Tanpa Sensor

Senin, 16 Maret 2026 19:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh
  • MasyaAllah! Petugas Bandara Kualanamu Tolak Uang Hadiah, Endingnya Bikin Haru
  • Jagat Maya Geger! Video Kebaya Hitam Viral di TikTok, Netizen Buru Versi Tanpa Sensor
  • Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?
  • Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
  • Video VCS 21 Detik Mirip Maureen Worth Bareng Pria Dewasa Tersebar, Link Diburu Netizen
  • Ramadan Heboh! Netizen Berebut Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tak Ada Relevansi, Dedi Mulyadi Bakal Evaluasi Wisuda TK-SD

By Aga GustianaRabu, 26 Februari 2025 12:49 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kegiatan hingga pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Salah satu yang disinggung soal wisuda di sekolah TK dan SD.

Diketahui, saat ini masih banyak sekolah yang mengemas momen kelulusan dalam bentuk wisuda. Tak sedikit juga orang tua yang mengaku keberatan dengan kegiatan tersebut karena masalah biaya.

Hal tersebut pun Dedi dapati lewat pertanyaan yang diungkapkan di Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalau TK, SD, SMP bagaimana? Masih tuh kegiatannya dilaksanakan study tour, kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan,” kata Dedi, dikutip Rabu (26/2/2025).

Menurut Dedi, kegiatan wisuda baik di TK maupun SD tak cukup relevan dengan usia dan kebutuhan para siswanya.

Bahkan, kata Dedi, tak sedikit sekolah yang membuat momen wisuda yang disertai acara tak masuk akal.

Baca Juga:  Satu Keluarga di Karawang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Satu Selamat

“Masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ungkapnya.

Untuk itu, Dedi akan mengevaluasi kegiatan tersebut dengan baik. Ia mengajak para Bupati dan Wali Kota untuk berdiskusi dan berkomitmen untuk membenahinya.

“Saya katakan TK, SD, SMP itu kewenangan pengelolaannya di bawah dinas pendidikan kabupaten/kota dan nanti saya akan mengajak para Bupati/Wali Kota untuk bikin komitmen bersama,” ujar Dedi.

Selain itu, Dedi menginginkan agar sistem pembelajaran di sekolah berubah. Siswa kembali belajar melalui bahan ajar fisik dibandingkan dengan bahan ajar digital.

Baca Juga:  Pemprov Jabar jadikan Piala Dunia Ajang Promosi BIJB Kertajati

“Termasuk tidak lagi menggunakan sistem pelajaran digital di sekolah-sekolah dengan perangkat HP karena di negara-negara maju sekarang sudah terbukti daya hafal dengan perangkat digital itu rendah dan lebih baik menggunakan buku lagi. Kenapa? Karena otak kiri, otak kanan anak-anak kita lagi tumbuh dan harus berkembang,” kata mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Hal tersebut akan dibahas oleh Dedi dan para Bupati serta Wali Kota setelah ia selesai menjalani retret Kepala Daerah.

“Nanti akan kita buat selepas dari kegiatan retret di Magelang. Saya akan segera bertemu para Bupati dan Wali Kota dan akan bikin komitmen bersama tentang pengembangan pendidikan di Jawa Barat berkarakter,” katanya.

Baca Juga:  KDM: Hargai Petani sebagai Pahlawan Pangan dengan Upah yang Layak

Dedi berharap karakter para siswa di Jawa Barat bisa berkembang sesuai dengan usianya masing-masing. Selain itu, mereka juga diharapkan bisa berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

“Sehingga anak-anak tumbuh karakternya sebagai anak-anak, remaja tumbuh karakternya sebagai remaja, dewasa tumbuh karakternya sebagai dewasa, orang gunung paham karakter gunung, orang laut paham karakter laut, orang kata paham karakter kota dan mampu mengembangkan ekosistem-ekosistem ekonomi sehingga anak-anak Jawa Barat ke depan menjadi penguasa di Nusantara ini dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh dunia,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat SD TK Wisuda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

MasyaAllah! Petugas Bandara Kualanamu Tolak Uang Hadiah, Endingnya Bikin Haru

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.