bukamata.id – Kegiatan hingga pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Salah satu yang disinggung soal wisuda di sekolah TK dan SD.
Diketahui, saat ini masih banyak sekolah yang mengemas momen kelulusan dalam bentuk wisuda. Tak sedikit juga orang tua yang mengaku keberatan dengan kegiatan tersebut karena masalah biaya.
Hal tersebut pun Dedi dapati lewat pertanyaan yang diungkapkan di Instagram pribadinya @dedimulyadi71.
“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalau TK, SD, SMP bagaimana? Masih tuh kegiatannya dilaksanakan study tour, kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan,” kata Dedi, dikutip Rabu (26/2/2025).
Menurut Dedi, kegiatan wisuda baik di TK maupun SD tak cukup relevan dengan usia dan kebutuhan para siswanya.
Bahkan, kata Dedi, tak sedikit sekolah yang membuat momen wisuda yang disertai acara tak masuk akal.
“Masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ungkapnya.
Untuk itu, Dedi akan mengevaluasi kegiatan tersebut dengan baik. Ia mengajak para Bupati dan Wali Kota untuk berdiskusi dan berkomitmen untuk membenahinya.
“Saya katakan TK, SD, SMP itu kewenangan pengelolaannya di bawah dinas pendidikan kabupaten/kota dan nanti saya akan mengajak para Bupati/Wali Kota untuk bikin komitmen bersama,” ujar Dedi.
Selain itu, Dedi menginginkan agar sistem pembelajaran di sekolah berubah. Siswa kembali belajar melalui bahan ajar fisik dibandingkan dengan bahan ajar digital.
“Termasuk tidak lagi menggunakan sistem pelajaran digital di sekolah-sekolah dengan perangkat HP karena di negara-negara maju sekarang sudah terbukti daya hafal dengan perangkat digital itu rendah dan lebih baik menggunakan buku lagi. Kenapa? Karena otak kiri, otak kanan anak-anak kita lagi tumbuh dan harus berkembang,” kata mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Hal tersebut akan dibahas oleh Dedi dan para Bupati serta Wali Kota setelah ia selesai menjalani retret Kepala Daerah.
“Nanti akan kita buat selepas dari kegiatan retret di Magelang. Saya akan segera bertemu para Bupati dan Wali Kota dan akan bikin komitmen bersama tentang pengembangan pendidikan di Jawa Barat berkarakter,” katanya.
Dedi berharap karakter para siswa di Jawa Barat bisa berkembang sesuai dengan usianya masing-masing. Selain itu, mereka juga diharapkan bisa berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
“Sehingga anak-anak tumbuh karakternya sebagai anak-anak, remaja tumbuh karakternya sebagai remaja, dewasa tumbuh karakternya sebagai dewasa, orang gunung paham karakter gunung, orang laut paham karakter laut, orang kata paham karakter kota dan mampu mengembangkan ekosistem-ekosistem ekonomi sehingga anak-anak Jawa Barat ke depan menjadi penguasa di Nusantara ini dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh dunia,” pungkas Dedi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











