Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Disomasi Lembaga Hukum Jabar, Bupati Purwakarta Minta Netizen Baca Syair Lagunya Secara Utuh

Kamis, 2 Juli 2026 15:20 WIB

Duel Emosional Yakin vs Petkovic Warnai Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026

Kamis, 2 Juli 2026 15:13 WIB

Tinggal Selangkah Lagi, Jawa Barat Bakal Resmi Ganti Nama Jadi Provinsi Sunda?

Kamis, 2 Juli 2026 15:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Disomasi Lembaga Hukum Jabar, Bupati Purwakarta Minta Netizen Baca Syair Lagunya Secara Utuh
  • Duel Emosional Yakin vs Petkovic Warnai Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026
  • Tinggal Selangkah Lagi, Jawa Barat Bakal Resmi Ganti Nama Jadi Provinsi Sunda?
  • Bikin Iri Satu Indonesia! Anak Ini Syok Lihat Kado Terakhir Sang Ayah Sebelum Menikah
  • Bukan Maling! Viral Pria Dibungkus Lakban Mirip Teletubbies Ternyata Cuma Demi Konten
  • Persib Mulai Latihan 7 Juli 2026, Igor Tolic Siapkan Program Pramusim
  • BRIN Temukan Sesar Aktif Purba di Kuningan Dekat Gunung Ciremai
  • Drama 32 Besar Piala Dunia 2026: Inggris Menang, Belgia Lolos Extra Time
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tak Hanya Ikonik, Ini Sejarah Nama Gedung Sate dan Rahasia di Balik Arsitekturnya yang Megah!

By Aga GustianaSenin, 19 Mei 2025 10:00 WIB4 Mins Read
Gedung Sate. (Foto: jabarprov)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gedung Sate bukan sekadar bangunan megah di tengah Kota Bandung. Sejarah Gedung Sate mencerminkan perjalanan panjang arsitektur kolonial dan transformasi fungsi pemerintahan dari masa ke masa.

Bangunan ini telah menjadi simbol Provinsi Jawa Barat, namun tidak banyak yang mengetahui asal-usul nama “Gedung Sate” dan rahasia desain arsitekturnya yang mengundang decak kagum, bahkan oleh arsitek dunia.

Asal-Usul Nama Gedung Sate yang Unik

Nama Gedung Sate berasal dari ornamen menyerupai tusuk sate yang berada di puncak menara utamanya. Ornamen tersebut terdiri dari enam tusuk bulatan yang menyimbolkan jumlah 6 juta Gulden, yakni anggaran pembangunan gedung pada tahun 1920.

Menurut Dr. Ahmad Baiquni, M.Sn, sejarawan arsitektur dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, bentuk tusuk sate di atas menara bukan hanya elemen dekoratif, tetapi juga simbol kepercayaan dan kekuasaan. “Ornamen tusuk sate mencerminkan semangat modernitas Hindia Belanda yang dikombinasikan dengan nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Penamaan “Gedung Sate” sendiri bukan nama resmi. Nama tersebut berasal dari penyebutan masyarakat lokal yang mengasosiasikan bentuk puncak gedung dengan tusukan sate. Nama itu kemudian melekat dan bahkan lebih populer daripada nama formalnya sebagai Gedung Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Arsitektur Kolonial dengan Sentuhan Nusantara

Arsitektur Gedung Sate dirancang oleh tim arsitek Belanda yang dipimpin oleh Ir. J. Gerber, seorang arsitek lulusan Technische Hogeschool Delft. Ia berkolaborasi dengan Prof. Dr. Hendrik Petrus Berlage, arsitek senior Belanda yang dikenal sebagai pelopor arsitektur modern.

Gedung ini menggabungkan gaya arsitektur Indo-Eropa dengan elemen tradisional Nusantara. Struktur atapnya terinspirasi dari bentuk Meru (atap bertingkat) yang lazim ditemukan di pura-pura Bali dan candi-candi di Jawa.

Menurut Ir. Maya Putri Rahmawati, M.Arch, peneliti arsitektur kolonial dari Universitas Parahyangan, integrasi gaya arsitektur tersebut mencerminkan dualitas ideologi saat itu. “Gedung Sate adalah simbol dominasi kolonial, tetapi dibungkus dalam wujud lokal agar lebih diterima masyarakat Hindia Belanda,” paparnya.

Fungsi Awal sebagai Kantor Pusat Departemen Pekerjaan Umum

Gedung Sate awalnya dibangun sebagai kantor pusat Departement Verkeer en Waterstaat (Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum) pada masa kolonial Belanda. Lokasi pembangunan dipilih karena Bandung direncanakan sebagai ibu kota administratif Hindia Belanda yang baru.

Pembangunan dimulai tahun 1920 dan selesai tahun 1924. Proyek ini melibatkan sekitar 2.000 pekerja, sebagian besar berasal dari Jawa, Kalimantan, dan Tiongkok.

Dokumen resmi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mencatat bahwa pembangunan Gedung Sate merupakan bagian dari rencana besar pemindahan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung yang akhirnya tidak terealisasi karena krisis ekonomi dan gejolak politik.

Fakta Unik yang Jarang Diketahui

Selain sebagai simbol arsitektur, Gedung Sate menyimpan berbagai fakta menarik. Salah satunya adalah struktur bangunan yang tahan gempa, berkat sistem fondasi batu kali yang dalam dan kokoh. Hingga kini, bangunan ini tetap berdiri tanpa mengalami perubahan struktur besar, meski telah berusia lebih dari satu abad.

Selain itu, ornamen-ornamen pada jendela dan pintu mengadopsi gaya art-deco yang diadaptasi agar sesuai dengan iklim tropis. Hal ini terlihat dari bukaan jendela yang lebar untuk sirkulasi udara alami.

Gedung ini juga memiliki lorong bawah tanah yang menghubungkan antar bagian gedung, digunakan untuk mobilisasi staf dan penyimpanan dokumen rahasia pada masa kolonial.

Gedung Sate di Masa Kini

Sejak kemerdekaan Indonesia, Gedung Sate beralih fungsi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat. Saat ini, gedung ini juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya, lengkap dengan museum digital interaktif yang dibuka untuk umum.

Pemprov Jawa Barat secara aktif menjaga kelestarian bangunan melalui restorasi berkala. Bahkan, dalam Jurnal Arsitektur Warisan Budaya oleh Kementerian PUPR (2022), Gedung Sate dinobatkan sebagai bangunan cagar budaya nasional dengan tingkat konservasi tinggi.

Gedung Sate, Lebih dari Sekadar Ikon

Dari asal-usul nama hingga keunikan desain arsitekturnya, Sejarah Gedung Sate menunjukkan bahwa bangunan ini bukan hanya peninggalan kolonial, melainkan juga warisan budaya dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Seperti diungkapkan Dr. Ahmad Baiquni, “Gedung Sate adalah representasi dialog budaya, di mana arsitektur menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.”

Bangunan ini bukan hanya ikonik, tetapi juga menyimpan banyak kisah yang layak untuk terus diungkap dan dikenang oleh generasi masa depan.

Referensi:

  1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). (1920–1924). Dokumen Proyek Pembangunan Gedung Departemen Verkeer en Waterstaat.
  2. Baiquni, A. (2021). Narasi Simbolik dalam Arsitektur Kolonial Hindia Belanda. Bandung: ITB Press.
  3. Kementerian PUPR. (2022). Jurnal Arsitektur Warisan Budaya. Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya.
  4. Rahmawati, M.P. (2023). Estetika dan Ideologi dalam Arsitektur Gedung Sate. Universitas Katolik Parahyangan.
  5. Berlage, H.P. & Gerber, J. (1921). Architectural Designs for the Bandung Government Building. Dutch Colonial Archives.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arsitektur Kolonial Arsitektur Nusantara Asal Usul Gedung Sate Gedung Ikonik Bandung Sejarah Gedung Sate
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Iri Satu Indonesia! Anak Ini Syok Lihat Kado Terakhir Sang Ayah Sebelum Menikah

Kode Redeem FF Terbaru 2 Juli 2026 Rilis, Klaim Skin dan Bundle Gratis Hari Ini

Tanpa Jaminan! Ini Syarat Terbaru dan Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta

Update Harga Emas Galeri24 2 Juli 2026, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru Lengkap

Bansos

Ada yang Cair Rp600 Ribu Sekaligus, Ini Daftar 5 Bansos Pemerintah yang Cair Juli 2026

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Mau Saldo DANA Gratis Langsung Cair? Ini 3 Cara Resmi Dapat Cuan Tambahan per 2 Juli 2026

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Viral di TikTok! Ini Fakta Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Bikin Warganet Penasaran
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.