Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Senin, 12 Oktober 2026 01:00 WIB

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tak Hanya Ikonik, Ini Sejarah Nama Gedung Sate dan Rahasia di Balik Arsitekturnya yang Megah!

By Aga GustianaSenin, 19 Mei 2025 10:00 WIB4 Mins Read
Gedung Sate. (Foto: jabarprov)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gedung Sate bukan sekadar bangunan megah di tengah Kota Bandung. Sejarah Gedung Sate mencerminkan perjalanan panjang arsitektur kolonial dan transformasi fungsi pemerintahan dari masa ke masa.

Bangunan ini telah menjadi simbol Provinsi Jawa Barat, namun tidak banyak yang mengetahui asal-usul nama “Gedung Sate” dan rahasia desain arsitekturnya yang mengundang decak kagum, bahkan oleh arsitek dunia.

Asal-Usul Nama Gedung Sate yang Unik

Nama Gedung Sate berasal dari ornamen menyerupai tusuk sate yang berada di puncak menara utamanya. Ornamen tersebut terdiri dari enam tusuk bulatan yang menyimbolkan jumlah 6 juta Gulden, yakni anggaran pembangunan gedung pada tahun 1920.

Menurut Dr. Ahmad Baiquni, M.Sn, sejarawan arsitektur dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, bentuk tusuk sate di atas menara bukan hanya elemen dekoratif, tetapi juga simbol kepercayaan dan kekuasaan. “Ornamen tusuk sate mencerminkan semangat modernitas Hindia Belanda yang dikombinasikan dengan nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Penamaan “Gedung Sate” sendiri bukan nama resmi. Nama tersebut berasal dari penyebutan masyarakat lokal yang mengasosiasikan bentuk puncak gedung dengan tusukan sate. Nama itu kemudian melekat dan bahkan lebih populer daripada nama formalnya sebagai Gedung Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Arsitektur Kolonial dengan Sentuhan Nusantara

Arsitektur Gedung Sate dirancang oleh tim arsitek Belanda yang dipimpin oleh Ir. J. Gerber, seorang arsitek lulusan Technische Hogeschool Delft. Ia berkolaborasi dengan Prof. Dr. Hendrik Petrus Berlage, arsitek senior Belanda yang dikenal sebagai pelopor arsitektur modern.

Gedung ini menggabungkan gaya arsitektur Indo-Eropa dengan elemen tradisional Nusantara. Struktur atapnya terinspirasi dari bentuk Meru (atap bertingkat) yang lazim ditemukan di pura-pura Bali dan candi-candi di Jawa.

Menurut Ir. Maya Putri Rahmawati, M.Arch, peneliti arsitektur kolonial dari Universitas Parahyangan, integrasi gaya arsitektur tersebut mencerminkan dualitas ideologi saat itu. “Gedung Sate adalah simbol dominasi kolonial, tetapi dibungkus dalam wujud lokal agar lebih diterima masyarakat Hindia Belanda,” paparnya.

Fungsi Awal sebagai Kantor Pusat Departemen Pekerjaan Umum

Gedung Sate awalnya dibangun sebagai kantor pusat Departement Verkeer en Waterstaat (Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum) pada masa kolonial Belanda. Lokasi pembangunan dipilih karena Bandung direncanakan sebagai ibu kota administratif Hindia Belanda yang baru.

Pembangunan dimulai tahun 1920 dan selesai tahun 1924. Proyek ini melibatkan sekitar 2.000 pekerja, sebagian besar berasal dari Jawa, Kalimantan, dan Tiongkok.

Dokumen resmi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mencatat bahwa pembangunan Gedung Sate merupakan bagian dari rencana besar pemindahan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung yang akhirnya tidak terealisasi karena krisis ekonomi dan gejolak politik.

Fakta Unik yang Jarang Diketahui

Selain sebagai simbol arsitektur, Gedung Sate menyimpan berbagai fakta menarik. Salah satunya adalah struktur bangunan yang tahan gempa, berkat sistem fondasi batu kali yang dalam dan kokoh. Hingga kini, bangunan ini tetap berdiri tanpa mengalami perubahan struktur besar, meski telah berusia lebih dari satu abad.

Selain itu, ornamen-ornamen pada jendela dan pintu mengadopsi gaya art-deco yang diadaptasi agar sesuai dengan iklim tropis. Hal ini terlihat dari bukaan jendela yang lebar untuk sirkulasi udara alami.

Gedung ini juga memiliki lorong bawah tanah yang menghubungkan antar bagian gedung, digunakan untuk mobilisasi staf dan penyimpanan dokumen rahasia pada masa kolonial.

Gedung Sate di Masa Kini

Sejak kemerdekaan Indonesia, Gedung Sate beralih fungsi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat. Saat ini, gedung ini juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya, lengkap dengan museum digital interaktif yang dibuka untuk umum.

Pemprov Jawa Barat secara aktif menjaga kelestarian bangunan melalui restorasi berkala. Bahkan, dalam Jurnal Arsitektur Warisan Budaya oleh Kementerian PUPR (2022), Gedung Sate dinobatkan sebagai bangunan cagar budaya nasional dengan tingkat konservasi tinggi.

Gedung Sate, Lebih dari Sekadar Ikon

Dari asal-usul nama hingga keunikan desain arsitekturnya, Sejarah Gedung Sate menunjukkan bahwa bangunan ini bukan hanya peninggalan kolonial, melainkan juga warisan budaya dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Seperti diungkapkan Dr. Ahmad Baiquni, “Gedung Sate adalah representasi dialog budaya, di mana arsitektur menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.”

Bangunan ini bukan hanya ikonik, tetapi juga menyimpan banyak kisah yang layak untuk terus diungkap dan dikenang oleh generasi masa depan.

Referensi:

  1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). (1920–1924). Dokumen Proyek Pembangunan Gedung Departemen Verkeer en Waterstaat.
  2. Baiquni, A. (2021). Narasi Simbolik dalam Arsitektur Kolonial Hindia Belanda. Bandung: ITB Press.
  3. Kementerian PUPR. (2022). Jurnal Arsitektur Warisan Budaya. Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya.
  4. Rahmawati, M.P. (2023). Estetika dan Ideologi dalam Arsitektur Gedung Sate. Universitas Katolik Parahyangan.
  5. Berlage, H.P. & Gerber, J. (1921). Architectural Designs for the Bandung Government Building. Dutch Colonial Archives.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus

Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.