bukamata.id – Tim nasional Swiss membidik tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Aljazair pada laga 32 besar di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026) pagi WIB. Secara kualitas di atas kertas, Swiss lebih diunggulkan, namun pertandingan ini menyimpan cerita menarik di luar lapangan.
Laga ini menjadi sorotan karena mempertemukan pelatih Murat Yakin dengan mantan mentornya, Vladimir Petkovic, yang kini menangani Aljazair.
Swiss Juara Grup, Aljazair Lolos Lewat Jalur Peringkat Ketiga
Swiss melaju ke fase gugur sebagai juara Grup B dengan koleksi tujuh poin. Sementara itu, Aljazair berhasil lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik Grup J, meski hanya mengumpulkan empat poin dengan selisih gol minus dua.
Kepercayaan diri Swiss meningkat setelah menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Kanada. Sepanjang fase penyisihan, Rossocrociati mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan tiga kali.
Granit Xhaka Jadi Motor Permainan Swiss
Kapten Granit Xhaka kembali menjadi pemain kunci Swiss di turnamen ini. Gelandang Sunderland tersebut tampil penuh selama tiga laga fase grup dengan total 270 menit bermain.
Catatan statistik Xhaka juga impresif, di antaranya:
- 1 gol (penalti)
- 219 umpan sukses (akurasi 92,8 persen)
- 16 umpan panjang akurat (80 persen)
- 24 recovery bola
- 265 sentuhan
- 4 pelanggaran dimenangkan
Jika mampu melewati Aljazair, Swiss berpeluang menghadapi Kolombia atau Ghana di babak 16 besar. Jalan menuju perempat final juga terbuka karena potensi bertemu tim papan atas baru terjadi di fase selanjutnya.
Duel Emosional Murid vs Guru
Pertandingan ini juga menghadirkan kisah emosional antara Murat Yakin dan Vladimir Petkovic. Yakin pernah menjalani masa magang di Young Boys saat klub tersebut dilatih Petkovic.
“Kami saling mengenal dengan sangat baik. Saya pernah menjalani magang di Young Boys dan melihat langsung cara dia bekerja,” ujar Yakin, dikutip dari laman resmi FIFA.
Petkovic pun mengaku memiliki hubungan baik dengan Yakin, namun menegaskan profesionalisme akan tetap diutamakan.
“Ini bukan Petkovic melawan Yakin, tetapi Aljazair melawan Swiss,” tegasnya.
Aljazair Siap Ciptakan Kejutan
Aljazair datang dengan modal positif setelah memastikan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah. Pada laga terakhir fase grup, Desert Warriors bermain imbang 3-3 melawan Austria.
Di bawah asuhan Petkovic, Aljazair hanya sekali kalah dalam tujuh pertandingan terakhir. Meski begitu, catatan pertemuan tidak berpihak kepada mereka, karena selalu kalah dari Swiss dalam dua pertemuan sebelumnya.
Prediksi Susunan Pemain Swiss vs Aljazair
Swiss (4-2-3-1)
Kobel; Jaquez, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Sow, Manzambi, Vargas; Embolo
Aljazair (4-3-3)
Benbot; Belghali, Mandi, Bensebaini, Hadjam; Chaibi, Bentaleb; Mahrez, Maza, Aouar; Gouiri
Prediksi Pertandingan Swiss vs Aljazair
Dengan pengalaman pemain seperti Granit Xhaka, Manuel Akanji, hingga Breel Embolo, Swiss tetap difavoritkan untuk melaju ke 16 besar.
Namun Aljazair dipastikan tidak datang sebagai pelengkap. Dengan performa yang meningkat di bawah Petkovic, mereka berpotensi kembali menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.
Prediksi skor: Swiss 2-1 Aljazair.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







