Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal

Selasa, 17 Maret 2026 20:39 WIB

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Selasa, 17 Maret 2026 20:21 WIB

Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?

Selasa, 17 Maret 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal
  • Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan
  • Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?
  • Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Sebut Super League Masuk Periode Penentu
  • Suaranya Mirip Dubbing Iklan, Ibu-Ibu Viral Ini Maki Pengunjung Minimarket Pakai Bahasa ‘Naskah Sinetron’!
  • Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!
  • Kata Inara Rusli Soal Video Syur: Akui Ada Rekaman, Bantah Tuduhan Perzinaan
  • Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tak Kapok! Perempuan Berkasus Ogah Bayar Ongkos Ojol Bikin Geger, Polisi Turun Tangan

By Aga GustianaKamis, 22 Januari 2026 09:20 WIB5 Mins Read
Aksi perempuan tak mau bayar ongkos ojol kembali terjadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Keramaian di sebuah halte di wilayah Jakarta Barat mendadak berubah menjadi pusat perhatian. Bukan karena kemacetan atau kecelakaan lalu lintas, melainkan lantaran sebuah keributan yang terekam kamera ponsel dan dengan cepat menyebar ke media sosial. Dalam video yang viral itu, tampak seorang perempuan mengenakan jaket hitam terlibat adu mulut dengan sejumlah pengemudi ojek online. Narasi yang menyertainya menyebutkan bahwa perempuan tersebut diduga mengamuk karena enggan membayar ongkos perjalanan.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @infojakartabarat.id. Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut menuai ribuan komentar dan reaksi warganet. Peristiwa yang disebut terjadi di Jakarta Barat itu kembali membuka diskusi publik tentang persoalan ketertiban umum, dugaan penipuan, hingga perilaku bermasalah yang disebut-sebut kerap berulang.

Dalam rekaman video, suasana terlihat tegang. Perempuan tersebut berdiri di depan halte, dikelilingi beberapa pengemudi ojek online. Nada suara mereka meninggi, saling sahut-menyahut. Kamera ponsel merekam setiap detik ketegangan yang terjadi, seolah menjadi saksi bisu dari konflik yang belum menemukan jalan keluar.

Narasi dalam unggahan video itu menyebutkan dugaan bahwa perempuan tersebut tidak hanya sekali menolak membayar jasa ojek online, tetapi juga disebut sering tidak membayar tagihan di warung makan. Keterangan dalam video bahkan menyebutkan bahwa perbuatannya telah merugikan banyak pihak.

“Tak mau bayar ojol, emak-emak mengamuk diduga sering tipu ojek online hingga warung makan,” tulis keterangan dalam video tersebut.

Perekam video juga terdengar menyampaikan kekesalannya. Ia mengklaim bahwa kasus serupa bukan hanya dialami satu orang. Beberapa pihak, menurutnya, pernah menjadi korban dari perilaku perempuan tersebut.

Baca Juga:  Soal THR Ojol dan Kurir, Disnakertrans Jabar: Tidak Wajib Karena Bukan PKWT

“Banyak yang kena sama dia. Ini viral nih bayak yang kena, gak bayar,” ujar sang perekam sambil menunjuk ke arah perempuan itu.

Menyadari dirinya direkam dan menjadi pusat perhatian, perempuan tersebut justru bereaksi agresif. Dalam video, ia terlihat mendekati perekam dan mencoba melayangkan pukulan. Aksi itu sontak memancing reaksi pengemudi lain yang berada di lokasi.

“Kamu ngapain viralin aku,” ucap perempuan tersebut dengan nada tinggi.

Ketegangan pun semakin memuncak. Beberapa pengemudi ojek online ikut bersuara, menagih pembayaran atas jasa yang telah mereka berikan. Suara teriakan terdengar saling bersahutan di tengah keramaian jalan.

“Bayar dulu, enggak bayar juga, sudah tau orang-orang,” kata salah satu pengemudi.

“Woy, bayar woy, bayar ke si Bapak,” teriak pengemudi lainnya.

Potongan-potongan adegan itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Tak sedikit warganet yang mengaku geram melihat kejadian tersebut. Kolom komentar pun dipenuhi beragam respons, mulai dari sindiran hingga ungkapan kekesalan.

“Dia lagi dia lagi greget liatnya,” tulis seorang netizen.

“Lah koq dia mirip sama ibu² yang makan di warteg ga mau bayar,” komentar warganet lain.

“Kmrn liat postingan naik jaklingko gamau tap kartu, skrg ojol, bener2 meresahkan ni cewe,” ungkap pengguna media sosial lainnya.

Komentar-komentar itu mengindikasikan bahwa perempuan tersebut diduga pernah terlibat dalam beberapa kejadian serupa yang juga viral sebelumnya. Dugaan pola perilaku berulang inilah yang membuat publik semakin menaruh perhatian dan mendesak adanya penanganan serius dari pihak berwenang.

Baca Juga:  Demi Konten! Emak-emak Ini Nekat Bercandain Ayat Suci, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, memberikan penjelasan terkait posisi dan kewenangan instansinya. Menurut Iqbal, peristiwa tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum dan ketertiban umum.

“Perlu kami sampaikan bahwa permasalahan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan, pelanggaran hukum, atau ketertiban umum,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).

Iqbal menegaskan bahwa tugas utama Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta adalah menangani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Kelompok ini mencakup fakir miskin, orang terlantar, penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, serta kelompok rentan lainnya yang telah melalui proses asesmen sosial secara menyeluruh.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan Dinas Sosial apabila dalam proses penanganan kasus tersebut ditemukan indikasi persoalan sosial atau kesehatan mental.

“Apabila dalam proses penanganan oleh instansi berwenang ditemukan indikasi yang berkaitan dengan kondisi sosial atau kesehatan mental dan membutuhkan intervensi sosial, tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Iqbal.

Namun untuk saat ini, Iqbal menegaskan bahwa jalur hukum tetap menjadi langkah utama yang harus ditempuh oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan. Ia mengimbau masyarakat agar melapor secara resmi kepada aparat penegak hukum.

“Masyarakat atau pihak yang dirugikan melaporkan langsung kepada aparat penegak hukum atau instansi terkait, agar dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:  Ribuan Ojol Demo di Gedung Sate, Tuntut Perubahan Tarif yang Dinilai Merugikan

Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Sipayung, menyatakan bahwa pihaknya akan menelusuri sosok perempuan tersebut. Ia mengakui bahwa kasus ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami akan segera cek dan telusuri orangnya,” kata Arfan.

Meski demikian, Arfan mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban atau pihak-pihak yang merasa dirugikan. Padahal, menurutnya, laporan resmi sangat dibutuhkan agar proses hukum dapat berjalan.

“Kalau di Polres sejauh ini belum pernah ada laporan,” ucap Arfan.

Ia pun mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengalami kerugian akibat peristiwa serupa. Dengan adanya laporan, aparat kepolisian dapat melakukan penyelidikan dan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa di era media sosial, sebuah konflik kecil di ruang publik dapat dengan cepat menjelma menjadi sorotan nasional. Kamera ponsel dan unggahan singkat mampu membuka tabir persoalan yang lebih besar—mulai dari dugaan penipuan, ketertiban umum, hingga kemungkinan persoalan sosial yang lebih kompleks.

Di tengah derasnya arus viral, aparat dan instansi terkait kini dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya merespons kegaduhan publik, tetapi juga memastikan penanganan yang adil, terukur, dan sesuai hukum. Sementara bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pelajaran bahwa jalur resmi tetap menjadi kunci utama dalam mencari keadilan, di balik hiruk-pikuk dunia maya yang tak pernah sepi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Emak-emak Viral keributan halte Ojol pengemudi Ojol tak bayar ongkos ojol video viral viral Jakarta Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral video ukhti mukena pink.

Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal

Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?

Suaranya Mirip Dubbing Iklan, Ibu-Ibu Viral Ini Maki Pengunjung Minimarket Pakai Bahasa ‘Naskah Sinetron’!

Kata Inara Rusli Soal Video Syur: Akui Ada Rekaman, Bantah Tuduhan Perzinaan

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Misteri ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di TikTok: Durasi 7 Menit yang Bikin Penasaran

Viral video ukhti mukena pink.

Heboh di Media Sosial! Inilah Fenomena ‘Ukhti Mukena Pink’ yang Lagi Dicari Semua Orang

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.