Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Ojol Demo di Gedung Sate, Tuntut Perubahan Tarif yang Dinilai Merugikan

By SusanaSelasa, 25 Juni 2024 14:25 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan driver ojek online (ojol) baik kendaraan roda dua maupun roda empat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (25/6/2024).

Massa aksi tersebut tergabung dalam Gerakan Bersatu General (Gebrag) Jawa Barat yang mewadahi puluhan komunitas driver ojol se-Jabar.

Tim Negosiator Gebrag Jawa Barat, Abah Dendi menuturkan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan ribuan driver ojol akan tarif murah yang dinilai tidak manusiawi.

“Terkait aksi ini memang intinya masalah tarif yang sudah dirasa sama temen-temen Roda Dua (R2) dan Roda Empat (R4) ini sudah tidak manusiawi lagi. Jadi memang kita ini aksi spontan, tidak ada yang menggerakkan seorang pun, tapi memang keinginan dari para driver online baik R2 atau R4,” kata Abah Dendi.

Melalui aksi tersebut, Abah Dendi mewakili ribuan ojol lainnya menuntut agar dilakukannya perubahan tarif yang ada yang dinilai merugikan para driver ojek online.

“Tarif yang ada di R2 aja menurut regulasi yang ada itu hanya Rp2.000 tarif bawahnya. Sekarang sudah tidak relevan lagi, karena BBM yang semakin naik, sparepart dan lain-lain tuntutan hidup juga sudah naik, untuk R2 itu kita mengajukan Rp2.600 tarif bawahnya dan untuk tarif terdekatnya itu Rp11.600,” tuturnya.

Baca Juga:  Tak Jadi Finish di GBLA, Champions Party Persib Digelar di Gedung Sate

“Kemudian untuk R4 kita mengajukan di angka Rp5.000 tarif dasarnya, tarif atasnya Rp10.000 dan tarif terdekatnya rentang 4KM itu kita mengajukan Rp24.000. Nah ini mungkin bisa didiskusikan untuk dituangkan di Perdirjen SK/3244,” tambahnya.

Dalam aksi ini, pihaknya juga ingin untuk bertemu dengan Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin yang sekaligus menuntut merevisi terkait Perdirjen Angkutan Sewa Khusus.

“Jadi dalam hal ini, kami datang ke sini, tujuannya adalah ke bapak gubernur sekaligus tuntutannya untuk merevisi Perdirjen yang sudah ada terkait masalah Angkutan Sewa Khusus disebutnya baik R2 atau R4. Goalnya kami ingin bahwa di Jawa Barat itu sudah ada Keputusan Gubernur yang mengatur masalah Transportasi Massa Berbasis Aplikasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad

Namun, pihaknya merasa kecewa lantaran Bey Machmudin maupun perwakilan Pemprov Jabar hanya akan menampung tuntutan para Ojol. Dia memastikan, para mitra meminta agar ada solusi atas kondisi ini, bukan hanya menampung.

“Kami masih kecewa karena Pak PJ belum hadir, makanya kami minta skorsing sampai jam 2 ini, kalau pihak Aplikator dan PJ Gubernur atau yang bisa mengambil keputusan tidak hadir, kami akan menunggu sampai ini tuntas dan selesai. Kami tidak mau aksi ini tidak mempunyai hasil, jadi tolong disampaikan bahwa kami menuntut ini untuk segera diselesaikan dengan baik,” tandasnya.

Berikut ini isi tuntutan lengkap para mitra Ojol se-Jabar:

Point 1:
-Tarif dasar sebesar Rp. 5.000, per- kilometer untuk kendaraan Roda 4.

-Tarif minimal terdekat sebesar Rp24.000, dengan jarak maksimal 4 km selanjutnya mengikuti tarif per Kilometer sesuai TBB (Tarif Batas Bawah) dan TBA (Tarif Batas Atas) yang disepakati Bersama untuk kendaraan Roda 4.

Baca Juga:  Demo Tolak RUU Pilkada di Gedung DPRD Jabar Diwarnai Aksi Debus

-Tarif dasar Rp2.600, untuk kendaraan Roda 2.

-Tarif minimal terdekat sebesar Rp11.600, dengan jarak maksimal 4 km selanjutnya mengikuti tarif per Kilometer sesuai TBB dan TBA yang disepakati Bersama untuk kendaraan Roda 2.

-Tarif tersebut diatas sudah termasuk biaya tarif jemput- antar

-Tarif tersebut diatas keterima oleh para driver adalah Bersih /netto setelah potongan dari aplikator.

Point 2:
-Merevisi TBB Rp3.500, dan TBA Rp6.000, yang tertuang Perdirjen perhubungan Darat Nomor : SK. 3244/AJ.801/DJPD/2017 Tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Angkutan Sewa Khusus (ASK) Roda 4 (Mobil) menjadi TBB Rp5.000, dan TBA Rp10.000, untuk kendaraan Roda 4.

-Merevisi Permenhub 12/2019 dan KP 348/2019 tentang Tarif Batas Bawah (TBB) dari Rp2,000, dan TBA dari Rp2.500 menjadi TBB Rp2.600,- dan TBA Rp2.900, untuk kendaraan Roda 2.

Point 3:
-Pererintah agar segera menerbitkan Keputusan Gubernur tentang regulasi transportasi massa berbasis aplikasi di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demo Gedung Sate Ojol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.