Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

317 Lapak Dibongkar Tanpa Ampun, Ratusan PKL Cirebon Terkatung-katung Kehilangan Tempat Cari Makan

By Aga GustianaKamis, 17 September 2026 08:51 WIB2 Mins Read
Pembongkaran PKL di Cirebon. (Foto: Pemkot Cirebon)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wajah Jalan Pangeran Antasari, Cirebon, kini mendadak berubah drastis. Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meratakan ratusan bangunan yang selama ini berdiri di atas fasilitas umum demi mengembalikan fungsi tata kota.

Operasi pembongkaran yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) ini menyasar area sepanjang 9,6 kilometer. Wilayah tersebut membentang dari Kelurahan Kenanga hingga Desa Plumbon, Kecamatan Plumbon.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Imam Ustadi, mengungkapkan bahwa penindakan ini melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tingkat kecamatan, hingga pemerintah desa setempat.

“Pastinya pemerintah daerah beserta Forkopimda, Forkopimcam, dan Pemdes, kita menertibkan bangunan liar yang ada di Jalan Antasari, dari Kelurahan Kenanga sampai Desa Plumbon, yang panjangnya 9,6 kilometer,” ujarnya.

Baca Juga:  Dijamin Kalap, Ini Dia Tiga Tempat Kuliner Populer di Cirebon

Pelanggaran Lahan Negara

Berdasarkan catatan aparat di lapangan, total ada 317 bangunan liar (bangli) beserta lapak pedagang kaki lima (PKL) yang harus dirobohkan. Seluruh bangunan tersebut terbukti melanggar hukum karena berdiri kokoh di atas tanah milik negara serta aset Pemkab Cirebon.

“Ada bangli, bangunan liar dan PKL itu sejumlah 317. Ini keberadaan bangli ini di atas tanah negara, tanah Pemda, yang harus dikembalikan ruang jalannya, ruang milik jalannya,” tegas Imam.

Baca Juga:  Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, Bea Cukai Gencarkan Edukasi di Majalengka

Selain merampas hak ruang milik jalan (rumija), keberadaan bangunan-bangunan ini juga kerap menutup saluran air. Pemerintah daerah berharap, pembersihan ini mampu mengembalikan fungsi drainase sekaligus memangkas risiko banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Bayang-Bayang Pengangguran

Di sisi lain, kebijakan ini meninggalkan persoalan sosial yang pelik. Para pedagang kecil yang selama bertahun-tahun menggantungkan sumber pencaharian di lokasi itu kini harus gigit jari lantaran kehilangan tempat mencari nafkah.

Baca Juga:  Telan Biaya RP12 Miliar, Pj Gubernur Jabar Harap Perbaikan Jalan di Cirebon Tingkatkan Ekonomi Warga

Ironisnya, langkah penertiban ini tidak diiringi dengan penyediaan fasilitas pengganti. Pihak pemerintah daerah mengakui belum memikirkan tempat baru bagi para pelaku usaha kecil yang terdampak.

“Belum ada rencana untuk relokasi,” cetus Imam tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai nasib para pedagang ke depannya.

Kendati menuai dilema bagi sektor ekonomi kerakyatan, pihak berwenang bergeming dan memastikan bahwa tindakan tersebut merupakan wujud nyata penegakan regulasi daerah.

“Intinya itu penegakan sesuai dengan peraturan daerah dan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Pemkab Cirebon PKL
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.