bukamata.id – Hingga Minggu pagi, data korban longsor Desa Pasirlangu, Cisarua masih bersifat dinamis. Tim SAR dan DVI terus memperbarui informasi seiring proses evakuasi yang berlangsung intensif.
Berdasarkan laporan sementara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 10 orang. Dari jumlah tersebut:
- 5 jenazah telah diserahkan kepada keluarga
- 4 jenazah masih berada di Posko DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut
- 2 bagian tubuh (body part) yang ditemukan sedang menjalani proses forensik
Sementara itu, 23 orang berhasil dievakuasi selamat, termasuk seorang korban bernama Lili yang ditemukan dari reruntuhan. Namun, sekitar 80 orang masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Kondisi Lapangan: Material Longsor Tebal dan Labil
Operasi pencarian menghadapi tantangan berat di lapangan. Material longsoran didominasi tanah lunak bercampur air akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan Cisarua beberapa hari terakhir.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa ketebalan material longsoran mencapai sekitar lima meter, sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban.
“Alat berat sudah disiapkan, namun mobilisasi ke titik nol masih terkendala akses jalan yang sempit dan kondisi tanah yang labil,” jelas Ade.
Saat ini, tim SAR menggabungkan alat konstruksi dan metode manual untuk menembus timbunan tanah. Proses ini berjalan lambat karena kondisi tanah yang sangat labil dan rawan longsor susulan.
Strategi Pencarian Hari Kedua
Untuk mempercepat evakuasi, operasi hari kedua dibagi ke beberapa sektor sepanjang jalur longsoran selebar 100 meter. Fokus utama diarahkan ke koordinat terakhir warga yang terlihat sebelum longsor terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Cuaca menjadi faktor krusial. Jika hujan deras kembali turun, pencarian akan dihentikan sementara demi keselamatan petugas, mengingat risiko longsor susulan dari lereng Gunung Burangrang masih tinggi.
Imbauan SAR kepada Masyarakat
Tim SAR mengimbau warga tidak mendekati lokasi bencana, agar proses evakuasi korban dapat berjalan maksimal dan aman.
Selain itu, masyarakat diminta memberi ruang bagi petugas untuk bekerja, serta tetap waspada terhadap kondisi tanah yang labil dan material longsoran yang masih bergerak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










