Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Davina Karamoy

Teka-teki Hubungan Ardhito Pramono dan Davina Karamoy Terjawab? Caption Romantis Ini Jadi Sorotan

Kamis, 19 Februari 2026 11:02 WIB
Ilustrasi emas antam

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Februari 2026 Naik Lagi, Cek Rincian UBS dan Galeri24

Kamis, 19 Februari 2026 10:54 WIB

Bukan Akhir Segalanya! Marc Klok Janji Persib Bakal Kembali Lebih Kuat

Kamis, 19 Februari 2026 10:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Teka-teki Hubungan Ardhito Pramono dan Davina Karamoy Terjawab? Caption Romantis Ini Jadi Sorotan
  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Februari 2026 Naik Lagi, Cek Rincian UBS dan Galeri24
  • Bukan Akhir Segalanya! Marc Klok Janji Persib Bakal Kembali Lebih Kuat
  • Hilang Konsentrasi, Remaja 18 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Pasupati
  • Dramatis! Persib Menang 1-0 tapi Gagal Lolos, Ratchaburi FC Hentikan Mimpi di ACL 2
  • 7 Ide Menu Buka Puasa Rumahan yang Bikin Nagih, Sehat dan Gak Pake Ribet!
  • Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa
  • THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tanda Bencana hingga Kompetisi Kelompok, Ini 3 Penyebab Monyet Berkeliaran di Kota Bandung

By Putri Mutia RahmanJumat, 1 Maret 2024 13:25 WIB2 Mins Read
Monyet berkeliaran dikawasan Sekeloa Kota Bandung. (Instagram/@official_bukamata)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kurator Museum Zoologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Ganjar Cahyadi, S.Si., paparkan penyebab monyet ekor panjang berkeliaran ke pemukiman warga di Kota Bandung pada Rabu (28/2/2024).

Ganjar mengatakan, ada 3 kemungkinan penyebab monyet turun ke pemukiman warga di Kota Bandung, salah satunya merasakan tanda bahaya atau bencana.

“Pertama, kelompok monyet tersebut merasakan ada tanda bahaya dari alam sehingga menjauh dari habitatnya,” ujarnya, Kamis (29/2/2024).

Ia melanjutkan, primata memiliki insting kuat, sehingga mereka tahu kapan terjadinya bencana. Bahkan biasanya jarak waktu bencana dan perpindahan monyet relatif cepat.

Baca Juga:  Gerombolan Monyet di Pemukiman Warga Terus Berpindah, Diskar PB Kota Bandung Sulit Lakukan Evakuasi

“Biasanya bencana tidak akan terlalu lama (dari kepergian mereka dari habitatnya). Namun, jika tidak ada kejadian bencana, penyebabnya mungkin hal lain,” katanya.

Penyebab kedua, sumber daya makanan menipis, Ganjar menyebut hewan ini mencari makan ke tempat lain karena habitatnya yang mungkin kekurangan makanan.

Sedangkan penyebab ketiga ganjar mengatakan, kemungkinan adanya kompetisi dengan kelompok monyet lainnya karena hewan ini membentuk kelompok-kelompok.

“Biasanya satu jantan mengetuai satu kelompok. Apabila penyebabnya adalah kompetisi antar kelompok, satu kelompok yang kalah akan menghindari kawasan sebelumnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Viral Gerombolan Monyet Masuk Pemukiman Warga di Bandung, Warganet: Tanda Krisis Makanan

Hal tersebut dapat terjadi karena monyet ekor panjang memiliki tingkat kemampuan adaptasi yang lebih tinggi daripada primata lainnya. Oleh karena itu, pergerakannya cenderung bebas hingga ke area permukiman.

“Bisa jadi kawasan perkotaan itu dianggap ‘kosong’ atau tidak dikuasai oleh kelompok lain,” tuturnya.

Ganjar memastikan, kelompok monyet tersebut akan kembali ke habitat aslinya jika hewan tersebut tidak menemukan kondisi ideal untuk tinggal di perkotaan.

“Karena secara alami mereka tinggalnya di sana, tidak di sini (pemukiman warga),” katanya.

Namun, hingga saat ini Ganjar menegaskan belum ada penyebab pasti atas kejadian ini. Dan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat yang menangani kasus tersebut saat ini tengah dilakukan pengecekan.

Baca Juga:  Walhi Jabar Soal Monyet Turun ke Pemukiman Warga: Habitatnya Terganggu

Ganjar juga menghimbau masyarakat untuk tidak mengganggu, menyudutkan, atau memberi makan mereka, agar hewan tersebut tidak mengalami perubahan perilaku yang mengancam manusia.

“Jika diberi makanan, monyet bisa jadi tidak takut lagi kepada manusia. Bahkan sebaliknya meminta-minta makanan hingga pergeseran perilaku seperti ‘mencuri’. Misalnya, ketika ada warga yang membawa tentengan, mereka mengejar karena mengira itu makanan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gerombolan Monyet Kurator Museum Zoologi ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang Konsentrasi, Remaja 18 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Pasupati

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Perang Sarung

Ramadhan Aman, Polisi Tegaskan Perang Sarung dan Balap Liar di Jabar

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

Tangis Pecah Usai 43 Tahun! Pertemuan Dua Sahabat SD Ini Bikin Netizen Ikut Mewek

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.