Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak

Sabtu, 11 April 2026 18:13 WIB

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Sabtu, 11 April 2026 17:51 WIB

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Sabtu, 11 April 2026 16:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak
  • Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten
  • Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 di Dapur, Benarkah Fakta atau Cuma Editan?
  • Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar
  • Selamat Jalan Bobotoh Sejati, Jenderal Rukandi Berpulang Hari Ini: Aspal Bandung Takkan Lagi Sama
  • Bikin Bonding Makin Erat! Ini 3 Destinasi Wisata Hits di Bandung yang Paling Pas buat Acara Rombongan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tanda Bencana hingga Kompetisi Kelompok, Ini 3 Penyebab Monyet Berkeliaran di Kota Bandung

By Putri Mutia RahmanJumat, 1 Maret 2024 13:25 WIB2 Mins Read
Monyet berkeliaran dikawasan Sekeloa Kota Bandung. (Instagram/@official_bukamata)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kurator Museum Zoologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Ganjar Cahyadi, S.Si., paparkan penyebab monyet ekor panjang berkeliaran ke pemukiman warga di Kota Bandung pada Rabu (28/2/2024).

Ganjar mengatakan, ada 3 kemungkinan penyebab monyet turun ke pemukiman warga di Kota Bandung, salah satunya merasakan tanda bahaya atau bencana.

“Pertama, kelompok monyet tersebut merasakan ada tanda bahaya dari alam sehingga menjauh dari habitatnya,” ujarnya, Kamis (29/2/2024).

Ia melanjutkan, primata memiliki insting kuat, sehingga mereka tahu kapan terjadinya bencana. Bahkan biasanya jarak waktu bencana dan perpindahan monyet relatif cepat.

Baca Juga:  Viral Gerombolan Monyet Masuk Pemukiman Warga di Bandung, Warganet: Tanda Krisis Makanan

“Biasanya bencana tidak akan terlalu lama (dari kepergian mereka dari habitatnya). Namun, jika tidak ada kejadian bencana, penyebabnya mungkin hal lain,” katanya.

Penyebab kedua, sumber daya makanan menipis, Ganjar menyebut hewan ini mencari makan ke tempat lain karena habitatnya yang mungkin kekurangan makanan.

Sedangkan penyebab ketiga ganjar mengatakan, kemungkinan adanya kompetisi dengan kelompok monyet lainnya karena hewan ini membentuk kelompok-kelompok.

“Biasanya satu jantan mengetuai satu kelompok. Apabila penyebabnya adalah kompetisi antar kelompok, satu kelompok yang kalah akan menghindari kawasan sebelumnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Gerombolan Monyet di Pemukiman Warga Terus Berpindah, Diskar PB Kota Bandung Sulit Lakukan Evakuasi

Hal tersebut dapat terjadi karena monyet ekor panjang memiliki tingkat kemampuan adaptasi yang lebih tinggi daripada primata lainnya. Oleh karena itu, pergerakannya cenderung bebas hingga ke area permukiman.

“Bisa jadi kawasan perkotaan itu dianggap ‘kosong’ atau tidak dikuasai oleh kelompok lain,” tuturnya.

Ganjar memastikan, kelompok monyet tersebut akan kembali ke habitat aslinya jika hewan tersebut tidak menemukan kondisi ideal untuk tinggal di perkotaan.

“Karena secara alami mereka tinggalnya di sana, tidak di sini (pemukiman warga),” katanya.

Namun, hingga saat ini Ganjar menegaskan belum ada penyebab pasti atas kejadian ini. Dan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat yang menangani kasus tersebut saat ini tengah dilakukan pengecekan.

Baca Juga:  Walhi Jabar Soal Monyet Turun ke Pemukiman Warga: Habitatnya Terganggu

Ganjar juga menghimbau masyarakat untuk tidak mengganggu, menyudutkan, atau memberi makan mereka, agar hewan tersebut tidak mengalami perubahan perilaku yang mengancam manusia.

“Jika diberi makanan, monyet bisa jadi tidak takut lagi kepada manusia. Bahkan sebaliknya meminta-minta makanan hingga pergeseran perilaku seperti ‘mencuri’. Misalnya, ketika ada warga yang membawa tentengan, mereka mengejar karena mengira itu makanan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gerombolan Monyet Kurator Museum Zoologi ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

program MBG

Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.