bukamata.id – Tanjung Duriat semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Sumedang. Salah satu inovasi terbaru yang mencuri perhatian adalah kehadiran bangunan ikonik bernama Red Eiffel.
Terinspirasi dari Menara Eiffel di Paris, bangunan ini kini menjadi daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bendungan Jatigede.
Red Eiffel, Daya Tarik Baru Tanjung Duriat
Menara Red Eiffel di Tanjung Duriat menjadi sorotan utama saat musim liburan. Struktur setinggi 15 meter ini berdiri megah di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, dengan latar belakang pemandangan eksotis dari air Jatigede.
Bentuk dan warnanya yang mencolok, merah menyala, membuatnya sangat fotogenik untuk berswafoto.
Spot ini dirancang agar pengunjung dapat melihat taman berbentuk hati dari ketinggian. Tak hanya bisa dinikmati dengan mata, keindahan ini juga sangat cocok diabadikan lewat kamera. Lokasi yang menjorok ke danau menambah keunikan tersendiri.
Inovasi Wisata Tiap Tahun
Pengelola Tanjung Duriat terus berinovasi untuk menjaga antusiasme pengunjung. Setiap tahun, tempat wisata ini menambahkan atraksi baru untuk meningkatkan pengalaman berkunjung. Tidak hanya Red Eiffel, dua wahana baru juga diperkenalkan tahun ini: kamera 360 derajat dan Giant Frame.
Kamera 360 derajat memungkinkan pengunjung mengambil video dari berbagai sudut secara otomatis. Sedangkan Giant Frame atau bingkai raksasa dirancang sebagai latar untuk menciptakan foto dengan perspektif unik. Kombinasi ini menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga estetik.
Lokasi Strategis dan Akses Mudah
Tanjung Duriat berlokasi di wilayah yang mudah dijangkau dari pusat kota Sumedang. Berada di kawasan Bendungan Jatigede menjadikannya lokasi yang strategis untuk wisata keluarga. Selain itu, infrastruktur jalan menuju lokasi ini telah banyak mengalami peningkatan.
Wisatawan yang datang juga akan disambut dengan suasana alami dan udara segar khas pegunungan. Kawasan ini menjadi alternatif menarik dibanding destinasi padat seperti Lembang atau Ciwidey. Dengan suasana yang lebih tenang, Tanjung Duriat cocok untuk healing maupun liburan keluarga.
Potensi Ekonomi dan UMKM Lokal
Kehadiran Red Eiffel di Tanjung Duriat membawa dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Banyak pedagang makanan, minuman, dan suvenir yang turut merasakan peningkatan omzet.
Wisatawan yang datang biasanya juga tertarik mencoba kuliner khas Sumedang seperti tahu goreng dan peuyeum.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung pengembangan destinasi ini sebagai bagian dari promosi pariwisata berkelanjutan. Edukasi lingkungan dan pelatihan pelayanan wisata pun diberikan secara berkala kepada pelaku usaha setempat.
Hal ini memastikan wisata Tanjung Duriat tak hanya menarik, tapi juga memberikan manfaat jangka panjang.
Tips Berkunjung ke Red Eiffel Tanjung Duriat
Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Red Eiffel di Tanjung Duriat, sebaiknya datang di pagi atau sore hari. Waktu tersebut menawarkan pencahayaan terbaik untuk foto serta suhu udara yang lebih sejuk. Jangan lupa membawa kamera atau ponsel berkualitas untuk mengabadikan setiap momen.
Kenakan pakaian yang nyaman karena beberapa spot berada di area terbuka. Jika datang bersama keluarga, pastikan anak-anak dalam pengawasan saat menaiki menara. Fasilitas umum seperti toilet, musala, dan area parkir juga tersedia cukup memadai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











