Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Selasa, 3 November 2026 20:44 WIB

Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 3 November 2026 20:40 WIB
Ilustrasi video syur

Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 3 November 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
  • Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!
  • Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!
  • Kena Santet Jelang Persalinan? Pengakuan Mengejutkan Brisia Jodie Bikin Satu Indonesia Merinding!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tanpa Obat, Ini Cara Efektif Cegah Hipertensi Bagi Lansia

By Fahlevi MercedesSabtu, 30 September 2023 08:55 WIB2 Mins Read
Hipertensi
Hipertensi secara efektif bisa dicegah dengan olahraga ringan yaitu jalan kaki. Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Studi baru mengemukakan ada cara baru mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi pada orang lanjut usia (lansia). Cara ini bahkan tidak sama sekali menggunakan obat.

Studi tersebut diterbitkan dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease. Poinnya adalah berjalan kaki 3.000 langkah per hari secara signifikan bisa cegah hipertensi.

Penelitian itu relevan lantaran hipertensi merupakan silent killer. Tekanan darah tinggi membunuh jutaan orang dalam setahun.

Dikutip dari laman Times of India, Sabtu (30/9/2023), studi tersebut menyoroti salah satu olahraga termudah yang terbukti mempunyai dampak luar biasa pada kesehatan individu secara keseluruhan.

Baca Juga:  Karim Suryadi: Cawapres 2024 Jangan Seperti Patung Kolosal

Beberapa penelitian sudah meneliti dampak berjalan kaki setiap hari. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui apakah lansia penderita hipertensi bisa memperoleh manfaat ini dengan meningkatkan aktivitas jalan kaki setiap hari.

Penelitian itu berfokus pada sekelompok orang lansia yang tidak banyak bergerak antara usia 68 dan 78 tahun yang berjalan rata-rata sekitar 4.000 langkah per hari sebelum penelitian.

Setelah berkonsultasi dengan penelitian yang ada, 3.000 langkah adalah tujuan yang masuk akal. Hal ini juga bakal membuat sebagian besar peserta melakukan 7.000 langkah setiap hari, sejalan dengan rekomendasi American College of Sports Medicine.

Baca Juga:  Zikir dan Doa Kebangsaan di Istana, Jokowi: Mari Terus Rawat Kerukunan Bangsa

Tim melakukan penelitian pada masa puncak pandemi Covid-19, yang berarti mereka harus melakukan segala sesuatunya dari jarak jauh.

Para peneliti mengirimkan kepada para partisipan sebuah peralatan yang berisi pedometer, monitor tekanan darah, dan buku harian langkah supaya para partisipan bisa mencatat seberapa banyak mereka berjalan setiap hari.

Rata-rata, tekanan darah sistolik serta diastolik peserta menurun masing-masing rata-rata tujuh dan empat poin usai intervensi.

“Sangat menarik bahwa intervensi gaya hidup sederhana bisa sama efektifnya dengan olahraga terstruktur dan beberapa pengobatan,” ungkap Elizabeth C. Lefferts, penulis utama studi itu.

Baca Juga:  Daftar Pemain Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Temuan tersebut menunjukan bahwa 3.000 langkah yang dicapai para peserta dalam penelitian ini setara dengan pengurangan yang terlihat pada obat anti-hipertensi. Delapan dari 21 peserta telah menjalani pengobatan antihipertensi.

Para peserta masih melihat peningkatan tekanan darah sistolik lantaran peningkatan aktivitas harian mereka.

Dalam penelitian sebelumnya ditemukan, ketika olahraga dikombinasikan dengan pengobatan bakal meningkatkan efek dari pengobatan tekanan darah saja. Ini menunjukan pentingnya olahraga sebagai terapi anti-hipertensi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured lansia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!

Ilustrasi video syur

Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!

BSU cair

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker

Kena Santet Jelang Persalinan? Pengakuan Mengejutkan Brisia Jodie Bikin Satu Indonesia Merinding!

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Siap-siap Cek Rekening! 6 Bansos Cair November 2026, Lengkap Besaran dan Syarat Desil Penerima

Amanda Manopo Skandalin Suami! Sebut Fajar Sadboy Lebih Gentleman Dibanding Kenny Austin?

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.