Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Kamis, 29 Oktober 2026 16:39 WIB

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Kamis, 29 Oktober 2026 16:03 WIB

Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya

Kamis, 29 Oktober 2026 15:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya
  • Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!
  • Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI
  • Debut di ACL Two, Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Tampil Gemilang
  • Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pj Bupati Sumedang Jelaskan Duduk Perkara Polemik “Pangeran”

By Fahlevi MercedesRabu, 27 September 2023 11:15 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Sumedang
Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman jelaskan soal polemik kata "pangeran". Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman angkat bicara terkait polemik “pangeran”. Di mana penyebutan pangeran kepada Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan saat Haul Pangeran Sugih dipersoalkan oleh Rukun Wargi Sumedang (RWS) Pengurus Cabang Sumedang.

Acara tersebut digelar di Alun-alun Sumedang, Sabtu (23/9/2023). Lantas RWS Pengurus Cabang Sumedang meresponnya dengan melayangkan surat ke DPRD Kabupaten Sumedang.

Menanggapi hal itu, Herman menjelaskan, kata pangeran tersebut merupakan kiasan atau makna konotatif (untuk menggugah rasa), bukan makna denotatif (makna sebenarnya). Konteks yang diambilnya adalah keberlanjutan kepemimpinan yang terjadi di Sumedang.

“Saya sampaikan bahwa pada masa lalu Sumedang memiliki pemimpin yang membanggakan seperti Pangeran Sugih, Pangeran Kornel dan Pangeran Mekah. Kita harus mengambil spirit dari kepemimpinan Pangeran Sumedang serta mengadaptasikannya dengan tantangan masa kini,” kata Herman di Sumedang, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga:  Detik-detik Lengser, Ridwan Kamil Tak Bisa Sembunyikan Kesedihan di Hadapan Bunda PAUD

“Jadi kata ‘Pangeran’ tersebut disampaikan dalam konteks kepemimpinan untuk menggugah rasa (memotivasi), bukan pengertian sebenarnya sebagai gelar keturunan raja,” lanjut Herman.

Contoh kiasan atau kata yang menggugah, kata dia, semisal julukan ‘Pangeran Biru’ sebagai kiasan atas kebanggaan kepada tim sepak bola kesayangan Persib. Ada juga kata ‘Cadas Pangeran’, yaitu nama jalan di Sumedang yang mengabadikan perjuangan Pangeran Kornel dalam pembangunannya.

Baca Juga:  Persiapan PON XXI, Ridwan Kamil Buka Kejuaran Tarung Derajat Piala Gubernur Jawa Barat 2023

Menurut Herman, Sumedang saat ini sudah menorehkan berbagai prestasi sebagai kabupaten dengan kinerja pemerintahan terbaik tingkat Provinsi Jabar maupun Nasional. Hal itu terjadi saat kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

“Jadi yang dimaksudkan ‘Pangeran’ di sana adalah kepemimpinan Bapak Dony dan Bapak Erwan yang membanggakan laksana pangeran,” jelasnya.

Herman menegaskan, tidak ada maksud membanding-bandingkan antara kepemimpinan para Pangeran Sumedang dengan kepemimpinan masa kini, namun mempersandingkan. Pasalnya, hakekat kepemimpinan yaitu estafet keberlanjutan dan perbaikan terus-menerus (continuous improvement).

“Jangan sampai kita terjebak pada romantisme masa lalu. Haul Pangeran Sugih, harus kita tempatkan sebagai media untuk mendo’akan, serta momentum untuk mengambil spiritnya sebagai bekal bagi peningkatan kualitas kepemimpinan masa kini dan ke depan,” tutur Herman.

Baca Juga:  Di Mata Wartawan Jatang, Ganjar Sosok Pemimpin yang Senang Bertukar Ide

Meski demikian, Herman tetap menyampaikan permohonan maaf jika diksi yang diutarakannya menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Sumedang.

“Apabila ada salah paham atas pernyataan ‘Pangeran’ tersebut, dari lubuk hati terdalam saya menyampaikan permohonan maaf. Sebagai Penjabat Bupati Sumedang, saya tidak punya maksud lain kecuali memotivasi dan menginspirasi masyarakat agar kita mampu meneladani kepemimpinan Pangeran Sumedang,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Herman Suryatman Pj Bupati Sumedang Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI

Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.