Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Minggu, 14 Juni 2026 15:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pj Bupati Sumedang Jelaskan Duduk Perkara Polemik “Pangeran”

By Fahlevi MercedesRabu, 27 September 2023 11:15 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Sumedang
Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman jelaskan soal polemik kata "pangeran". Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman angkat bicara terkait polemik “pangeran”. Di mana penyebutan pangeran kepada Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan saat Haul Pangeran Sugih dipersoalkan oleh Rukun Wargi Sumedang (RWS) Pengurus Cabang Sumedang.

Acara tersebut digelar di Alun-alun Sumedang, Sabtu (23/9/2023). Lantas RWS Pengurus Cabang Sumedang meresponnya dengan melayangkan surat ke DPRD Kabupaten Sumedang.

Menanggapi hal itu, Herman menjelaskan, kata pangeran tersebut merupakan kiasan atau makna konotatif (untuk menggugah rasa), bukan makna denotatif (makna sebenarnya). Konteks yang diambilnya adalah keberlanjutan kepemimpinan yang terjadi di Sumedang.

“Saya sampaikan bahwa pada masa lalu Sumedang memiliki pemimpin yang membanggakan seperti Pangeran Sugih, Pangeran Kornel dan Pangeran Mekah. Kita harus mengambil spirit dari kepemimpinan Pangeran Sumedang serta mengadaptasikannya dengan tantangan masa kini,” kata Herman di Sumedang, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga:  Wabup Erwan Harap Hadirnya Museum Lembah Cisaar Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Warga

“Jadi kata ‘Pangeran’ tersebut disampaikan dalam konteks kepemimpinan untuk menggugah rasa (memotivasi), bukan pengertian sebenarnya sebagai gelar keturunan raja,” lanjut Herman.

Contoh kiasan atau kata yang menggugah, kata dia, semisal julukan ‘Pangeran Biru’ sebagai kiasan atas kebanggaan kepada tim sepak bola kesayangan Persib. Ada juga kata ‘Cadas Pangeran’, yaitu nama jalan di Sumedang yang mengabadikan perjuangan Pangeran Kornel dalam pembangunannya.

Baca Juga:  Bek Persib Bandung Targetkan Clean Sheet di Kandang Persebaya Surabaya

Menurut Herman, Sumedang saat ini sudah menorehkan berbagai prestasi sebagai kabupaten dengan kinerja pemerintahan terbaik tingkat Provinsi Jabar maupun Nasional. Hal itu terjadi saat kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

“Jadi yang dimaksudkan ‘Pangeran’ di sana adalah kepemimpinan Bapak Dony dan Bapak Erwan yang membanggakan laksana pangeran,” jelasnya.

Herman menegaskan, tidak ada maksud membanding-bandingkan antara kepemimpinan para Pangeran Sumedang dengan kepemimpinan masa kini, namun mempersandingkan. Pasalnya, hakekat kepemimpinan yaitu estafet keberlanjutan dan perbaikan terus-menerus (continuous improvement).

“Jangan sampai kita terjebak pada romantisme masa lalu. Haul Pangeran Sugih, harus kita tempatkan sebagai media untuk mendo’akan, serta momentum untuk mengambil spiritnya sebagai bekal bagi peningkatan kualitas kepemimpinan masa kini dan ke depan,” tutur Herman.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Jamin ASN hingga Aparat Netral di Pemilu 2024

Meski demikian, Herman tetap menyampaikan permohonan maaf jika diksi yang diutarakannya menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Sumedang.

“Apabila ada salah paham atas pernyataan ‘Pangeran’ tersebut, dari lubuk hati terdalam saya menyampaikan permohonan maaf. Sebagai Penjabat Bupati Sumedang, saya tidak punya maksud lain kecuali memotivasi dan menginspirasi masyarakat agar kita mampu meneladani kepemimpinan Pangeran Sumedang,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Herman Suryatman Pangeran Pj Bupati Sumedang Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.