bukamata.id – Meta kembali memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) dengan menghadirkan aplikasi baru bernama Pocket. Aplikasi berbasis AI ini menawarkan kemampuan unik, yakni memungkinkan pengguna membuat aplikasi interaktif hingga gim sederhana hanya dengan memasukkan prompt atau perintah teks, tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman (coding).
Kehadiran Pocket menjadi langkah terbaru Meta dalam memperluas teknologi AI generatif yang semakin terintegrasi dengan aktivitas kreator digital. Meski belum diumumkan secara resmi, aplikasi ini mulai menarik perhatian setelah keberadaannya terungkap di toko aplikasi.
Pocket, Aplikasi AI Baru Meta yang Ramah untuk Semua Pengguna
Dilansir dari TechCrunch, Pocket merupakan hasil pengembangan Meta setelah mengakuisisi tim di balik platform Gizmo, sebuah layanan yang dikenal dengan konsep vibe-coded gaming, pada awal 2026.
Berbeda dengan platform pengembangan aplikasi konvensional, Pocket dirancang agar siapa pun dapat menciptakan aplikasi sederhana maupun gim interaktif hanya melalui instruksi berbasis teks.
Dengan teknologi AI, pengguna cukup menjelaskan ide atau konsep yang diinginkan melalui prompt, kemudian sistem akan membantu membangun aplikasi secara otomatis.
Konsep ini dinilai dapat membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk berkreasi tanpa harus mempelajari bahasa pemrograman yang kompleks.
Terungkap Lewat Google Play Store
Keberadaan Pocket pertama kali diketahui publik setelah reverse engineer Alessandro Paluzzi menemukan halaman aplikasi tersebut di Google Play Store.
Temuannya kemudian dibagikan melalui akun X (sebelumnya Twitter), sehingga memicu rasa penasaran di kalangan pemerhati teknologi.
Meski baru ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir, data dari perusahaan intelijen aplikasi Appfigures menunjukkan bahwa Pocket sebenarnya sudah tersedia di App Store maupun Google Play Store sejak 29 Juni 2026.
Hal itu mengindikasikan bahwa Meta telah mulai menguji aplikasinya secara diam-diam sebelum melakukan peluncuran resmi.
Bisa Membuat Aplikasi hingga Gim Interaktif
Pocket digambarkan sebagai platform kreatif yang memungkinkan pengguna membuat sekaligus membagikan “gizmo”, yakni pengalaman interaktif berbasis AI.
Konten yang dibuat tidak hanya berupa aplikasi sederhana, tetapi juga bisa berbentuk permainan interaktif dengan berbagai fungsi.
Selain sebagai alat pembuat aplikasi, Pocket juga menghadirkan feed komunitas yang memungkinkan pengguna:
- Menjelajahi hasil karya pengguna lain.
- Mencoba berbagai aplikasi dan gim buatan komunitas.
- Membagikan kreasi mereka sendiri.
- Mendapatkan inspirasi dari berbagai proyek AI yang telah dibuat pengguna lain.
Konsep tersebut membuat Pocket tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi, tetapi juga menjadi wadah berbagi kreativitas berbasis kecerdasan buatan.
Masih Tahap Uji Coba Terbatas
Meski aplikasinya sudah muncul di toko aplikasi, Meta hingga kini belum memberikan pengumuman resmi mengenai peluncuran Pocket.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aplikasi kemungkinan masih berada dalam tahap uji coba terbatas sebelum diluncurkan secara global.
Laporan dari Engadget menyebutkan bahwa Pocket bahkan belum bisa diunduh di Amerika Serikat pada sejumlah perangkat yang menggunakan akun Google tertentu.
Informasi serupa juga tercantum pada halaman bantuan Meta yang menyatakan bahwa Pocket saat ini belum tersedia di seluruh wilayah.
Hingga kini, Meta juga belum mengungkap negara mana saja yang menjadi lokasi awal pengujian aplikasi tersebut.
Lengkapi Ekosistem AI Meta
Peluncuran Pocket menjadi bagian dari strategi Meta untuk memperluas pemanfaatan AI di berbagai produk digitalnya.
Sebelumnya, perusahaan telah menghadirkan sejumlah inovasi berbasis kecerdasan buatan, antara lain:
- Meta AI untuk menghasilkan gambar melalui prompt.
- Vibes, aplikasi pembuat video berbasis AI.
- Berbagai fitur AI pada platform media sosial Meta.
- Fitur kecerdasan buatan di aplikasi penyunting video Edits yang ditujukan bagi kreator konten.
Dengan hadirnya Pocket, Meta semakin menunjukkan ambisinya membangun ekosistem AI yang mampu membantu pengguna menghasilkan berbagai jenis konten digital secara lebih mudah dan cepat.
Apabila dirilis secara global, Pocket berpotensi menjadi salah satu aplikasi AI yang mengubah cara masyarakat membuat aplikasi maupun gim tanpa harus menguasai coding.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









