bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih untuk periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan antara ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Dedi menyoroti pentingnya air sebagai modal dasar untuk ketahanan pangan, yang berasal dari danau, situ, dan sumber daya alam lainnya.
“Kita akan dorong akselerasi antara ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Ketahanan pangan itu kan modal dasarnya adalah air, dan air itu ada yang mulai dari danau, situ. Itu akan menjadi fokus kita untuk mengembalikan kembali fungsi-fungsi danau,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Jumat (31/1/2025).
Dedi menyebutkan bahwa saat ini banyak danau yang telah beralih fungsi, bahkan ada yang telah menjadi milik perorangan.
Untuk itu, ia menegaskan akan menggunakan pendekatan hukum untuk menegakkan aturan dan mengembalikan fungsi-fungsi alam yang sudah berubah.
“Fungsi-fungsi danau itu, hari ini sudah banyak berubah menjadi milik perorangan. Kalau seperti ini ya kita tegas aja, pakai pendekatan hukum,” tambah Dedi.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa pendekatan hukum yang dimaksud termasuk mengusut pihak-pihak yang mengalihkan fungsi danau menjadi kavling. Ia juga mengingatkan bahwa banyak tanah yang dulunya adalah danau, yang kini telah diubah menjadi sertifikat perorangan.
“Pendekatan hukumnya bagaimana? Laut di kavling, kejar siapa yang mengkavlingkannya, siapa yang mengeluarkan sertifikatnya. Tanah itu dulunya adalah danau, milik negara, dikuasai negara, tiba-tiba hari ini jadi girik, jadi sertifikat, pidanakan,” tegasnya.
Menurut Dedi, langkah tersebut diambil untuk memastikan agar pihak-pihak yang mengubah fungsi danau tersebut melepaskan hak mereka, sehingga danau-danau yang telah beralih fungsi bisa dikembalikan ke kondisi semula demi kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.
“Tugas saya dan seluruhnya hari ini adalah mengembalikan fungsi-fungsi alam di Jawa Barat,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











