Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
ilustrasi, warga tengah mengisi token listrik PLN.

Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan

Minggu, 2 Agustus 2026 18:37 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 17:39 WIB

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Minggu, 2 Agustus 2026 16:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tekan Kasus Stunting, Pemkab Bandung Barat Gencarkan Program Pelita Bening

By Putra JuangSelasa, 19 November 2024 14:02 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melaksanakan kegiatan Perangkat Daerah Peduli Ibu Hamil dan Balita beresiko Stunting (Pelita Bening) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di Desa Citatah Kecamatan Cipatat, Selasa (19/11/2024).

Kegiatan ini sebagai upaya menurunkan angka stunting di wilayah KBB. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bandung Barat memberikan tambahan protein hewani berupa telur ayam dan makanan bergizi kepada masyarakat di Desa Citatah, Kabupaten Bandung Barat.

“Dalam pelaksanaan program Pelita Bening ini salah satunya adalah pemberian telur dan makanan bergizi,” ucap Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir.

Soal stunting, Ade Zakir mengatakan, di Kabupaten Bandung Barat masih terbilang cukup tinggi yakni 25,1 persen. Namun angka stunting tersebut menurun 2,2 persen jika dibandingkan tahun lalu.

“Sasarannya ibu hamil, anak balita stunting jadi ada kriteria tersendiri bagi penerima bantuan yakni warga yang mengalami Kekurangan Energi Kronis,” ungkapnya.

Dalam kegiatan Pelita Bening ini, kata Ade, pihaknya akan mendistribusikan protein hewani berupa telur yakni sebanyak kurang lebih 650.000 butir. Dengan begitu, upaya penanganan stunting di wilayahnya bisa berjalan maksimal.

“Pemberian telur ini juga kita paksakan menganggarkan di perubahan. Jadi di tengah keterbatasan kita semua masih bisa memberikan telur. Insha Allah optimis bisa menurunkan dari 25,10 persen. Kalau targetnya 17,5 persen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Ridwan Abdullah Putra mengatakan, jumlah sasaran dari kegiatan Pelita Bening ini, sebanyak 34.334 warga di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

“Balita Tidak Naik (weightfaltering) sebanyak 30.358 anak, diberikan 1 butir per hari selama 14 hari, Balita Berat Badan Kurang (underweight) sebanyak 2.734 anak, diberikan 1 butir per hari selama 28 hari dan Ibu hamil KEK/ beresiko sebanyak 1.242 orang, diberikan 2 butir per hari selama 60 hari,” tuturnya.

Ridwan menegaskan, balita kurus dan dan ibu hamil KEK, mendapat penanganan berupa PMT lokal. Jumlah sasaran balita wasting yang mendapat PMT adalah seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang berisiko stunting.

“Sebanyak 1.740 anak (sumber dana BOK) dan 300 anak (sumber dana APBD) serta 1.127 orang (sumber dana BOK) dan 200 orang (sumber dana APBD) Ibu hamil KEK / beresiko yang tersebar di 32 wilayah puskesmas,” imbuhnya.

Ridwan mengatakan, tujuan dari pemberian tambahan protein hewani dan PMT lokal adalah untuk menambah asupan zat gizi terutama protein hewani yang sangat bermanfaat dalam pertumbuhan anak dan janin dalam kandungan.

“sehingga jika kebutuhan gizinya terpenuhi, dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan ini merupakan salah satu dari intervensi spesifik di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya. (Diskominfotik KBB)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ade Zakir KBB Pelita Bening Pemkab Bandung Barat Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.