Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Gila! Persib Jalani 60 Laga Musim Depan, Pelatih Minta Bantuan PSSI

Kamis, 18 Juni 2026 12:32 WIB

Prediksi Kanada vs Qatar: Tuan Rumah Siap Mengamuk, Qatar Terancam Pulang Tanpa Poin!

Kamis, 18 Juni 2026 12:02 WIB

Kejutan Pantai Timur Pangandaran: Jaring Nelayan Berhasil Daratkan Kerapu Raksasa 120 Kg

Kamis, 18 Juni 2026 11:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gila! Persib Jalani 60 Laga Musim Depan, Pelatih Minta Bantuan PSSI
  • Prediksi Kanada vs Qatar: Tuan Rumah Siap Mengamuk, Qatar Terancam Pulang Tanpa Poin!
  • Kejutan Pantai Timur Pangandaran: Jaring Nelayan Berhasil Daratkan Kerapu Raksasa 120 Kg
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 18 Juni 2026 Bagi-Bagi Skin Senjata Langka dan Hadiah Premium
  • Belanja Rokok Pakai Uang Palsu, Pria di Cimahi Malah Bikin Polisi Temukan Rp31 Juta di Rumahnya
  • Didikan Aktivis 98! Mengupas Omah Dongeng Marwah, Pabrik Kritik yang Lahirkan Tokoh Tangguh Tiyo Ardianto
  • Persib Bergerak Diam-Diam! Nama Jesé Rodriguez Muncul, Bobotoh Heboh
  • Ronaldo Pecahkan Rekor Dunia, Portugal Malah Gagal Menang di Piala Dunia 2026!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tekan Kasus Stunting, Pemkab Bandung Barat Gencarkan Program Pelita Bening

By Putra JuangSelasa, 19 November 2024 14:02 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melaksanakan kegiatan Perangkat Daerah Peduli Ibu Hamil dan Balita beresiko Stunting (Pelita Bening) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di Desa Citatah Kecamatan Cipatat, Selasa (19/11/2024).

Kegiatan ini sebagai upaya menurunkan angka stunting di wilayah KBB. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bandung Barat memberikan tambahan protein hewani berupa telur ayam dan makanan bergizi kepada masyarakat di Desa Citatah, Kabupaten Bandung Barat.

“Dalam pelaksanaan program Pelita Bening ini salah satunya adalah pemberian telur dan makanan bergizi,” ucap Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir.

Soal stunting, Ade Zakir mengatakan, di Kabupaten Bandung Barat masih terbilang cukup tinggi yakni 25,1 persen. Namun angka stunting tersebut menurun 2,2 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga:  Rajiv Ajak Warga Bandung Barat Perkuat Nilai-nilai Dasar Negara Lewat Pancasila

“Sasarannya ibu hamil, anak balita stunting jadi ada kriteria tersendiri bagi penerima bantuan yakni warga yang mengalami Kekurangan Energi Kronis,” ungkapnya.

Dalam kegiatan Pelita Bening ini, kata Ade, pihaknya akan mendistribusikan protein hewani berupa telur yakni sebanyak kurang lebih 650.000 butir. Dengan begitu, upaya penanganan stunting di wilayahnya bisa berjalan maksimal.

“Pemberian telur ini juga kita paksakan menganggarkan di perubahan. Jadi di tengah keterbatasan kita semua masih bisa memberikan telur. Insha Allah optimis bisa menurunkan dari 25,10 persen. Kalau targetnya 17,5 persen,” katanya.

Baca Juga:  Kantongi Izin Mendagri, Pj Bupati Bandung Barat Lantik Empat Pejabat Eselon 2

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Ridwan Abdullah Putra mengatakan, jumlah sasaran dari kegiatan Pelita Bening ini, sebanyak 34.334 warga di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

“Balita Tidak Naik (weightfaltering) sebanyak 30.358 anak, diberikan 1 butir per hari selama 14 hari, Balita Berat Badan Kurang (underweight) sebanyak 2.734 anak, diberikan 1 butir per hari selama 28 hari dan Ibu hamil KEK/ beresiko sebanyak 1.242 orang, diberikan 2 butir per hari selama 60 hari,” tuturnya.

Ridwan menegaskan, balita kurus dan dan ibu hamil KEK, mendapat penanganan berupa PMT lokal. Jumlah sasaran balita wasting yang mendapat PMT adalah seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang berisiko stunting.

Baca Juga:  Bansos Ibu Hamil Rp750 Ribu: Syarat, Cara Cek Penerima, dan Jadwal Pencairan

“Sebanyak 1.740 anak (sumber dana BOK) dan 300 anak (sumber dana APBD) serta 1.127 orang (sumber dana BOK) dan 200 orang (sumber dana APBD) Ibu hamil KEK / beresiko yang tersebar di 32 wilayah puskesmas,” imbuhnya.

Ridwan mengatakan, tujuan dari pemberian tambahan protein hewani dan PMT lokal adalah untuk menambah asupan zat gizi terutama protein hewani yang sangat bermanfaat dalam pertumbuhan anak dan janin dalam kandungan.

“sehingga jika kebutuhan gizinya terpenuhi, dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan ini merupakan salah satu dari intervensi spesifik di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya. (Diskominfotik KBB)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ade Zakir KBB Pelita Bening Pemkab Bandung Barat Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kejutan Pantai Timur Pangandaran: Jaring Nelayan Berhasil Daratkan Kerapu Raksasa 120 Kg

ilustrasi bansos

Belanja Rokok Pakai Uang Palsu, Pria di Cimahi Malah Bikin Polisi Temukan Rp31 Juta di Rumahnya

Didikan Aktivis 98! Mengupas Omah Dongeng Marwah, Pabrik Kritik yang Lahirkan Tokoh Tangguh Tiyo Ardianto

Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi

Gara-gara Blunder Iklan Sensitif, Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Negara Ini

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.