Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Trofi, John Herdman Sebut Juara Bersama Indonesia Lebih Spesial dari Piala Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 12:05 WIB
ilustrasi penembakan

Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata

Selasa, 6 Oktober 2026 11:58 WIB

Deretan Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT, Beras, hingga BSU Rp900 Ribu, Cek Daftarnya di Sini!

Selasa, 6 Oktober 2026 11:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Trofi, John Herdman Sebut Juara Bersama Indonesia Lebih Spesial dari Piala Dunia
  • Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata
  • Deretan Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT, Beras, hingga BSU Rp900 Ribu, Cek Daftarnya di Sini!
  • Menatap ACC 2026/2027, Persib Bandung Tebar Ancaman dan Bidik Start Sempurna di Si Jalak Harupat
  • Rumah di Antapani Bandung Terbakar Hebat, Pemilik Kaget Lihat Asap Tebal dari Lantai 2
  • Persib Bawa Kekuatan Terbaik ke Thailand? Ini Prediksi Susunan Pemain Lawan Port FC
  • Harga Emas Antam Anjlok! Cek Harga 1 Gram hingga 1.000 Gram Hari Ini
  • Bukan Lagi Spesialis Runner-Up! Perjuangan 35 Tahun Terbayar, Indonesia Raja Baru Asia Tenggara!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemkab Bandung Barat Tetapkan Status Siaga Kekeringan, Mulai September-Oktober 2024

By Putra JuangSenin, 2 September 2024 20:29 WIB2 Mins Read
Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menetapkan status siaga potensi kekeringan mulai September hingga Oktober 2024. Penetapan status siaga darurat ini menyusul musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober 2024.

Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan, wilayah berpotensi dilanda kekeringan sehingga menyebabkan kesulitan air bersih tersebar di wilayah selatan.

Mulai dari Cihampelas, Cililin, Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, dan Saguling. Serta wilayah Tengah meliputi Kecamatan Cipatat, Batujajar, Cikalongwetan, Ngamprah, dan Padalarang.

“Potensi kekeringan ada di wilayah tengah dan selatan. Tapi sampai hari ini laporan belum kekurangan air bersih masuk. Tapi terus kita pantau perkembangannya,” ucap Ade Zakir, Senin (2/9/2024).

Baca Juga:  Lawan Serangan Siber, Diskominfotik KBB Bentuk CSIRT

Dalam status siaga kekeringan ini, Pemda Bandung Barat telah menyiapkan petugas pengangkut air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Mereka bakal stand by tiap hari sehingga apabila ada laporan kekeringan langsung dipasok air bersih. Saat ini pemda telah memiliki 2 armada pengangkut air dengan kapasitas 5.000 liter,” ungkapnya.

“Kita sudah tanda tangan statsus kewaspadaan potensi kekeringannya. Kita juga dapat bantuan mobil tanki air dari BJB. Kalau tahun lalu kita hanya punya satu jadi agak repot. Sekarang mudah-mudahan bisa giliran kalau ada dua,” tambahnya.

Baca Juga:  Fasilitas Gagal Fungsi, Proyek COVID-19 Dinkes KBB Jadi Ajang Korupsi

Selain kekeringan sumber air, pihaknya tengah melakukan pemetaan dampak kemarau terhadap lahan pertanian. Guna memaksimalkan produksi petani di tengah kemarau, pihaknya menyiapkan intervensi dengan skema pompanisasi.

“Ya sampai hari ini kami berkoordinasi dengan Kadis Pertanian masih bisa terkendali. Karena sistemnya pompanisasi ada bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga:  Ade Zakir Resmi Dilantik Jadi Ketua Mabicab Gerakan Pramuka KBB

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Yan Cahya Djuarsa mengatakan, status siga kekeringan bisa sewaktu-waktu berubah menjadi tanggap darurat jika terjadi laporan kekeringan di beberapa wilayah.

“Memang sekarang masih siaga statusnya karena belum ada laporan kekurangan air bersih. Jadi indikator status tanggap bencana ini bisa berubah kapan saja, apalagi misalnya kalau terjadi kasus kekeringan di banyak wilayah,” tandasnya. (Diskominfotik KBB)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ade Zakir KBB Kekeringan Pemkab Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ilustrasi penembakan

Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata

Rumah di Antapani Bandung Terbakar Hebat, Pemilik Kaget Lihat Asap Tebal dari Lantai 2

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Antapani, Farhan Ancam Beri Sanksi Tegas Pejabat Setempat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Oktober 2026 Mulai Cair! 6 Bantuan Ini Siap Disalurkan, Cek Daftarnya

960 Gas Portable Sehari! Polisi Bongkar Pabrik Oplosan LPG 3 Kg di Bandung

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.