Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji

Selasa, 6 Oktober 2026 13:15 WIB

Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 13:08 WIB

Wajib Mampir! 5 Kuliner Legendaris dan Kekinian yang Jadi Buruan di Pasar Cihapit

Selasa, 6 Oktober 2026 12:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji
  • Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026
  • Wajib Mampir! 5 Kuliner Legendaris dan Kekinian yang Jadi Buruan di Pasar Cihapit
  • Bukan Cuma Trofi, John Herdman Sebut Juara Bersama Indonesia Lebih Spesial dari Piala Dunia
  • Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata
  • Deretan Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT, Beras, hingga BSU Rp900 Ribu, Cek Daftarnya di Sini!
  • Menatap ACC 2026/2027, Persib Bandung Tebar Ancaman dan Bidik Start Sempurna di Si Jalak Harupat
  • Rumah di Antapani Bandung Terbakar Hebat, Pemilik Kaget Lihat Asap Tebal dari Lantai 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

17 Hektare Lahan Pertanian di Desa Mekarsari Garut Terdampak Kekeringan

By Putra JuangKamis, 21 September 2023 16:41 WIB2 Mins Read
17 Hektare Lahan Pertanian di Desa Mekarsari Garut Terdampak Kekeringan. (Foto: garutkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyatakan, 17 hektare lahan pertanian di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong menghadapi masalah kekeringan.

Subkor Penanganan Bencana Alam Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dudung Sumirat mengatakan, pihaknya belum bisa mengidentifikasi apakah lahan pertanian di Desa Mekarsari masuk ke dalam kondisi ringan, sedang, berat, ataupun puso.

“Untuk saat ini kami belum bisa mengidentifikasi secara utuh. Kami nanti bisa melaporkan kondisi yang sebenarnya potensi, apakah ini masuknya kekeringan terancam atau sedang atau ringan, ini untuk lebih besaran kisaran ini belum semua bisa terindentifikasi,” ucap Dudung, Kamis (21/9/2023).

Dudung mengatakan, untuk saat ini pihaknya melaksanakan sebuah gerakan untuk membantu para petani agar lahannya bisa terairi kembali, sehingga tanaman tersebut dapat terselamatkan dari kondisi kekeringan guna mempertahankan produksi padi.

Baca Juga:  Ogah Kecolongan di Pemilu 2024, Bey Machmudin Pelototi Kabupaten Bogor

“Mudah-mudahan saja, kami dalam hal ini bisa mengantisipasi minimal kami bisa menurunkan tingkat kekeringan ini,” ungkapnya.

Dudung menjelaskan, saat ini pihaknya fokus pada penyedotan air dari sumber mata air untuk mengairi lahan pertanian yang membutuhkan. Dua alat, pompa air berukuran 3 inci dan floating pump, telah disiapkan untuk mempercepat proses tersebut.

“Harapan kami mudah-mudahan kegiatan ini bisa diikuti oleh kelompok-kelompok terdekat khususnya di Kecamatan Bayongbong ini dan mudah-mudahan saja kami dalam rangka penanganan bencana kekeringan ini ada dalam keberhasilan, ada dalam kelancaran,” jelasnya.

Baca Juga:  Bima Arya Pamer Foto Bareng Ridwan Kamil, Netizen: Serah Terima Jabatan Gubernur Jabar

Di sisi lain, Kepala Dusun 03 Desa Mekarsari, Linda menyebut, bahwa dari 17 hektar lahan pertanian di desa tersebut, 12 hektar terancam puso. Melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, 5 hektar berhasil diselamatkan melalui pengairan dari Sungai Cikeruh.

“Dan 5 hektar kita selamatkan, bukti penyelamatannya Harum Madu Desa Mekarsari Kecamatan Bayongbong bekerja sama dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Garut melaksanakan pengairan dengan sumber air yang ada di Sungai Cikeruh nah untuk mengairi daerah yang ada di blok Cikondang, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong,” terangnya.

Baca Juga:  Kontra Persikabo 1973, Pelatih Persib Ungkap Peluang Tampil Alberto dan Bechkam

Linda menekankan, pentingnya tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana kekeringan ini. Pihaknya juga mengaitkan kekeringan ekstrim dengan kurangnya pepohonan yang mampu menyerap air.

Di mana di sekitar hulu sudah jarang terlihat pepohonan yang bisa menyimpan cadangan air. Karena itu, dia pun mengajak pemerintah untuk gencar melakukan reboisasi demi mencegah kekeringan di masa depan.

“Jadi harapannya pemerintah dengan adanya kejadian kekeringan ekstrim semacam ini dapat menggelorakan lagi reboisasi untuk menangkal kekeringan yang akan terjadi di masa mendatang,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Kabupaten Garut Kekeringan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji

Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026

ilustrasi penembakan

Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata

Rumah di Antapani Bandung Terbakar Hebat, Pemilik Kaget Lihat Asap Tebal dari Lantai 2

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Antapani, Farhan Ancam Beri Sanksi Tegas Pejabat Setempat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.