Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah

Rabu, 20 Mei 2026 10:35 WIB

Persib Kirim Pesan Penting untuk Bobotoh Sebelum Duel Penutup Musim di GBLA

Rabu, 20 Mei 2026 10:17 WIB
Game Free Fire

Banjir Hadiah! Cek Cara Dapat 100 Diamond Gratis Lewat Kolaborasi Terbaru dan Daftar Kode Redeem FF 20 Mei 2026

Rabu, 20 Mei 2026 09:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah
  • Persib Kirim Pesan Penting untuk Bobotoh Sebelum Duel Penutup Musim di GBLA
  • Banjir Hadiah! Cek Cara Dapat 100 Diamond Gratis Lewat Kolaborasi Terbaru dan Daftar Kode Redeem FF 20 Mei 2026
  • Rumor Transfer Memanas: Berburu Winger Baru, Ini 5 Penyerang Sayap yang Dikaitkan dengan Persib Bandung!
  • Harga Emas Hari Ini 20 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik, Cek Rinciannya!
  • Kejutan Bursa Transfer: Bintang Liga Singapura Beri Sinyal Gabung Persib Bandung, Bakal Jadi Pemain Termahal?
  • Heboh! Video Viral Guru Bahasa Inggris Diduga Hoaks dan Penuh Kejanggalan
  • Persib di Ambang Sejarah! GBLA Siap Jadi Saksi Juara Super League 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah

By SusanaRabu, 20 Mei 2026 10:35 WIB5 Mins Read
Bacharuddin Jusuf Habibie. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Saat nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh Rp17.600 per dolar AS, nama Bacharuddin Jusuf Habibie kembali ramai diperbincangkan publik.

Di media sosial, banyak warganet membandingkan kondisi ekonomi saat ini dengan masa krisis 1998 ketika Indonesia berada di titik paling genting. Di tengah kehancuran ekonomi kala itu, muncul satu sosok yang justru berasal dari dunia teknik, bukan ekonomi: BJ Habibie.

Ia tidak pernah belajar ekonomi secara formal. Namun dalam waktu singkat, Habibie mampu membawa rupiah perlahan bangkit dari jurang krisis. Lebih dari itu, ia mengambil keputusan yang dianggap paling menyakitkan dalam hidupnya: menghentikan proyek pesawat nasional demi menyelamatkan negara.

Bagi sebagian generasi muda, nama BJ Habibie mungkin hanya dikenal sebagai tokoh film romantis “Ainun dan Habibie”. Padahal di balik kisah cintanya, Habibie adalah ilmuwan kelas dunia, perancang pesawat, sekaligus presiden yang mewarisi salah satu krisis ekonomi paling parah dalam sejarah Indonesia.

Dari Parepare Menuju Jerman

BJ Habibie lahir di Parepare pada 25 Juni 1936. Sejak kecil, ia dikenal memiliki kecerdasan luar biasa, terutama dalam bidang matematika dan teknologi.

Setelah menempuh pendidikan di Indonesia, Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan ke Jerman. Di negeri itu, kariernya melesat sangat cepat. Ia bahkan dipercaya bekerja di industri dirgantara Eropa dan berhasil menciptakan teori retakan pesawat yang kemudian dikenal sebagai “Teori Habibie”.

Penemuan tersebut membuat namanya diperhitungkan dalam dunia penerbangan internasional.

Namun di tengah karier cemerlangnya di Jerman, Habibie memilih pulang ke Indonesia pada 1973 setelah dipanggil Presiden Soeharto.

Baca Juga:  Dunia Hiburan Heboh! Andhara Early dan Bugi Ramadhana Cerai, Ujian Ekonomi Jadi Sorotan

Keputusan itu menjadi awal dari mimpi besar Habibie: membangun industri teknologi tinggi Indonesia.

Membangun Mimpi Bernama Pesawat Nasional

Pada 1976, Habibie mendirikan Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang kemudian berubah menjadi IPTN dan kini dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia.

Dari tempat inilah lahir berbagai proyek pesawat kebanggaan nasional, termasuk CN-235 dan N250 Gatotkaca.

Pesawat CN-235 merupakan hasil kerja sama Indonesia dengan perusahaan Spanyol CASA. Sementara N250 menjadi simbol ambisi besar Indonesia untuk sejajar dengan negara maju dalam industri penerbangan dunia.

Saat N250 sukses terbang perdana pada 1995, Indonesia menjadi sorotan dunia. Banyak negara mulai melirik kemampuan teknologi Indonesia. Bahkan pesawat buatan Habibie sempat diekspor ke Qatar, Pakistan, Thailand, Filipina hingga Korea Selatan.

Habibie percaya bahwa penguasaan teknologi adalah jalan menuju kemerdekaan ekonomi bangsa.

Krisis Moneter dan Runtuhnya Rupiah

Namun mimpi besar itu harus berbenturan dengan kenyataan pahit.

Pada 1997–1998, Indonesia dihantam krisis moneter Asia. Rupiah yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.500 per dolar AS anjlok drastis hingga menembus lebih dari Rp16.800 per dolar AS.

Harga kebutuhan pokok melambung. Banyak perusahaan bangkrut. Pengangguran meningkat tajam. Kepercayaan investor runtuh.

Kini, ketika rupiah kembali menyentuh Rp17.600 per dolar AS, banyak masyarakat mengingat kembali masa kelam tersebut.

Ekonomi Indonesia memang masih sangat bergantung pada impor bahan baku. Ketika dolar menguat, biaya produksi industri ikut melonjak. Dampaknya terasa langsung pada harga kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Di tengah situasi kacau itulah, Habibie naik menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto pada 1998.

Presiden Teknik yang Menyelamatkan Ekonomi

Baca Juga:  Hadirkan Mantan Menteri Keuangan, Bey Harap Lewat Capacity Building Wawasan OPD dan BUMD Meningkat

Banyak pihak awalnya meragukan Habibie. Ia dikenal sebagai ahli pesawat, bukan ekonom.

Namun justru di tangan Habibie, berbagai langkah penting dilakukan untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Dalam masa pemerintahan yang hanya sekitar 17 bulan, Habibie melakukan reformasi besar:

  • Membentuk independensi Bank Indonesia
  • Merestrukturisasi perbankan nasional
  • Mendorong lahirnya Bank Mandiri dari penggabungan bank-bank bermasalah
  • Menstabilkan politik nasional pasca-reformasi
  • Memulihkan kepercayaan investor asing

Hasilnya mulai terlihat. Rupiah perlahan menguat hingga berada di kisaran Rp6.550 per dolar AS.

Banyak ekonom menilai stabilitas tersebut menjadi fondasi penting kebangkitan ekonomi Indonesia pasca-krisis.

Pengorbanan Terbesar: Menghentikan N250

Di balik keberhasilan itu, ada pengorbanan yang sangat besar.

Salah satu syarat bantuan IMF kepada Indonesia saat itu adalah penghentian subsidi terhadap proyek-proyek strategis yang dianggap membebani anggaran negara, termasuk IPTN dan proyek N250.

Bagi Habibie, keputusan itu seperti menghancurkan mimpinya sendiri.

N250 bukan sekadar pesawat. Itu adalah simbol perjuangan hidupnya selama puluhan tahun. Namun sebagai presiden, Habibie memilih mengutamakan keselamatan ekonomi rakyat dibanding ambisi pribadinya.

Ia rela menghentikan proyek yang paling dicintainya demi menyelamatkan rupiah dan menjaga Indonesia tetap berdiri.

Keputusan tersebut hingga kini masih dikenang sebagai salah satu bentuk nasionalisme terbesar dalam sejarah modern Indonesia.

Warganet Bandingkan dengan Kondisi Sekarang

Di tengah melemahnya rupiah saat ini, sebagian warganet kemudian membandingkan gaya kepemimpinan Habibie yang kala itu rela menghentikan proyek pesawat nasional N250 demi menjaga stabilitas ekonomi negara.

Narasi tersebut berkembang luas di media sosial. Banyak publik melihat keputusan Habibie sebagai simbol bahwa kepentingan ekonomi nasional ditempatkan di atas ambisi proyek besar negara.

Baca Juga:  Dicicil Belum Lunas, Ridwan Kamil Diduga Beli Mobil BJ Habibie Pakai Uang Korupsi

Komentar-komentar bernada kritik pun bermunculan di media sosial. Ada yang meminta pemerintah mengevaluasi program-program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih agar anggaran negara lebih fokus menjaga kestabilan ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Komentar-komentar itu ramai dikutip dari Instagram @mental_juara, Rabu (20/5/2026).

“Cukup BUTUH 2 thn DOANG EKONOMI INDONESIA SDH KEMBALI MEMBAIK THN 2000 THN INDONESIA MILENIUM!! NEVER FORGET,” tulis akun @rf***

“Stop mog dan kopdes skrg jg! Rampingkan dan resuffle kabinet, yakin dolar akan turun ke level 16 ribuan,” tulis akun @gar***

“ORDE MBG skrg presidennya sgt egois mikir proyeknya sendiri,” tulis akun @nov***

Perbandingan tersebut muncul karena banyak publik melihat Habibie sebagai pemimpin yang rela mengorbankan proyek kebanggaannya demi kepentingan negara.

Habibie dan Warisan yang Tak Pernah Mati

BJ Habibie meninggal dunia pada 11 September 2019 akibat gagal jantung. Ia dimakamkan di samping istrinya, Hasri Ainun Habibie, di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Namun warisan Habibie tidak pernah benar-benar hilang.

Ia meninggalkan semangat bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara maju melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pesawat N250 memang tidak lagi mengudara. Tetapi mimpi besar Habibie tetap hidup melalui generasi muda, industri dirgantara Indonesia, dan sosok-sosok yang percaya bahwa kemajuan bangsa tidak lahir dari rasa takut.

Di tengah situasi rupiah yang kembali melemah hari ini, nama Habibie kembali dikenang bukan hanya sebagai ilmuwan jenius, melainkan juga negarawan yang rela mengorbankan mimpinya demi menyelamatkan Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BJ Habibie CN235 dolar naik ekonomi Habibie selamatkan rupiah IMF Indonesia IPTN krisis moneter 1998 N250 Gatotkaca Presiden Habibie PT Dirgantara Indonesia rupiah anjlok sejarah BJ Habibie
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.