bukamata.id – Umat Islam di seluruh dunia tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh beberapa pekan ke depan. Momen suci ini identik dengan ibadah kurban—salah satu syariat penting dalam Islam sebagai wujud kepatuhan dan kepedulian sosial.
Namun, bagaimana jika seorang Muslim belum mampu berkurban karena keterbatasan ekonomi? berikut penjelasannya dengan teks khutbah Jumat 23 Mei 2025.
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd.
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Dengan limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya, kita dipertemukan kembali di bulan penuh keutamaan, bulan Dzulhijjah, yang menjadi salah satu momen paling agung dalam kalender Islam.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah di jalan kebenaran hingga hari kiamat.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Tak terasa, Hari Raya Idul Adha semakin dekat. Hari besar ini identik dengan ibadah kurban, sebagai bentuk ketundukan dan cinta seorang hamba kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.
Namun, Islam adalah agama yang adil dan penuh kasih. Bagi saudara-saudara kita yang belum mampu melaksanakan kurban karena keterbatasan ekonomi, jangan bersedih. Allah tetap membuka pintu pahala yang luas bagi siapa pun yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan hari-hari sepuluh (Dzulhijjah) ini.”
(HR. Bukhari)
Lebih dari itu, dalam riwayat Imam Ahmad dan al-Bazzar disebutkan:
“Barang siapa membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa ilaaha illallah), dan takbir (Allahu Akbar) sebanyak 100 kali sebelum terbit matahari selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berkurban.”
Subhanallah. Betapa besar kemurahan Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Amalan ringan, namun bernilai luar biasa di sisi-Nya.
Maka dari itu, perbanyaklah amal saleh di hari-hari ini: berdzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan melaksanakan puasa sunnah, khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Khutbah Kedua
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan 10 hari pertama Dzulhijjah ini sebagai momentum untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal. Jangan biarkan keterbatasan materi menghalangi langkah kita menuju ridha Allah. Justru, di saat kita bersungguh-sungguh meski dengan amal yang sederhana, di situlah letak keistimewaan seorang mukmin.
Perbanyaklah takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar. Sempurnakan pula dengan sedekah, silaturahmi, dan memaafkan sesama. Insya Allah, Allah akan menyempurnakan pahala kita sebagaimana orang-orang yang berkurban dengan harta terbaiknya.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, memberikan keberkahan pada rezeki kita, dan mempertemukan kita dengan Idul Adha dalam keadaan penuh keimanan.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









