Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta

Kamis, 30 April 2026 21:28 WIB

Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2

Kamis, 30 April 2026 21:10 WIB

Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan

Kamis, 30 April 2026 21:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
  • Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2
  • Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan
  • Awas Jebakan! Link Video Viral Tasya Gym Bandar Batang Ternyata Pintu Masuk Hacker?
  • ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
  • Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 1 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tingginya PHK di Jabar, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas SDM dan Koneksi Ordal

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 22 Januari 2026 19:17 WIB3 Mins Read
Ribuan pencari kerja memadati acara bursa kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi di Gedung Presiden University, Cikarang Utara, Selasa (27/5/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat yang tercatat sebagai tertinggi di Indonesia kembali menjadi sorotan. Isu ini mencuat dalam pertemuan di Hotel Holiday Inn, Kamis (22/1/2026), saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan penjelasan panjang mengenai dinamika ketenagakerjaan di provinsi dengan basis industri terbesar di Tanah Air tersebut.

Menurut Dedi, persoalan PHK tidak bisa dibaca secara hitam-putih. Ia menilai, perlu ada pembedaan tegas antara perusahaan yang menghentikan operasional dan mem-PHK pekerja, dengan arus investasi baru yang justru membuka lapangan kerja.

“PHK itu adalah perusahaan yang sudah berdiri lalu menghentikan lapangan kerja. Sementara investasi adalah dana yang masuk dan merekrut karyawan baru. Yang di-PHK bisa jadi ada yang bekerja lagi, bisa juga tidak. Tapi jangan disamakan,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, data yang kerap muncul ke publik sering kali merupakan akumulasi angka masuknya tenaga kerja baru dari investasi, bukan semata data perusahaan yang tutup.

Baca Juga:  Setelah Menuai Polemik, Program Barak Militer Pelajar Jabar Bakal Disetop?

“Kalau ada PHK, berarti ada data investasi yang keluar. Tapi kan juga ada yang masuk. Nah, angka sekian itu biasanya data yang masuk yang baru,” katanya.

Namun di balik itu, Dedi mengakui ada persoalan struktural yang lebih dalam, yakni keterputusan antara dunia industri dan kualitas angkatan kerja lokal Jawa Barat.

Menurutnya, salah satu masalah utama adalah tidak semua lowongan kerja di industri diisi oleh angkatan kerja yang tercatat dalam database Jawa Barat. Banyak posisi, terutama di kelas menengah industri, justru diisi tenaga kerja dari luar daerah.

“Problem di Jawa Barat itu ketika perusahaan merekrut, yang masuk tidak semua dari angkatan kerja yang tersedia di Jawa Barat. Banyak yang dari luar,” ucapnya.

Ia mencontohkan, latar belakang manajemen perusahaan sering berpengaruh pada komposisi tenaga kerja, atau bisa dibilang koneksi orang dalam (ordal).

Baca Juga:  Damai Secara Lisan, Konflik Yai Mim dan Sahara Tetap Berlanjut ke Ranah Hukum

“Kalau manajernya orang Garut, pasti banyak bawa orang Garut. Kalau manajernya orang luar Jawa Barat, dia juga bawa orang dari kampungnya. Maka yang harus diisi itu kelas menengah industrinya,” jelas Dedi.

Dari situlah, Pemprov Jabar, kata dia, mendorong penguatan pendidikan vokasi dan sekolah kejuruan yang lebih spesifik dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

“Makanya program diploma tiga dibiayai, sekolah-sekolah kejuruan diperbanyak, yang spesifik. Itu sebenarnya untuk menjawab angkatan kerja kelas menengah,” katanya.

Meski demikian, Dedi menegaskan pemerintah daerah tidak bisa membuat aturan yang mewajibkan perusahaan merekrut warga lokal karena terbentur Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Enggak boleh bikin ketentuan begitu. Di undang-undang ketenagakerjaan tidak boleh ada diskriminasi. Jadi yang bisa dilakukan itu pendekatan sosial, misalnya memprioritaskan warga sekitar,” ujarnya.

Lebih jauh, Dedi juga menyinggung cara pandang terhadap angkatan kerja yang selama ini masih terlalu sempit dan berorientasi pada sektor formal.

Baca Juga:  Viral Adu Argumen Wabup Garut vs Warga, Menantu Dedi Mulyadi Dinilai Baperan

“Sekarang jangan selalu menghitung angkatan kerja itu orang yang bekerja di industri formal. Banyak anak muda hari ini bekerja di sektor nonformal, konten kreator, usaha kecil, pedagang keliling, usaha kafe. Bisa jadi di data BPS dia pengangguran, padahal dia berpenghasilan,” katanya.

Menurut Dedi, definisi produktivitas ke depan harus lebih menekankan pada keberadaan penghasilan, bukan semata status kerja formal.

“Bagi saya, angkatan kerja yang produktif itu mereka yang berpenghasilan, bukan hanya mereka yang bekerja di sektor formal,” tutupnya.

Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan di Jawa Barat tidak bisa hanya dijawab dengan narasi investasi dan penyerapan tenaga kerja. Di tengah tingginya angka PHK, tantangan sesungguhnya justru terletak pada pembenahan kualitas SDM, koneksi pendidikan dengan industri, serta keberpihakan sistem ketenagakerjaan agar warga lokal dapat diserap menjadi tenaga kerja.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Angka PHK Tertinggi Dedi Mulyadi investasi ketenagakerjaan PHK Jawa Barat Tenaga Kerja Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.