Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!

Kamis, 30 Juli 2026 02:00 WIB

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tinjau Kawasan Masjid Al Jabbar, Sekda Jabar Evaluasi 3 Area Paling Krusial

By Putra JuangSelasa, 16 April 2024 15:48 WIB3 Mins Read
Sekda Jabar, Herman Suryatman saat meninjau kawasan Masjid Al Jabbar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekrataris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman akan melakukan evaluasi dalam pengelolaan Masjid Al Jabbar. Hal ini sebagai bentuk respons atas permasalahan yang timbul di masjid yang terletak di Gedebage, Kota Bandung tersebut.

Herman mengatakan, evaluasi tersebut terbagi menjadi tiga bagian yakni untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

“Saya kebetulan diberi amanah pak gubernur menjadi ketua harian DKM, saya tadi langsung rapat kecil dengan teman-teman untuk mengevaluasi secara komprehensif pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar ini, ada yang sifatnya jangka pendek, ada yang sifatnya jangka menengah dan jangka panjang,” ucap Herman ditemui usai meninjau kawasan Masjid Al Jabbar, Selasa (16/4/2024).

Untuk evaluasi jangka pendek, Herman memastikan permasalahan di tiga area paling krusial yakni tempat parkir, penitipan alas kaki, hingga transportasi akan segera diselesaikan.

“Saya kira bu Ikeu (Dewi Sartika, Analis Kebijakan Ahli Utama di Sekretariat Daerah) kemarin sudah langsung membahas dengan stakeholder terkait di lapangan dan kami pastikan mulai hari kemarin itu tidak ada lagi pungutan liar di area Masjid Al-Jabbar,” katanya.

“Jadi 3 area itu yang kita antisipasi tidak boleh ada pungutan liar, tentu untuk semua area tapi tiga area tadi itu paling krusial,” tambahnya.

Bahkan, Herman pun sempat berkomunikasi dengan koordinator odong-odong yang ada di kawasan Masjid Al Jabbar, untuk memastikan tidak ada pemaksaan dalam memberikan tarif kepada para pengunjung.

“Saya minta mereka bisa kita pegang untuk memastikan tidak boleh ada asas manfaat, misalnya keliling sekitar area Masjid Al-Jabbar Rp5.000 tapi ujug-ujug diminta Rp10.000 atau ada kutipan-kutipan yang tidak perlu dan tidak boleh ada pemaksaan,” tegasnya.

Selain itu, Herman juga meminta kepada para pedagang plastik untuk tidak lagi berjualan di kawasan Masjid Al Jabbar.

“Jadi tidak boleh ada plastik, karena tempat penitipan sudah kita sediakan kecuali ada yang inisiatif masyarakat bawa sendiri, jadi tidak diperbolehkan jual beli plastik, walaupun maksudnya itu untuk membantu, tapi faktanya kan terjadi pungutan liar di sana,” tegasnya.

Terkait area parkir, pihaknya telah meminta Primkop Kartika untuk bertanggung jawab dan memastikan tidak boleh ada pihak luar yang menyusup kemudian melakukan pungutan liar.

“Pungutan liar kemarin, itu di luar sepengetahuan kami, itu dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan bukan bagian dari yang kerja sama dengan kami, Primkop Kartika,” imbuhnya.

Menurutnya, seluruh evaluasi ini dimaksudkan untuk memastikan pengunjung yang datang ke Masjid Al-Jabbar merasa nyaman, tenang dan tidak terganggung oleh hal-hal yang seharusnya tidak terjadi.

“Tidak ada kutipan, tidak ada pungutan liar, itu jangka pendeknya. Tentu kami tadi diskusi dengan teman-teman, kami sedang mempersiapkan skema jangka menengah dan panjangnya, untuk memastikan para jama’ah maupun pengunjung bisa nyaman, bisa tenang dan aman berkunjung di sini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suyatman Masjid Al Jabbar pungli pungutan liar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.