bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi langsung kawasan terdampak longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk melihat kondisi lapangan dari dekat. Kehadirannya dibagikan melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Dedi tampak berada di area bencana sambil memantau proses evakuasi korban yang masih dilakukan oleh tim gabungan. Ia menyampaikan bahwa lokasi yang dikunjunginya berada di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dedi Mulyadi menyoroti kondisi lingkungan di sekitar titik longsor. Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya merupakan wilayah pegunungan yang semestinya ditumbuhi pepohonan sebagai penahan tanah dan pengatur aliran air. Namun, kondisi itu kini telah berubah.
Ia menjelaskan bahwa area tersebut telah mengalami alih fungsi lahan dan digunakan sebagai kebun bunga serta pertanian sayuran. Perubahan tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap terjadinya longsor.
“Lokasinya berubah, tadinya area pegunungan, semuanya diubah jadi perkebunan sayur. Ini juga jadi salah satu penyebab longsor,” ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sementara itu, upaya pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. Longsor terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar dini hari, saat sebagian besar warga tengah beristirahat.
Seiring berjalannya proses evakuasi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mengalami peningkatan. Di sisi lain, data korban hilang terus diperbarui berdasarkan hasil pencarian di lapangan.
Sebelumnya, bencana tanah longsor melanda Desa Pasirlangu dan menyebabkan puluhan rumah warga tertimbun material tanah. Peristiwa ini berdampak luas, dengan sejumlah korban jiwa dan puluhan warga lainnya sempat dinyatakan hilang.
Material longsoran menerjang dua kawasan permukiman, yakni Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda yang berada di RW 11 dan RW 10. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut hampir sepanjang pekan terakhir membuat kondisi tanah menjadi tidak stabil dan memicu longsor.
Tim SAR gabungan langsung diterjunkan sejak pagi hari untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Hingga Sabtu sore, proses tersebut masih berlangsung dan dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari cuaca yang belum sepenuhnya membaik hingga medan yang sulit dijangkau alat berat.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail turut meninjau lokasi bencana dan menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak cukup signifikan. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka tertimbun longsoran tanah.
“Ada 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa terdampak bencana ini, sebanyak 23 orang berhasil selamat, 8 orang telah ditemukan meninggal dunia,” ujar Jeje kepada wartawan.
Selain korban meninggal, sejumlah warga masih dalam pencarian. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus mengupayakan pencarian dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










