bukamata.id – Perjalanan seorang bocah berusia 11 tahun berinisial AG berakhir tragis. Warga Desa Dawagung, Kecamatan Cisayong itu meninggal dunia setelah terserempet kereta api di kawasan Kampung Nangewer, Desa Cidahu, Tasikmalaya, Jumat (3/4/2026) siang.
Peristiwa ini terjadi saat korban bersama tiga temannya berjalan kaki menyusuri rel kereta menuju rumah neneknya.
Berangkat Sejak Pagi, Korban Pamit ke Rumah Nenek
Paman korban, Dedi (37), menjelaskan bahwa AG berpamitan kepada ibunya sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Ia meminta bekal dan menyampaikan rencana pergi ke rumah neneknya.
“Memang pamitnya mau pergi ke rumah neneknya. Tapi biasanya naik angkot, bukan jalan kaki lewat rel seperti ini,” ujar Dedi.
Perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer melalui rel kereta bukan kebiasaan korban, sehingga keluarga tidak menyangka hal tersebut berujung petaka.
Kronologi Kejadian: Panik Saat Kereta Datang dari Belakang
Insiden terjadi saat keempat anak tersebut melintasi jembatan rel di Kampung Nangewer. Tiba-tiba, kereta api melaju dari arah belakang.
Dalam kondisi panik, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berlari di atas jembatan yang sempit. Namun nahas, korban diduga tidak sempat menghindar dan terserempet kereta.
AG ditemukan dalam kondisi tergeletak di tepi rel dengan luka serius di bagian kepala.
“Teman-temannya berusaha menolong dan membawa korban ke jalan kampung terdekat,” kata Dedi.
Sempat Ditolong Warga, Korban Meninggal Dunia
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan menghubungi keluarga korban. Namun, nyawa AG tidak tertolong.
Sementara itu, tiga teman korban dilaporkan selamat, meski mengalami syok akibat kejadian tersebut.
Polisi Lakukan Penyelidikan, Jenazah Dibawa ke RSUD
Usai kejadian, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr Soekardjo untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih mendalami kronologi kejadian.
“Korban sudah dibawa ke rumah sakit, dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Imbauan: Waspada Aktivitas di Jalur Rel Kereta
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak.
Pengawasan orang tua dan edukasi keselamatan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










