Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 1 Menit 56 Detik! Warganet Diimbau Waspada

Rabu, 25 Maret 2026 21:04 WIB

Tragis! Kematian Anak Harimau Benggala Picu Kritik Keras ke Pengelola Bandung Zoo

Rabu, 25 Maret 2026 20:55 WIB

Terbongkar! Kejanggalan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit, Ternyata Ada yang Tak Sinkron?

Rabu, 25 Maret 2026 20:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 1 Menit 56 Detik! Warganet Diimbau Waspada
  • Tragis! Kematian Anak Harimau Benggala Picu Kritik Keras ke Pengelola Bandung Zoo
  • Terbongkar! Kejanggalan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit, Ternyata Ada yang Tak Sinkron?
  • Video Tak Senonoh Oknum Polisi NTT Viral di Medsos, Link Diburu Netizen
  • Sungkeman Paling Ekstrem! Ada ‘Tendangan Lebaran’ dan Salto Sampai Orang Tua Bengek
  • Cuma 2 Jam dari Jakarta! 6 Spot Wisata Purwakarta Paling Hits Siap Segarkan Pikiran di Akhir Pekan
  • Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab
  • DPRD Jabar Soroti Pelayanan Medis Pemudik, Rencana Pos Kesehatan Permanen Segera Dibangun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 25 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragis! Kematian Anak Harimau Benggala Picu Kritik Keras ke Pengelola Bandung Zoo

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 20:55 WIB2 Mins Read
Dua bayi harimau Benggala lahir dari induk Jelita dan jangan Shah Rukh Khan di Bandung Zoo, Sabtu (12/7/2025). Foto Dok Bandung Zoo.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kematian seekor anak Harimau Benggala bernama Hara di Bandung Zoo menuai kritik dari pegiat lingkungan.

Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dedi Kurniawan menilai kematian tersebut terjadi di tengah persoalan pengelolaan yang belum tuntas.

Dedi yang juga Ketua FK3I Pusat menyebut pihaknya geram atas kabar kematian satwa dilindungi tersebut.

Ia menilai, kondisi pengelolaan kebun binatang yang masih bermasalah turut menjadi sorotan.

“Kami geram mendengar berita kematian anak harimau Benggala di tengah konflik pengelolaan yang berkepanjangan,” kata Dedi, Rabu (25/3/2026).

Ia mengatakan, saat ini Bandung Zoo berada di bawah pengelolaan pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Bandung.

Meski operasional kebun binatang masih ditutup, menurutnya kedua pihak tetap bertanggung jawab terhadap hak hidup dan kesejahteraan satwa.

Namun demikian, Dedi menilai belum terlihat adanya upaya nyata terkait konservasi ex situ dari para pengelola.

Ia justru menyoroti adanya kecenderungan pengelolaan berbasis kepentingan bisnis.

“Yang kami lihat tidak ada upaya konservasi ex situ yang diungkapkan para pengelola. Yang ada hanya memikirkan penguasaan berbasis bisnis,” ujarnya.

Dedi juga mempertanyakan kronologi sebelum kematian Hara. Ia menilai informasi terkait kondisi satwa sebelum mati hingga penanganan medis yang diberikan belum disampaikan secara terbuka.

“Kami belum mendapat informasi pra kematian anak harimau tersebut. Apakah sakit dulu lalu mati? Apakah saat sakit dilakukan penanganan khusus? Ditangani di lokasi atau di rumah sakit hewan? Mati di mana?” kata dia.

Ia mendesak pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk menyampaikan informasi secara transparan dan tidak sekadar menunggu hasil nekropsi.

“Saya pikir pihak pemkot dan Kemenhut harus terbuka dan detail memberikan informasi. Jangan hanya normatif menunggu nekropsi dokter,” tegasnya.

Dedi menilai ada kejanggalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Pihaknya pun akan terus meminta klarifikasi dan validasi terkait kematian satwa tersebut.

“Ada kejanggalan yang akan kami tagih pada pengelola. Pra kematiannya harus dibuka dan ditelusuri. Kami akan terus mengejar konfirmasi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa persoalan yang terjadi bukan sekadar konflik antar pemerintah, melainkan lebih pada perebutan kepentingan pengelolaan.

“Ini bukan konflik pemerintah pusat dan daerah, tapi konflik penguasaan bisnis yang dimainkan dua institusi tersebut,” kata Dedi.

Menurutnya, konflik yang berlarut berpotensi berdampak pada satwa.

“Selalu ada korban di tengah konflik,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung zoo terbaru hara harimau mati harimau benggala bandung zoo kematian satwa dilindungi konflik pengelolaan kebun binatang walhi jabar kritik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab

DPRD Jabar Soroti Pelayanan Medis Pemudik, Rencana Pos Kesehatan Permanen Segera Dibangun

Hara, Anak Harimau Benggala Tewas di Bandung Zoo, Penyebab Belum Terungkap

H+2 Jadi Puncak Arus Balik di Bandung, Volume Kendaraan Tembus 149 Ribu

Mirip Film! 7 Ekor Anjing Kompak Jalan Kaki 17KM Demi Kabur dari Jagal

Tiang PJU Roboh di Jalan Riau Bandung, Tak Ada Korban Jiwa

Terpopuler
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh Video Viral Ukhti Mukena Pink, Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor? Ini Faktanya
  • Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Benarkah Ada Link Telegram Part 2?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.