Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong

Rabu, 16 September 2026 01:00 WIB

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Selasa, 15 September 2026 21:36 WIB

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Selasa, 15 September 2026 20:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
  • Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

H+2 Jadi Puncak Arus Balik di Bandung, Volume Kendaraan Tembus 149 Ribu

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 15:17 WIB2 Mins Read
Kondisi lalin arus balik di Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung arah Bandung mulai ramai oleh pemudik yang mengarah ke Bandung, Selasa (24/3/2026). Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 telah terjadi pada H+2 atau Selasa (24/3) dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 149 ribu.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, mengatakan puncak tersebut terlihat dari tren pergerakan kendaraan yang tercatat dalam data harian.

“Kalau dilihat dari data H+2 kemarin, arus balik yang terjadi menurut prediksi kami sudah menjadi puncak arus balik,” kata Ruddy, Rabu (25/3/2026).

Ia menyebut lonjakan arus balik masih berpotensi terjadi pada H+6 atau akhir pekan. Namun, jumlah kendaraan diperkirakan tidak akan melampaui volume saat H+2.

Baca Juga:  Angklung, Angkot Pintar di Bandung, Solusi Canggih atau Masalah Baru Sopir Angkot?

“Walaupun nanti di H+6 menjadi puncak arus balik kedua, menurut prediksi kami jumlah kendaraannya tidak akan melampaui yang terjadi di H+2,” ujarnya.

Dishub mencatat masih ada sekitar 220 ribu kendaraan yang belum kembali. Pergerakan diperkirakan tersebar pada H+3 hingga H+5 sebelum kembali meningkat di H+6.

Ruddy menjelaskan, lonjakan kendaraan tertinggi terjadi pada malam hari, khususnya selepas magrib hingga pukul 22.00 WIB.

Baca Juga:  Bandung Siap Membiru! Dishub Kepung 8 Titik Amankan Pawai Persib

“Periode tertinggi itu dari jam 7 sampai 10 malam. Dalam satu jam bisa mencapai 10 ribu kendaraan,” ucapnya.

Ia menambahkan, arus balik masih didominasi kendaraan roda dua dengan persentase sekitar 57–60 persen.

Sementara itu, hingga H+3 atau Rabu (25/3/2026) pukul 10.00 WIB, arus kendaraan dari arah selatan menuju Bandung masih tergolong tinggi dan berada di atas lalu lintas harian rata-rata (LHR).

“Sudah sekitar 46 ribu kendaraan. Padahal normalnya 35 ribu per hari, jadi ini masih cukup tinggi,” jelasnya.

Baca Juga:  Terminal Cicaheum Resmi Ditutup Total Hari Ini, Seluruh Bus Dialihkan ke Leuwipanjang

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub bersama Polresta Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik, terutama di kawasan Nagreg.

Menurut Ruddy, skema one way dan buka-tutup diberlakukan secara situasional mengikuti arah kepadatan kendaraan.

Selain itu, di Lingkar Nagreg dilakukan pengaturan lajur dengan tiga jalur ke arah Bandung dan satu jalur ke arah Garut sejak H+1.

“Ini untuk menambah kapasitas jalan agar arus tetap bergerak dan tidak terjadi penumpukan, khususnya ke arah Cileunyi,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dishub bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.