Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Ribuan Pekerja Wisata, Dishub: Lalu Lintas Bandung Lumpuh di Beberapa Titik

By Aga GustianaSenin, 21 Juli 2025 16:55 WIB2 Mins Read
Aksi Pekerja Wisata di Jabar
Aksi Pekerja Wisata di Jabar. (Foto: Dok Warga)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai daerah di Jawa Barat menggelar aksi damai di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025). Mereka menuntut pencabutan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA yang dinilai merugikan sektor pariwisata secara luas.

Peserta aksi datang menggunakan puluhan bus pariwisata yang terparkir di sepanjang Jalan Diponegoro dan sekitarnya. Massa berasal dari berbagai lini industri wisata—mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pemilik biro perjalanan, pengelola destinasi wisata, pengrajin oleh-oleh, hingga pelaku UMKM dan seniman lokal.

Aksi ini dipelopori oleh Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB). Mereka menyatakan, sejak SE 45 diberlakukan, angka kunjungan wisatawan merosot tajam, menyebabkan banyak agenda wisata dibatalkan dan perputaran ekonomi tersendat. Akibatnya, ribuan keluarga kehilangan sumber penghasilan.

Dishub: Jalan-Jalan Vital Macet Total

Kehadiran ribuan massa ini memicu kepadatan parah di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara, menyampaikan bahwa blokade kendaraan, terutama bus pariwisata, terjadi di beberapa titik krusial.

“Area yang terdampak terutama Jalan Diponegoro, Mochtar Kusumaatmadja (Surapati), Sentot Ali Basyah, dan Majapahit. Kemacetan tak terhindarkan dari arah barat ke timur,” ujar Asep.

Ia juga menambahkan bahwa petugas gabungan dari Dishub dan kepolisian telah turun ke lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas guna meredam kepadatan.

Emosi Meninggi di Lapangan

Menurut Asep, sempat terjadi ketegangan antara pengguna jalan dan peserta aksi. Kedua pihak saling terpancing emosi akibat kemacetan yang tak kunjung terurai.

“Ya, jadi kalau itu mah pasti semuanya emosi, kan gitu. Emosi pengendara lain karena macet, emosi juga dari para teman-teman dari kru bis itu sama lah,” ujarnya.

Blokade Bus dan Pengalihan Arus

Dishub memastikan pengalihan arus lalu lintas sudah dilakukan. Kendaraan yang hendak melintasi kawasan aksi dialihkan melalui flyover dan jalur alternatif guna menghindari titik-titik penumpukan kendaraan.

Meski begitu, belum ada kejelasan kapan blokade akan diakhiri. Asep menyatakan pihaknya hanya bisa berharap massa segera membuka jalur demi kelancaran bersama.

“Kalau dari pengalihan semua kendaraan yang menuju barat ataupun kendaraan yang menuju timur ya diarahkan turun di fly over masing-masing agar supaya salah satunya tidak terjadi penumpukan di sini.” katanya.

Jalur Vital Bandung Terganggu

Aksi ini tidak hanya memadati Gedung Sate, tetapi juga berpotensi meluas ke Gerbang Tol Pasteur, salah satu akses utama menuju dan keluar Kota Bandung. Jika rencana ini terealisasi, dampaknya akan jauh lebih besar, terutama bagi mobilitas logistik dan wisatawan yang biasa menggunakan jalur tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aksi Pekerja Wisata Demo Pariwisata dishub bandung Gedung Sate kemacetan Bandung P3JB Pemprov Jabar rekayasa lalu lintas Surat Edaran 45 Tol Pasteur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.