Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Selasa, 5 Mei 2026 15:53 WIB

Bayar PBB Kini Bisa Dicicil, bank bjb Hadirkan Layanan bjb T-PBB di 40 Wilayah

Selasa, 5 Mei 2026 15:34 WIB

Persib Menang, Beckham Putra Siap Tempur di Laga Sarat Gengsi Kontra Persija

Selasa, 5 Mei 2026 15:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya
  • Bayar PBB Kini Bisa Dicicil, bank bjb Hadirkan Layanan bjb T-PBB di 40 Wilayah
  • Persib Menang, Beckham Putra Siap Tempur di Laga Sarat Gengsi Kontra Persija
  • Sambut Hari Pendidikan Nasional 2026, bank bjb Ajak Masyarakat Terus Berinovasi Melalui Belajar
  • Link Video Original Bandar Membara Bergetar Viral, Warganet Ramai Cari Versi Lengkap
  • Bukan Keajaiban! Rahasia Abdul Malik, Anak SD yang Tembus Fakultas Kedokteran UPI di Usia 9 Tahun
  • Bojan Hodak Gaspol! Persib Incar Maarten Paes hingga Gaston Avila di Bursa Transfer
  • Polemik Razia Rambut Siswi di Garut: Antara Penegakan Aturan dan Luka Psikologis Anak Didik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Audit Proyek Pembangunan Jabar 2025, Dedi Mulyadi Ogah Bayar Pekerjaan yang Asal-asalan

By Aga GustianaSelasa, 13 Januari 2026 15:18 WIB2 Mins Read
Proyek pembangunan jalan di Jawa Barat. (Foto: Instagram Dedi Mulyadi)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap mengambil langkah tegas terhadap proyek pembangunan yang dikerjakan sepanjang tahun anggaran 2025. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil pekerjaan sebelum pembayaran akhir kepada para kontraktor direalisasikan.

Dedi menegaskan, kontraktor yang menghasilkan pekerjaan dengan mutu di bawah standar tidak akan menerima pembayaran penuh. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan di Bandung, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa Pemprov Jabar saat ini memiliki dana sebesar Rp621 miliar yang dialokasikan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran proyek. Namun, dana tersebut baru akan dicairkan setelah hasil audit lapangan menunjukkan kualitas pekerjaan yang sesuai ketentuan.

“Pembayaran pekerjaan pembangunan senilai Rp621 miliar tersebut akan dilakukan setelah Pemda Provinsi Jawa Barat mengaudit hasil pekerjaan. Dengan begitu, akan diketahui kualitas pekerjaan itu termasuk sangat baik, baik, atau kurang baik,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Ratusan Kepsek di Jabar Terancam Dicopot Imbas Gelar Study Tour

Menurut Dedi, transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran publik merupakan prinsip utama yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan, setiap rupiah uang negara harus berbanding lurus dengan kualitas hasil pembangunan.

“Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya,” tambahnya.

Adapun dana pelunasan proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) serta penerimaan pajak kendaraan bermotor yang masuk setiap hari. Dedi pun mengapresiasi partisipasi masyarakat Jawa Barat yang dinilai sangat patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Baca Juga:  Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien, Dedi Mulyadi: Cabut Gelarnya!

“Terima kasih kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang bersemangat membayar pajak,” katanya.

Tak hanya mengandalkan pengawasan internal, Gubernur Jawa Barat juga membuka ruang partisipasi publik. Ia mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi hasil pembangunan dengan menyampaikan kritik dan masukan melalui media sosial, guna menciptakan pengawasan yang terbuka dan objektif.

“Masyarakat Jawa Barat silakan untuk menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial mengenai pekerjaan pembangunan,” ucap Dedi.

Sebagai catatan, Pemprov Jabar sebelumnya mencatat kondisi keuangan yang cukup ekstrem di penghujung tahun anggaran, dengan sisa saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hanya Rp500.000. Situasi tersebut terjadi bersamaan dengan adanya kewajiban pembayaran proyek senilai Rp621 miliar dalam APBD 2025.

Baca Juga:  Diskominfo Jabar Diduga Sebarkan Foto Tanpa Izin, Neni Nur Hayati Jadi Sasaran Serangan Digital

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa kondisi tunda bayar tersebut dipengaruhi oleh strategi anggaran yang agresif. Target pendapatan ditetapkan tinggi, sementara belanja publik dijalankan secara maksimal.

“Pak Gubernur memberikan arahan bahwa APBD 2025 kita kan progresif. Pendapatannya kita pasang kencang, belanjanya kencang, alhamdulillah ya ternyata belanjanya luar biasa. Nah, dari sisi pendapatan, bukan berarti kinerja pendapatan tidak baik ya, tapi targetnya yang di atas rata-rata,” ujar Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD 2025 Audit Proyek Dedi Mulyadi kontraktor Pembangunan Jawa Barat Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Bukan Keajaiban! Rahasia Abdul Malik, Anak SD yang Tembus Fakultas Kedokteran UPI di Usia 9 Tahun

Polemik Razia Rambut Siswi di Garut: Antara Penegakan Aturan dan Luka Psikologis Anak Didik

Gebrakan Besar! RF Hospitality Luncurkan Hotel Mewah Ashva di Jantung Ubud

Kecewa ke Dedi Mulyadi, Warga Bogor Barat Ancam ‘Cerai’ dari Jabar dan Gabung Banten

DPRD Jabar Siapkan Ranperda Perlindungan Keluarga dari Dampak Era Digital dan Isu Sosial

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.