Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis

Rabu, 13 Mei 2026 18:05 WIB

Catat! Jadwal Operasional bank bjb Selama Libur Nasional dan Cuti Bersama Mei 2026

Rabu, 13 Mei 2026 17:38 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cuan! bank bjb Tebar Cashback hingga Rp100 Ribu via Aplikasi DIGI

Rabu, 13 Mei 2026 17:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis
  • Catat! Jadwal Operasional bank bjb Selama Libur Nasional dan Cuti Bersama Mei 2026
  • Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cuan! bank bjb Tebar Cashback hingga Rp100 Ribu via Aplikasi DIGI
  • Lari Gratis di Dieng Caldera Race 2026? Cukup Nabung di bank bjb, Begini Caranya!
  • Bojan Hodak Akui Laga Sulit, Persib Dihantui Absennya Pemain Kunci
  • Video Guru Bahasa Inggris vs Siswa, Bikin Heboh, Ada Kejanggalan Mengejutkan di Menit ke 2
  • Ada Sekolahmu? Ini Daftar Lengkap 41 Calon Sekolah Maung di Jabar
  • Panduan Lengkap SPMB Kota Bandung 2026: Aturan Baru, Jalur, dan Jadwal Penting yang Wajib Diketahui Orang Tua
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diskominfo Jabar Diduga Sebarkan Foto Tanpa Izin, Neni Nur Hayati Jadi Sasaran Serangan Digital

By Aga GustianaSabtu, 19 Juli 2025 11:18 WIB2 Mins Read
Diskominfo Jabar
Tangkapan layar konten di Instagram @diskominfojabar yang menampilkan foto aktivis demokrasi, Neni Nur Hayati. (Foto: Instagram @DISKOMINFOJABAR)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati, menjadi sasaran serangan digital setelah menyampaikan kritik terhadap praktik pencitraan politik oleh kepala daerah. Ia menyebut, akun-akun pendukung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlibat dalam aksi perundungan tersebut, bahkan menyatakan bahwa akun resmi Diskominfo Jabar ikut menyebarkan fotonya tanpa izin.

“Saya juga mendapatkan informasi bahwa foto saya bahkan muncul di akun resmi Diskominfo Jabar, berkolaborasi dengan akun @jabarprovgoid,” ujar Neni dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Kamis (17/7/2025).

Serangan ini bermula dari unggahan video TikTok Neni bertanggal 5 Mei 2025. Dalam video berdurasi singkat tersebut, ia mengimbau kepala daerah hasil Pemilu 2024 agar tidak terjebak dalam upaya pencitraan berlebihan. Neni juga menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam pengambilan keputusan serta menolak penggunaan buzzer untuk membungkam kritik warga.

“Saya sama sekali tidak menyebut Gubernur Jawa Barat secara khusus. Video itu bersifat umum dan ditujukan untuk semua kepala daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  Status Darurat Sampah Diperpanjang, Pemda Bandung Raya Diminta Kelola Sampah Masing-masing

Namun pasca unggahan tersebut, Neni mengalami gelombang serangan di media sosial. Mulai dari komentar bernada kasar hingga penyebaran foto pribadinya yang, menurutnya, diunggah secara sepihak oleh akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya sangat menyayangkan langkah Pemprov Jabar yang memposting foto saya tanpa izin, menafsirkan secara sepihak, dan menyebarluaskannya di akun Diskominfo,” ujarnya.

Baca Juga:  Asal Usul Munculnya Pagar Laut di Bekasi, Ternyata Ini Tujuannya

Tindakan tersebut memunculkan kritik dari berbagai kalangan, mengingat akun media sosial resmi pemerintah—termasuk Diskominfo Jabar—seharusnya berfungsi sebagai kanal komunikasi dan edukasi publik, bukan sebagai alat untuk menyerang warga yang menyuarakan pendapatnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh redaksi bukamata.id kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Adi Komar, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran publik terhadap penggunaan akun pemerintahan dalam dinamika politik digital. Banyak pihak menilai bahwa tindakan seperti ini dapat menciptakan preseden buruk bagi kebebasan berekspresi di ruang digital, terlebih jika dilakukan oleh lembaga pemerintah yang seharusnya netral dan melindungi hak sipil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aktivis demokrasi buzzer politik Diskominfo Jabar kebebasan berekspresi Neni Nur Hayati Pemprov Jabar serangan digital
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis

Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cuan! bank bjb Tebar Cashback hingga Rp100 Ribu via Aplikasi DIGI

Ada Sekolahmu? Ini Daftar Lengkap 41 Calon Sekolah Maung di Jabar

Nama Mafia Jepang Dipakai Dakwah di Kediri, Cucu Gus Miek Disentil Netizen: Gak Takut Yakuza Aslinya Marah?

Nyaris Dibakar Hidup-Hidup! Polisi Gagalkan Penyekapan 3 Anak di Bandung

Viral Dugaan Intimidasi Siswi Peserta LCC 4 Pilar MPR 2026 di Kalbar, Muncul Ancaman Somasi!

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.