Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!

Selasa, 13 Oktober 2026 09:29 WIB

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Selasa, 13 Oktober 2026 09:17 WIB

Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa

Selasa, 13 Oktober 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!
  • Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa
  • Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni
  • Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
  • Jadwal Super Padat Bikin Pemain Tumbang, Thom Haye Buka Suara Soal Fasilitas Recovery Persib
  • Era Baru Pengajuan Bansos: Cukup Gunakan NIK KTP, Proses Verifikasi Cuma Hitungan Menit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Asal Usul Munculnya Pagar Laut di Bekasi, Ternyata Ini Tujuannya

By Putra JuangKamis, 16 Januari 2025 16:52 WIB2 Mins Read
Pagar Laut di Bekasi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah heboh pagar laut sepanjang 30 kilometer di pesisir utara Tangerang, kasus serupa kembali muncul di pesisir utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Untuk diketahui, pagar laut di Tangerang sudah terkonfirmasi bukan dibuat oleh PSN PIK 2. Namun, hasil swadaya masyarakat setempat untuk memecah ombak dan menahan abrasi.

Sedangkan di Bekasi, proyek itu membentuk garis panjang menyerupai tanggul sepanjang kurang lebih 8 kilometer. Beberapa alat berat pun terpantau berada di lokasi.

Belakangan diketahui, jika pagar laut tersebut dibangun atas kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dengan dua perusahaan swasta untuk memperbaiki akses menuju pelabuhan.

Dalam perjanjian kerja sama itu, terungkap jika pihak perusahaan swasta itu menyanggupi untuk melakukan penataan pelabuhan dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).

Baca Juga:  ASN Pemprov Jabar Wajib Netral di Pilkada, Bey: Jangan Berpihak dan Memihak

Nantinya, akan ditata dan dibangun kios dan alur pelabuhan yang lebih teratur untuk masyarakat dan nelayan. Pemerintah juga mengklaim nantinya proyek itu akan menghilangkan kios-kios yang kumuh menjadi lebih tertata.

Bahkan, pembangunan proyek pagar laut itu diklaim sudah disosialisasikan kepada para nelayan terkait batas kepemilikan dan dampaknya terhadap kegiatan melaut mereka.

Dalam perjalanannya, proyek misterius itu sempat menuai protes dari para aktivis lingkungan dan nelayan setempat. Mereka menilai, keberadaan pagar laut itu, selain mengganggu aktivitas dalam mencari ikan juga bisa merusak ekosistem.

Baca Juga:  Pesan Bey Machmudin untuk Dedi Mulyadi: Sejahterakan Warga

Para nelayan bahkan mengakui hasil tangkapan ikan mereka menurun drastis setelah adanya pagar laut itu. Jika biasanya sehari bisa menangkap sekitar 40 kilogram ikan, kini tangkapan ikan mereka hanya sekitar 5 kilogram saja.

Belakangan juga diketahui kalau proyek tersebut dibangun sejak 2023 lalu. Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menduga, proyek itu dibuat untuk kepentingan reklamasi.

WALHI menilai, keberadaan pagar laut di Bekasi itu bisa merusak ekosistem dan menganggu aktivitas para nelayan.

Pemprov Jabar sendiri menolak pembangunan proyek yang menyerupai pagar laut itu disebut misterius. Sebab, proyek itu sudah melalui kajian dan dibangum berdasarkan perjanjian kerjasama antara pemerintah dengan perusahaan swasta.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Hentikan Alih Fungsi Hutan dan Sawah

Pemprov Jabar menyatakan, dalam pembangunan pelabuhan perikanan itu ada tiga fasilitas yang harus dipenuhi.

Ketiganya adalah fasilitas pokok, berupa dermaga dan mercusuar, fasilitas penunjang seperti fasilitas umum, mesjid, MCK dan tempat istirahat.

Selanjutnya, fasilitas fungsional berupa tempat pelelangan ikan, pabrik es dan kios-kios kuliner serta hasil pengolahan ikan.

Dengan beragam fungsinya nanti, semua pihak yang berkepentingan bisa memahami dan tidak menimbulkan persepsi yang simpang siur terkait keberadaan pagar laut di pesisir utara Bekasi itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.