Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bobotoh

Dilarang Masuk Stadion! Bobotoh Harus Tahan Diri di Laga Panas Persib vs Persija

Kamis, 7 Mei 2026 05:00 WIB

Viral Video Tasya Gym 15 Menit, Hoaks Atau Benar Ada?

Kamis, 7 Mei 2026 04:00 WIB

Laga Lawan Persija Jadi Final! Umuh Muchtar Pasang Target Brutal ke Persib

Kamis, 7 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dilarang Masuk Stadion! Bobotoh Harus Tahan Diri di Laga Panas Persib vs Persija
  • Viral Video Tasya Gym 15 Menit, Hoaks Atau Benar Ada?
  • Laga Lawan Persija Jadi Final! Umuh Muchtar Pasang Target Brutal ke Persib
  • Update Kode Redeem FC Mobile 7 Mei 2026: Klaim Pack Pemain Gratis dan Gems Hari Ini!
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 7 Mei 2026: Dapatkan Skin Weapon Langka dan Diamond Gratis Hari Ini
  • Dicari-Cari! Ini Link Video Asli Tasya Gym Bandar Batang Bergetar
  • Gagal Rebut Peralta? Persib Kena Kejut Besar di Bursa Transfer
  • Dituduh Lakukan Penghasutan, Grace Natalie Resmi Dilaporkan 40 Ormas Islam ke Polisi Terkait Video JK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 7 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tren Padel Meledak di Indonesia: Potensi Besar, Jangan Ulangi Nasib Swedia

By SusanaJumat, 26 September 2025 14:20 WIB3 Mins Read
llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.
Ilustrasi olahraga Padel. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah tren bersepeda (gowes) sempat melanda Indonesia, kini giliran padel yang jadi primadona baru di dunia olahraga tanah air. Permainan raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini ramai dibicarakan anak muda hingga selebritas.

Pertanyaannya, akankah hype padel bertahan lama atau akan bernasib sama seperti di Swedia?

Di Negeri Skandinavia itu, industri padel sempat booming antara 2016–2020 dengan pertumbuhan lapangan hingga 1.000%. Namun, ekspansi terlalu cepat dan kurang berkelanjutan membuat pasar jenuh.

Banyak pengusaha padel Swedia terpaksa menutup lapangan karena jumlah pemain tak sebanding dengan fasilitas yang ada.

Bahkan salah satu perusahaan terbesar, We Are Padel, harus menutup sekitar 50% fasilitasnya pada 2022 akibat kerugian besar.

Asal-usul dan Ciri Khas Padel

Baca Juga:  Padel, Olahraga Raket Modern yang Kian Digemari di Bandung

Padel sendiri merupakan olahraga raket yang pertama kali berkembang di Meksiko pada tahun 1969. Permainan ini kemudian menyebar luas ke Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya, hingga kini mulai digandrungi di Asia, termasuk Indonesia.

Sekilas, padel terlihat mirip dengan tenis dan squash karena dimainkan menggunakan raket serta bola khusus. Namun yang membedakan adalah lapangan padel lebih kecil dari lapangan tenis dan dikelilingi dinding kaca atau tembok yang justru menjadi bagian dari permainan karena bola dapat memantul ke dinding sebelum dikembalikan.

Permainan padel biasanya dimainkan berpasangan (ganda), sehingga cocok dijadikan olahraga sosial yang menyenangkan. Selain itu, padel dianggap lebih mudah dipelajari dibanding tenis, karena raketnya lebih ringan dan aturan mainnya lebih sederhana.

Baca Juga:  Padel, Olahraga Raket Modern yang Kian Digemari di Bandung

Manfaat Padel untuk Tubuh dan Sosial

Manfaat olahraga ini pun tidak kalah menarik, mulai dari melatih kelincahan, meningkatkan koordinasi tubuh, hingga membakar kalori dalam jumlah cukup banyak.

Tidak heran jika padel kini dilirik banyak orang yang ingin berolahraga sambil tetap bersenang-senang.

Seiring meningkatnya popularitas, beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai membuka lapangan padel untuk umum. Dengan tren yang semakin berkembang, bukan tidak mungkin olahraga padel akan menjadi salah satu gaya hidup baru masyarakat urban.

Padel di Indonesia: Peluang dan Tantangan

Di Indonesia, fenomena padel baru dimulai. Lapangan-lapangan padel bermunculan di kota besar, menjadi aktivitas baru yang seru untuk olahraga bareng teman atau kolega. Popularitasnya tak lepas dari keunggulannya:

  • Minim kontak fisik sehingga relatif aman.
  • Bersifat sosial, bisa dimainkan berpasangan.
  • Seru dan strategis, cocok untuk semua usia.
Baca Juga:  Padel, Olahraga Raket Modern yang Kian Digemari di Bandung

Meski begitu, pakar mengingatkan agar pelaku industri padel di Indonesia belajar dari pengalaman Swedia.

Pertumbuhan lapangan, bisnis peralatan, dan event padel harus dirancang berkelanjutan agar tren ini tidak sekadar jadi hype sesaat.

Dengan perencanaan yang tepat, padel berpotensi menjadi olahraga mainstream baru di Indonesia yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif, pariwisata, hingga event olahraga internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

lapangan padel olahraga padel Padel Indonesia padel tenis permainan padel raket padel sejarah padel tren padel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Video Tasya Gym 15 Menit, Hoaks Atau Benar Ada?

Update Kode Redeem FC Mobile 7 Mei 2026: Klaim Pack Pemain Gratis dan Gems Hari Ini!

Game Free Fire

Buruan Klaim! Kode Redeem FF 7 Mei 2026: Dapatkan Skin Weapon Langka dan Diamond Gratis Hari Ini

Dicari-Cari! Ini Link Video Asli Tasya Gym Bandar Batang Bergetar

Heboh di TikTok, Video 15 Menit Tasya Gym Jadi Buruan Netizen

Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.