Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Luka Menalo Jadi Bintang Comeback Persib, Ungkap Rahasia Maung Bandung Bisa Hajar Port FC

Jumat, 9 Oktober 2026 11:36 WIB

Kemarau Bikin Ikan di Waduk Cirata Mati Massal, Peternak Merugi hingga Puluhan Kilogram per Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 11:02 WIB

88 Seoul Bandung Minta Maaf Usai Pelanggan Keluhkan Kesehatan, Gerai Ditutup Semetara

Jumat, 9 Oktober 2026 10:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Luka Menalo Jadi Bintang Comeback Persib, Ungkap Rahasia Maung Bandung Bisa Hajar Port FC
  • Kemarau Bikin Ikan di Waduk Cirata Mati Massal, Peternak Merugi hingga Puluhan Kilogram per Hari
  • 88 Seoul Bandung Minta Maaf Usai Pelanggan Keluhkan Kesehatan, Gerai Ditutup Semetara
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok Rp15.000, Cek Daftar Lengkap Hari Ini
  • Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemain Persib Usai Comeback Dramatis atas Port FC
  • Bunga Lokal di Tanah Eropa! Gak Nyangka, Begini Cara Anggun C Sasmi Wariskan Darah Nusantara ke Anaknya di Paris
  • KPM Wajib Tahu! Bansos Tahap 4 2026 Masuk Periode Oktober, Cek Status Lewat HP
  • Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 9 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tren Padel Meledak di Indonesia: Potensi Besar, Jangan Ulangi Nasib Swedia

By SusanaJumat, 26 September 2025 14:20 WIB3 Mins Read
llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.
Ilustrasi olahraga Padel. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah tren bersepeda (gowes) sempat melanda Indonesia, kini giliran padel yang jadi primadona baru di dunia olahraga tanah air. Permainan raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini ramai dibicarakan anak muda hingga selebritas.

Pertanyaannya, akankah hype padel bertahan lama atau akan bernasib sama seperti di Swedia?

Di Negeri Skandinavia itu, industri padel sempat booming antara 2016–2020 dengan pertumbuhan lapangan hingga 1.000%. Namun, ekspansi terlalu cepat dan kurang berkelanjutan membuat pasar jenuh.

Banyak pengusaha padel Swedia terpaksa menutup lapangan karena jumlah pemain tak sebanding dengan fasilitas yang ada.

Bahkan salah satu perusahaan terbesar, We Are Padel, harus menutup sekitar 50% fasilitasnya pada 2022 akibat kerugian besar.

Asal-usul dan Ciri Khas Padel

Padel sendiri merupakan olahraga raket yang pertama kali berkembang di Meksiko pada tahun 1969. Permainan ini kemudian menyebar luas ke Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya, hingga kini mulai digandrungi di Asia, termasuk Indonesia.

Sekilas, padel terlihat mirip dengan tenis dan squash karena dimainkan menggunakan raket serta bola khusus. Namun yang membedakan adalah lapangan padel lebih kecil dari lapangan tenis dan dikelilingi dinding kaca atau tembok yang justru menjadi bagian dari permainan karena bola dapat memantul ke dinding sebelum dikembalikan.

Permainan padel biasanya dimainkan berpasangan (ganda), sehingga cocok dijadikan olahraga sosial yang menyenangkan. Selain itu, padel dianggap lebih mudah dipelajari dibanding tenis, karena raketnya lebih ringan dan aturan mainnya lebih sederhana.

Manfaat Padel untuk Tubuh dan Sosial

Manfaat olahraga ini pun tidak kalah menarik, mulai dari melatih kelincahan, meningkatkan koordinasi tubuh, hingga membakar kalori dalam jumlah cukup banyak.

Tidak heran jika padel kini dilirik banyak orang yang ingin berolahraga sambil tetap bersenang-senang.

Seiring meningkatnya popularitas, beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai membuka lapangan padel untuk umum. Dengan tren yang semakin berkembang, bukan tidak mungkin olahraga padel akan menjadi salah satu gaya hidup baru masyarakat urban.

Padel di Indonesia: Peluang dan Tantangan

Di Indonesia, fenomena padel baru dimulai. Lapangan-lapangan padel bermunculan di kota besar, menjadi aktivitas baru yang seru untuk olahraga bareng teman atau kolega. Popularitasnya tak lepas dari keunggulannya:

  • Minim kontak fisik sehingga relatif aman.
  • Bersifat sosial, bisa dimainkan berpasangan.
  • Seru dan strategis, cocok untuk semua usia.

Meski begitu, pakar mengingatkan agar pelaku industri padel di Indonesia belajar dari pengalaman Swedia.

Pertumbuhan lapangan, bisnis peralatan, dan event padel harus dirancang berkelanjutan agar tren ini tidak sekadar jadi hype sesaat.

Dengan perencanaan yang tepat, padel berpotensi menjadi olahraga mainstream baru di Indonesia yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif, pariwisata, hingga event olahraga internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok Rp15.000, Cek Daftar Lengkap Hari Ini

Bunga Lokal di Tanah Eropa! Gak Nyangka, Begini Cara Anggun C Sasmi Wariskan Darah Nusantara ke Anaknya di Paris

Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri

5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak

10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga

Perut Keroncongan Saat Hujan? Ini 4 Kuliner Hangat yang Bikin Nagih di Bandung

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.