Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Senin, 24 Agustus 2026 19:25 WIB

Mauro Zijlstra Bongkar Alasan Tinggalkan Persija, Ada Satu Target Besar di Arema FC

Senin, 24 Agustus 2026 18:58 WIB

Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Portal Pendaftaran Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Formasinya

Senin, 24 Agustus 2026 17:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja
  • Mauro Zijlstra Bongkar Alasan Tinggalkan Persija, Ada Satu Target Besar di Arema FC
  • Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Portal Pendaftaran Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Formasinya
  • Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!
  • Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia
  • Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data
  • Kisah Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi Muhammad SAW yang Menyimpan Pelajaran Berharga
  • Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Trump Kenakan Tarif Impor 32% ke Indonesia, Lebih Tinggi dari Malaysia

By Aga GustianaSelasa, 8 Juli 2025 09:52 WIB2 Mins Read
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Reuters/Carlos Barria)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif impor baru bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Melalui sebuah surat resmi yang ia unggah di media sosial pribadinya, Trump menyampaikan bahwa Indonesia akan dikenakan tarif impor sebesar 32%.

Surat tersebut juga dikirimkan kepada beberapa negara anggota ASEAN seperti Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Jika dibandingkan, tarif untuk Indonesia lebih tinggi daripada Malaysia yang dikenai 25%, namun masih lebih rendah dibandingkan Myanmar dan Laos yang dikenai tarif 40%, serta Thailand dan Kamboja yang dikenai 36%.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Selasa (8/7/2025), Trump belum menyertakan informasi mengenai Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Namun, khusus untuk Vietnam, Trump telah lebih dulu menyatakan bahwa negara tersebut akan dikenakan tarif sebesar 20%. Tarif tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menurunkan ketegangan perdagangan dengan salah satu mitra dagang utama AS.

Menurut Trump, semua produk asal Vietnam akan terkena bea masuk 20%, sementara barang dari negara lain yang dikirim ulang melalui Vietnam akan dikenai tarif lebih tinggi, yakni 40%. Sebagai bagian dari kesepakatan dagang baru, Vietnam tetap diizinkan mengekspor produk AS dengan tarif nol persen.

Baca Juga:  Dulu Lawan Penguasa, Kini Said Iqbal Resmi Masuk Istana! Pengkhianatan atau Strategi?

“Saya merasa terhormat mengumumkan bahwa saya baru saja menyelesaikan perjanjian dagang dengan Republik Sosialis Vietnam,” kata Trump, seperti dikutip dari Reuters.

Indonesia Dianggap Menyumbang Defisit Dagang AS

Baca Juga:  Ini Alasan Megawati Tak Hadir di Pelantikan Prabowo-Gibran

Pemerintah AS akan mulai memberlakukan kebijakan tarif ini per 1 Agustus 2025. Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Trump menyebutkan bahwa hubungan dagang antara kedua negara sejatinya kuat, tetapi telah menyebabkan defisit perdagangan di pihak AS.

Sebagai langkah korektif, Trump menetapkan tarif baru sebesar 32% terhadap seluruh produk asal Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat. Ia juga memperingatkan bahwa barang-barang yang dikirim ulang untuk menghindari tarif akan tetap dikenakan bea masuk yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Prabowo Tetap Jalankan Tugas Menhan Jelang Debat Cawapres Malam Ini

“Tarif 32% ini masih lebih rendah dari yang seharusnya kami terapkan jika tujuan utamanya adalah menutup defisit perdagangan antara kedua negara,” ujar Trump dalam surat tersebut.

Kebijakan ini menandai langkah lanjutan dari pendekatan proteksionis Trump dalam hubungan dagang internasional, yang sebelumnya sudah memicu berbagai respons dari negara mitra dagang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Indonesia Prabowo Subianto Vietnam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung

Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.