Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Igor Tolic Diskors, Bisakah Tetap Dampingi Persib Lawan Melbourne Victory?

Senin, 26 Oktober 2026 13:35 WIB
PENUSUKAN

Bawa Dua Pisau, Pria Diduga Tusuk Mantan Kekasih di Cipedes Bandung

Senin, 26 Oktober 2026 13:11 WIB

Inara Rusli Tagih Isbat Nikah, Insanul Fahmi Justru Hadir di Ulang Tahun Anak Bersama Mawa

Senin, 26 Oktober 2026 12:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Igor Tolic Diskors, Bisakah Tetap Dampingi Persib Lawan Melbourne Victory?
  • Bawa Dua Pisau, Pria Diduga Tusuk Mantan Kekasih di Cipedes Bandung
  • Inara Rusli Tagih Isbat Nikah, Insanul Fahmi Justru Hadir di Ulang Tahun Anak Bersama Mawa
  • Teja Paku Alam Cedera, Lini Belakang Persib Bandung Kian Mengkhawatirkan
  • Kartu Merah Jadi Petaka, Pelatih Garudayaksa Akui Timnya Dirugikan Lawan Persib
  • Tragedi Maut Pasar Caringin Bandung: Pemicu Bentrokan, Fakta Korban, dan Respons Farhan
  • Sempat Lambaikan Tangan, Atlet Selam Peraih 2 Emas Porprov Jateng Meninggal saat Bertanding
  • Operasi Patuh 2026 Digelar 26 Oktober–8 November, Ini Daftar Pelanggaran yang Diincar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Trump Kenakan Tarif Impor 32% ke Indonesia, Lebih Tinggi dari Malaysia

By Aga GustianaSelasa, 8 Juli 2025 09:52 WIB2 Mins Read
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Reuters/Carlos Barria)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif impor baru bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Melalui sebuah surat resmi yang ia unggah di media sosial pribadinya, Trump menyampaikan bahwa Indonesia akan dikenakan tarif impor sebesar 32%.

Surat tersebut juga dikirimkan kepada beberapa negara anggota ASEAN seperti Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Jika dibandingkan, tarif untuk Indonesia lebih tinggi daripada Malaysia yang dikenai 25%, namun masih lebih rendah dibandingkan Myanmar dan Laos yang dikenai tarif 40%, serta Thailand dan Kamboja yang dikenai 36%.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Selasa (8/7/2025), Trump belum menyertakan informasi mengenai Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Namun, khusus untuk Vietnam, Trump telah lebih dulu menyatakan bahwa negara tersebut akan dikenakan tarif sebesar 20%. Tarif tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menurunkan ketegangan perdagangan dengan salah satu mitra dagang utama AS.

Menurut Trump, semua produk asal Vietnam akan terkena bea masuk 20%, sementara barang dari negara lain yang dikirim ulang melalui Vietnam akan dikenai tarif lebih tinggi, yakni 40%. Sebagai bagian dari kesepakatan dagang baru, Vietnam tetap diizinkan mengekspor produk AS dengan tarif nol persen.

Baca Juga:  Siapakah Prof Brian Yuliarto? Calon Mendikti Saintek yang Akan Dilantik Presiden Prabowo

“Saya merasa terhormat mengumumkan bahwa saya baru saja menyelesaikan perjanjian dagang dengan Republik Sosialis Vietnam,” kata Trump, seperti dikutip dari Reuters.

Indonesia Dianggap Menyumbang Defisit Dagang AS

Baca Juga:  Temui Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar, Prabowo Ingatkan Pesan Gus Dur soal Keberagaman

Pemerintah AS akan mulai memberlakukan kebijakan tarif ini per 1 Agustus 2025. Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Trump menyebutkan bahwa hubungan dagang antara kedua negara sejatinya kuat, tetapi telah menyebabkan defisit perdagangan di pihak AS.

Sebagai langkah korektif, Trump menetapkan tarif baru sebesar 32% terhadap seluruh produk asal Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat. Ia juga memperingatkan bahwa barang-barang yang dikirim ulang untuk menghindari tarif akan tetap dikenakan bea masuk yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Komentar Prabowo soal Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu

“Tarif 32% ini masih lebih rendah dari yang seharusnya kami terapkan jika tujuan utamanya adalah menutup defisit perdagangan antara kedua negara,” ujar Trump dalam surat tersebut.

Kebijakan ini menandai langkah lanjutan dari pendekatan proteksionis Trump dalam hubungan dagang internasional, yang sebelumnya sudah memicu berbagai respons dari negara mitra dagang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Indonesia Prabowo Subianto Vietnam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PENUSUKAN

Bawa Dua Pisau, Pria Diduga Tusuk Mantan Kekasih di Cipedes Bandung

Tragedi Maut Pasar Caringin Bandung: Pemicu Bentrokan, Fakta Korban, dan Respons Farhan

Sempat Lambaikan Tangan, Atlet Selam Peraih 2 Emas Porprov Jateng Meninggal saat Bertanding

Operasi Patuh 2026 Digelar 26 Oktober–8 November, Ini Daftar Pelanggaran yang Diincar

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Oktober 2026: Rp2,54 Juta, Buyback Rp2,33 Juta

Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.