Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Kamis, 30 April 2026 17:26 WIB

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Kamis, 30 April 2026 16:29 WIB

Persib Tertekan? Beckham: Ini Tantangan, Bukan Beban!

Kamis, 30 April 2026 16:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan
  • Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas
  • Persib Tertekan? Beckham: Ini Tantangan, Bukan Beban!
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral, Ternyata Ini Isinya
  • Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya
  • Prediksi Bhayangkara FC vs Persib: Misi Rebut Takhta di Lampung dan Adu Mekanik Pemain Kunci
  • Munster Tak Gentar! Bhayangkara Siap Gagalkan Misi Juara Persib
  • Dari Irak ke Bandung? Fakta Mengejutkan Rumor Aymen Hussein ke Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

UAH Bahas Sikap Makmum saat Imam Membaca Doa Qunut dalam Sholat Subuh

By SusanaSenin, 20 Januari 2025 15:15 WIB2 Mins Read
Ustadz Adi Hidayat. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam sholat subuh berjamaah, kadang muncul perbedaan kebiasaan antara imam dan makmum, salah satunya terkait dengan doa qunut.

Banyak makmum yang tidak terbiasa dengan doa qunut yang dibaca oleh imam, sehingga hal ini sering menjadi pertanyaan.

Ustadz Adi Hidayat (UAH), memberikan penjelasan tentang sikap yang sebaiknya diambil oleh makmum dalam situasi tersebut.

Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dengan tegas bagaimana seharusnya makmum bersikap.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, makmum wajib mengikuti imam dalam sholat berjamaah. Jika imam membaca doa qunut, maka makmum cukup mengaminkan doa tersebut tanpa perlu mengangkat tangan, terutama jika merasa tidak terbiasa dengan tindakan tersebut.

“Jika imam qunut, antum ikut qunut sebagai makmum dengan mengaminkan. Selesai persoalan,” ujar UAH, dikutip dari YouTube @Tasya_izoel, Senin (20/1/2025).

Baca Juga:  Bukan Sekedar Rutinitas, UAH Ingatkan Pentingnya Memaknai Bacaan Sholat

Ia juga menambahkan bahwa pengangkatan tangan saat doa qunut bukanlah kewajiban, melainkan hanya salah satu adab dalam berdoa.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa prinsip utama dalam sholat berjamaah adalah mengikuti imam.

“Makmum itu tugasnya mengikuti imam. Imam ruku, antum ruku. Imam sujud, antum sujud. Imam baca qunut, antum ikut qunut,” jelasnya.

Namun, jika makmum merasa ragu atau tidak memahami bacaan qunut, Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar makmum cukup mengikuti doa tersebut tanpa perlu mengangkat tangan atau mengucapkan amin dengan keras.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Bahas SOP Kematian, Pentingnya Pemahaman bagi Umat Islam!

Ustadz Adi Hidayat juga menegaskan bahwa tidak perlu melakukan sujud sahwi jika imam membaca doa qunut sementara makmum tidak terbiasa dengan doa tersebut.

“Kalau imam qunut, antum tidak qunut, nggak apa-apa. Kalau imam tidak qunut, antum juga tidak perlu qunut. Selesai. Gampang, sebetulnya,” katanya.

Beliau menjelaskan bahwa masalah seperti ini sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang prinsip berjamaah dalam sholat. Tidak perlu ada perdebatan atau keraguan yang berlebihan dalam menjalankan ibadah.

“Makmum itu tugasnya mengikuti imam dengan penuh keikhlasan, tanpa menambah atau mengurangi apa yang dilakukan oleh imam. Ini adalah bagian dari adab berjamaah,” tambahnya.

Baca Juga:  Jangan Berlebihan! Pakai Parfum Bisa Jadi Ladang Dosa, UAH: Kebiasaan Perempuan Jahiliyah

Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa doa qunut adalah sunnah yang tidak diwajibkan dalam setiap sholat subuh. Namun, jika imam membacanya, makmum cukup mengikuti tanpa merasa terbebani.

Beliau menegaskan bahwa dalam Islam, keberkahan berjamaah lebih diutamakan daripada perbedaan kecil dalam teknis ibadah. Oleh karena itu, makmum sebaiknya tidak membesar-besarkan perbedaan-perbedaan khilafiyah.

Sebagai penutup, Ustadz Adi Hidayat memberikan contoh sikap yang tepat ketika imam memiliki kebiasaan yang berbeda.

“Awas jangan terlampau soleh di sini. Kalau imam qunut, antum cukup mengaminkan. Tidak usah menambahkan hal-hal yang berlebihan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

doa qunut imam makmum Ustadz Adi Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral, Ternyata Ini Isinya

Ahmad Dhani

Dhani Sindir Keras Maia Estianty di Acara El Rumi: Sudah 20 Tahun Masih Main Sinetron!

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 30 April 2026, Banjir Skin dan Diamond Gratis

Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral di Medsos, Benarkah Asli?

Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi

Kode Redeem FF

Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.