Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni

Selasa, 13 Oktober 2026 05:00 WIB

Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau

Selasa, 13 Oktober 2026 04:00 WIB
Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni
  • Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
  • PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online
  • Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan
  • Persib Wajib Manfaatkan Celah Viettel FC, Performa Klub Vietnam Disorot Media Lokal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

UAH Bahas Sikap Makmum saat Imam Membaca Doa Qunut dalam Sholat Subuh

By SusanaSenin, 20 Januari 2025 15:15 WIB2 Mins Read
Ustadz Adi Hidayat. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam sholat subuh berjamaah, kadang muncul perbedaan kebiasaan antara imam dan makmum, salah satunya terkait dengan doa qunut.

Banyak makmum yang tidak terbiasa dengan doa qunut yang dibaca oleh imam, sehingga hal ini sering menjadi pertanyaan.

Ustadz Adi Hidayat (UAH), memberikan penjelasan tentang sikap yang sebaiknya diambil oleh makmum dalam situasi tersebut.

Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dengan tegas bagaimana seharusnya makmum bersikap.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, makmum wajib mengikuti imam dalam sholat berjamaah. Jika imam membaca doa qunut, maka makmum cukup mengaminkan doa tersebut tanpa perlu mengangkat tangan, terutama jika merasa tidak terbiasa dengan tindakan tersebut.

Baca Juga:  Puasa Syawal atau Qadha Ramadan Dulu? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

“Jika imam qunut, antum ikut qunut sebagai makmum dengan mengaminkan. Selesai persoalan,” ujar UAH, dikutip dari YouTube @Tasya_izoel, Senin (20/1/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pengangkatan tangan saat doa qunut bukanlah kewajiban, melainkan hanya salah satu adab dalam berdoa.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa prinsip utama dalam sholat berjamaah adalah mengikuti imam.

“Makmum itu tugasnya mengikuti imam. Imam ruku, antum ruku. Imam sujud, antum sujud. Imam baca qunut, antum ikut qunut,” jelasnya.

Namun, jika makmum merasa ragu atau tidak memahami bacaan qunut, Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar makmum cukup mengikuti doa tersebut tanpa perlu mengangkat tangan atau mengucapkan amin dengan keras.

Baca Juga:  Rezeki Seret? Ustadz Adi Hidayat Bagikan 2 Solusinya

Ustadz Adi Hidayat juga menegaskan bahwa tidak perlu melakukan sujud sahwi jika imam membaca doa qunut sementara makmum tidak terbiasa dengan doa tersebut.

“Kalau imam qunut, antum tidak qunut, nggak apa-apa. Kalau imam tidak qunut, antum juga tidak perlu qunut. Selesai. Gampang, sebetulnya,” katanya.

Beliau menjelaskan bahwa masalah seperti ini sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang prinsip berjamaah dalam sholat. Tidak perlu ada perdebatan atau keraguan yang berlebihan dalam menjalankan ibadah.

“Makmum itu tugasnya mengikuti imam dengan penuh keikhlasan, tanpa menambah atau mengurangi apa yang dilakukan oleh imam. Ini adalah bagian dari adab berjamaah,” tambahnya.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Bagikan Doa Populer Pelunas Utang

Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa doa qunut adalah sunnah yang tidak diwajibkan dalam setiap sholat subuh. Namun, jika imam membacanya, makmum cukup mengikuti tanpa merasa terbebani.

Beliau menegaskan bahwa dalam Islam, keberkahan berjamaah lebih diutamakan daripada perbedaan kecil dalam teknis ibadah. Oleh karena itu, makmum sebaiknya tidak membesar-besarkan perbedaan-perbedaan khilafiyah.

Sebagai penutup, Ustadz Adi Hidayat memberikan contoh sikap yang tepat ketika imam memiliki kebiasaan yang berbeda.

“Awas jangan terlampau soleh di sini. Kalau imam qunut, antum cukup mengaminkan. Tidak usah menambahkan hal-hal yang berlebihan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ustadz Adi Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni

Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!

Liburan ke Bandung Modal Minim? 5 Tempat Wisata Gratis Ini Punya Spot Foto Keren!

Panas Banget! Chat Rahasia Aa Juju dan Awkarin Bocor, Berujung Saling Serang Soal Karhutla!

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.