Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos

Jumat, 21 Agustus 2026 09:48 WIB

Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!

Jumat, 21 Agustus 2026 09:25 WIB

Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan

Jumat, 21 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
  • Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
  • 4 Gol dalam 7 Laga! Balsa Sekulic Jadi Mesin Gol Persib Jelang Play-off ACL Two
  • Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis 21 Agustus 2026: Dapatkan Link DANA Kaget dan Bonus Saldo Langsung Cair
  • Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok

By SusanaRabu, 13 Mei 2026 20:01 WIB4 Mins Read
Pemkot Bandung memperkuat UMKM dan koperasi melalui program KKMP, digitalisasi, UMKM Center, hingga Kampung Bebas Rentenir. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi melalui berbagai program strategis, baik berskala nasional maupun daerah. Salah satu program unggulan yang kini dijalankan adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hingga saat ini, tercatat sudah terbentuk 151 KKMP di Kota Bandung sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

151 Koperasi KKMP Didorong Fokus Sembako

Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Kurniadi, mengatakan bahwa mayoritas koperasi diarahkan pada sektor kebutuhan pokok masyarakat.

“Mayoritas koperasi diarahkan pada jenis usaha kebutuhan pokok atau sembako sesuai arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan,” ujar Kurniadi dalam talkshow live streaming Radio Sonata, Selasa (12/5/2026).

Pada tahap awal, koperasi difokuskan pada distribusi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan dasar lainnya untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Selain itu, KKMP juga mulai dikembangkan ke sektor produktif lain, termasuk program bioflok atau kolam ikan berbasis plastik yang akan dikelola koperasi sebagai unit usaha baru.

Didukung 11 Kementerian, Bandung Punya Ratusan Koperasi Aktif

Kurniadi mengungkapkan bahwa program KKMP juga mendapat perhatian dari 11 kementerian sebagai bagian dari program strategis nasional.

Saat ini, Kota Bandung memiliki sekitar 711 koperasi yang telah berjalan dan secara total terdapat kurang lebih 850 koperasi aktif yang tersebar di berbagai wilayah.

Ke depan, Pemkot Bandung juga menyiapkan inovasi Program Koperasi Kakak Asuh, yakni skema kolaborasi antara koperasi besar dengan KKMP untuk memperkuat pembinaan, transfer pengalaman, hingga peningkatan kapasitas usaha koperasi baru.

UMKM dan Koperasi Didorong Adaptif Digitalisasi

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bandung menargetkan UMKM dan koperasi dapat semakin adaptif terhadap transformasi digital serta mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Fungsional Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Muhammad Anwar, mengatakan bahwa pemerintah juga aktif melakukan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pembangunan infrastruktur.

“Terdapat program BRT yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan dan pengembangan. Program tersebut berdampak pada PKL, sehingga dilakukan pembinaan agar tetap bisa beradaptasi dan usaha tetap berjalan,” kata Anwar.

UMKM Center hingga Kuliner Center di 30 Kecamatan

Selain koperasi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menyiapkan program strategis lain berupa UMKM Center dan Kuliner Center di 30 kecamatan.

Program ini diharapkan menjadi pusat promosi produk lokal, ruang pengembangan usaha, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tingkat wilayah.

Bandung Fair hingga Promosi Produk ke 14 Negara

Anwar menyebut pelaksanaan Bandung Fair 2025 di Kiara Artha Park berjalan sukses dengan partisipasi peserta dari 14 negara. Event tersebut menjadi ajang promosi UMKM Kota Bandung ke pasar internasional.

Sementara untuk Bandung Fair tahun ini, konsepnya masih dalam tahap pengembangan.

Selain itu, pada 17 Mei mendatang akan digelar Kirab Budaya tingkat Jawa Barat di Kiara Artha Park, yang juga melibatkan pelaku UMKM sebagai sarana promosi produk lokal.

Digitalisasi UMKM hingga Pemanfaatan AI

Pemkot Bandung juga tengah menyiapkan sistem belanja perangkat daerah berbasis online yang khusus menggunakan produk UMKM lokal. ASN nantinya akan difasilitasi melalui portal digital untuk mendukung produk dalam daerah.

Pendamping UMKM di 30 kecamatan juga terus diperkuat untuk membantu pelaku usaha dalam hal legalitas, pemasaran, akses permodalan, hingga digitalisasi bisnis.

Selain itu, Pemkot Bandung menyiapkan program e-learning koperasi dan UMKM, pelatihan digital marketing bersama Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, hingga kolaborasi dengan platform digital seperti TikTok.

Teknologi Artificial Intelligence (AI) juga mulai dioptimalkan melalui kerja sama dengan Megavision dan Mediawave untuk mendukung strategi pemasaran produk UMKM.

Program Kampung Bebas Rentenir Diperkuat

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga terus menjalankan Program Kampung Bebas Rentenir dan Kawasan Bebas Rentenir sebagai upaya melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal.

Program ini diperkuat dengan pembentukan satuan tugas khusus serta edukasi masyarakat agar terhindar dari pinjaman online ilegal dan praktik judi online.

Dengan berbagai program tersebut, Pemkot Bandung berharap ekosistem UMKM dan koperasi di Kota Bandung semakin kuat, modern, dan berdaya saing tinggi di era digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdagin Bandung koperasi KKMP Bandung Koperasi Kelurahan Merah Putih koperasi Kota Bandung Kuliner Center Bandung Pemkot Bandung UMKM 2026 UMKM Bandung digitalisasi UMKM Center Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP

Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan

BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Cek Penerima Bansos Pakai NIK KTP, 18,25 Juta KPM Terdata

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.