bukamata.id – Nama Aisyahrani, adik dari Syahrini, tengah menjadi sorotan publik setelah bisnis kulinernya, Pawon Bu Cetar, terseret dalam kasus penggunaan foto produk tanpa izin. Kasus ini menyeret nama besar Chef Devina Hermawan, sosok chef populer jebolan MasterChef Indonesia Season 5.
Insiden ini bermula dari sebuah unggahan TikTok Showcase milik Pawon Bu Cetar yang menawarkan paket siomay isi 20 buah seharga Rp173.880. Produk itu dipromosikan menggunakan sebuah foto yang ternyata identik dengan foto masakan siomay karya Chef Devina yang diunggah sekitar tiga tahun lalu.
Tak butuh waktu lama bagi warganet untuk menemukan kesamaan tersebut. Komparasi foto yang beredar luas memperlihatkan kemiripan komposisi makanan, pencahayaan, hingga piring saji. Hasil temuan itu memicu gelombang reaksi publik yang membanjiri kolom komentar Instagram Chef Devina, bahkan sebagian mengirimkan pesan langsung (DM) untuk meminta klarifikasi.
Chef Devina Tegaskan Tak Ada Kerja Sama
Chef Devina akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan singkat di akun Instagramnya. Ia memastikan bahwa foto tersebut adalah hasil karya timnya, dan tidak ada hubungan bisnis apa pun dengan pihak Pawon Bu Cetar.
“Terima kasih DM-DM-nya. Sekadar menjawab, produk yang dijual tidak ada afiliasi dengan kami. Benar itu foto kami, namun kami tidak kenal dengan yang bersangkutan, tidak pernah memberi izin, dan tidak ada kerja sama dalam bentuk apa pun,” tulis Chef Devina.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Devina sebagai pemilik sah foto dan sekaligus menyangkal dugaan bahwa ia bekerja sama dengan pihak Aisyahrani. Unggahan itu dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perbincangan lebih besar, terutama karena nama Aisyahrani tidak asing bagi publik, mengingat statusnya sebagai figur publik dan adik selebritas besar.
Aisyahrani Klarifikasi dan Minta Maaf Secara Terbuka
Menanggapi hebohnya pemberitaan dan reaksi warganet, Aisyahrani tak tinggal diam. Ia melakukan klarifikasi melalui siaran live TikTok, menegaskan bahwa pihaknya telah mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada Chef Devina.
“Tim aku mengakui salah total,” ujarnya dalam siaran langsung.
“Sudah minta maaf ya, aku pun udah minta maaf. Salam kenal untuk Chef Devina yang cantik,” ucap Aisyahrani, Rabu (8/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Aisyahrani juga mengajak Chef Devina untuk bersilaturahmi dengan datang langsung ke gerai Pawon Bu Cetar, menunjukkan keinginannya untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik.
“Chef, ke Pawon ya Chef aku tunggu Chef. Semoga bisa ketemu ih silaturahmi sama Chef Devina,” kata Aisyahrani dengan nada ramah.
Bahkan, ia menyebut dirinya ingin mukbang bersama Chef Devina—sebuah kegiatan siaran daring yang menampilkan seseorang makan dalam jumlah besar sambil berinteraksi dengan audiens.
“Mukbang sama Chef Devina pengin banget aku,” ungkapnya.
Permintaan Maaf Belum Direspons, Aisyahrani ‘Dicuekin’
Meski klarifikasi dan permintaan maaf telah disampaikan secara terbuka, hingga saat ini Chef Devina belum memberikan respons apa pun terhadap permintaan maaf tersebut. Hal ini diakui langsung oleh Aisyahrani dalam live TikTok-nya.
“Udah, udah minta maaf, udah dihubungin juga,” tegasnya.
“Belum dibalas say, sabar say,” imbuhnya.
Respons Chef Devina yang cenderung diam ini kemudian menjadi sorotan publik. Banyak netizen menilai sikap sang chef sebagai bentuk profesionalisme dan kehati-hatian dalam menanggapi masalah hukum yang berkaitan dengan hak cipta. Di sisi lain, ada pula yang melihat diamnya Devina sebagai tanda kekecewaan mendalam terhadap tindakan Pawon Bu Cetar.
Bahkan, alih-alih merespons permintaan maaf tersebut, Chef Devina justru kembali mengunggah foto masakan dimsum miliknya yang pernah ia posting dua tahun lalu. Unggahan ini sontak menyita perhatian warganet.
Banyak netizen menganggap langkah Devina tersebut sebagai sindiran halus terhadap Aisyahrani, mengingat foto siomay milik sang chef sebelumnya dipakai tanpa izin oleh Pawon Bu Cetar. Komentar publik pun ramai membahas sikap Devina yang tetap elegan dan tidak menanggapi secara langsung.
Di sisi lain, muncul pula sorotan terhadap sikap Aisyahrani sebelum kasus ini viral. Ia sempat melontarkan sindiran kepada Chef Devina dengan menyebutnya ‘tukang siomay’. Ucapan tersebut kini ramai diangkat kembali oleh warganet sebagai ironi, mengingat kemudian ia harus meminta maaf secara resmi kepada chef tersebut.
Hingga akhirnya, setelah kasus ini mencuat dan menjadi viral di berbagai platform media sosial, Aisyahrani pun mengeluarkan pernyataan resmi permintaan maaf kepada Chef Devina
Pawon Bu Cetar Terbitkan Surat Permintaan Maaf Resmi
Sebagai bentuk tanggung jawab, tim Pawon Bu Cetar segera menghapus seluruh konten yang menggunakan foto siomay milik Chef Devina. Mereka juga mengeluarkan surat resmi berisi klarifikasi dan permintaan maaf kepada Chef Devina.
Berikut isi rilis tersebut:
“Kami dari Tim & Brand Pawon Bu Cetar ingin menyampaikan permintaan maaf kepada Devina Hermawan atas penggunaan gambar siomay Devina Hermawan.
Kami menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kelalaian dari tim kami, dalam hal ini kami tidak berniat untuk mengambil atau mengklaim hasil karya pihak lain.
Sebagai bentuk tanggung jawab kami telah menghapus seluruh konten yang menampilkan gambar tersebut dan akan lebih berhati-hati serta menghormati hak cipta dan karya kreator lain di kemudian hari.
Sekali lagi, kami memohon maaf atas kejadian ini.
Hormat kami,
Tim & Brand Pawon Bu Cetar.”
Surat tersebut juga disebarkan ulang oleh sejumlah akun gosip dan media hiburan daring, menambah luasnya jangkauan kasus ini di ranah publik.
Hak Cipta dalam Dunia Kuliner Digital
Kasus ini membuka kembali perbincangan serius mengenai perlindungan hak cipta di dunia digital, khususnya di ranah kuliner. Banyak bisnis kecil dan menengah yang kerap menggunakan foto produk dari internet tanpa memperhatikan izin atau lisensi, padahal tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta.
Chef Devina sendiri dikenal memiliki standar produksi konten kuliner yang tinggi. Setiap foto makanan diambil secara profesional dan sering kali digunakan untuk keperluan komersial, termasuk endorsement dan promosi brand. Oleh karena itu, penggunaan tanpa izin bisa berdampak hukum.
Diamnya Chef Devina kemungkinan merupakan bagian dari strategi hukum atau bentuk kehati-hatian agar pernyataan publiknya tidak dimanfaatkan secara salah oleh pihak lain. Sikap ini juga memperlihatkan perbedaan pendekatan antara figur profesional dan selebritas yang terbiasa tampil spontan di media sosial.
Respons Publik Terbelah
Kasus ini memicu perdebatan di kalangan netizen. Sebagian warganet mendukung langkah Chef Devina yang tetap tenang dan tidak langsung memberi balasan publik. Mereka menilai sikap tersebut sebagai bentuk kedewasaan menghadapi dugaan pelanggaran hak cipta.
Di sisi lain, ada pula yang bersimpati pada Aisyahrani. Mereka melihat klarifikasi dan permintaan maafnya sebagai bentuk tanggung jawab. Namun, sebagian lagi menganggap ajakan “mukbang” dan nada santai dalam klarifikasinya kurang tepat, mengingat masalah ini menyangkut karya intelektual.
Kesimpulan
Kasus Aisyahrani dan Chef Devina menunjukkan bagaimana kesalahan dalam penggunaan konten digital dapat berdampak luas, terutama jika melibatkan figur publik. Walau permintaan maaf telah dilayangkan secara terbuka, Chef Devina hingga kini memilih untuk tidak memberikan tanggapan langsung.
Sikap “cuek” atau diamnya Devina justru memperbesar atensi publik terhadap masalah ini. Banyak pihak kini menunggu apakah akan ada pertemuan antara kedua belah pihak, atau apakah kasus ini akan menjadi pelajaran penting bagi pelaku bisnis kuliner lainnya untuk lebih menghormati hak cipta kreator.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











