bukamata.id – Fenomena link video viral bertajuk “Ibu Tiri vs Anak Tiri” yang ramai di media sosial perlu segera dihentikan. Selain berisiko melanggar hukum, penyebaran tautan tersebut juga berpotensi menjadi pintu masuk kejahatan siber berbahaya.
Publik diimbau untuk tidak lagi membagikan link video berdurasi sekitar 7 menit dengan latar kebun sawit dan dapur yang beredar di platform seperti TikTok, X, hingga grup WhatsApp.
Ancaman Hukum UU ITE
Menyebarkan tautan video bermuatan asusila dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pelaku terancam hukuman pidana hingga 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.
Distribusi konten ilegal, meskipun hanya dilakukan “iseng” melalui grup percakapan atau kolom komentar, tetap masuk dalam kategori pelanggaran hukum yang serius.
Modus Phishing Berkedok “Full Durasi”
Di balik narasi “video viral terbaru” atau “Part 2 full durasi”, tersembunyi potensi ancaman digital. Link yang beredar diduga kuat merupakan jebakan phishing, yaitu metode pencurian data pribadi dengan cara menipu korban agar mengklik tautan berbahaya.
Pengguna yang tidak waspada berisiko mengalami:
- Pencurian data pribadi dan akses mobile banking
- Infeksi malware atau spyware yang membaca SMS OTP
- Serangan ransomware yang mengunci perangkat dan meminta tebusan
Akibatnya tidak main-main, mulai dari kehilangan akun hingga saldo rekening yang bisa terkuras dalam waktu singkat.
Video Diduga Bukan Asli Indonesia
Hasil analisis literasi digital menunjukkan bahwa video tersebut bukanlah satu rangkaian utuh. Konten diduga merupakan kompilasi dari berbagai sumber asing yang sengaja dikemas dengan narasi lokal untuk memancing perhatian publik.
Beberapa detail dalam video, seperti kemunculan produk luar negeri, memperkuat dugaan bahwa konten tersebut tidak autentik dan telah dimanipulasi demi kepentingan viralitas.
Gaya Hidup Pemeran Jadi Sorotan
Keanehan lain muncul dari sosok yang diduga sebagai pemeran video. Alih-alih memberikan klarifikasi, akun yang dikaitkan dengan sosok tersebut justru menampilkan gaya hidup mewah.
Sorotan publik tertuju pada penggunaan aksesori mahal seperti jam tangan premium hingga ponsel dengan harga setara kendaraan. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa video tersebut hanyalah rekayasa untuk mendulang trafik dan perhatian warganet.
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi konten viral, terutama yang mengandung unsur sensitif dan belum jelas kebenarannya. Hindari mengklik maupun menyebarkan link mencurigakan demi keamanan data pribadi dan terhindar dari jerat hukum.
Kewaspadaan digital menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban sekaligus pelaku dalam penyebaran konten berbahaya di era media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









