bukamata.id – Jagat maya kembali dihebohkan oleh kemunculan video Lisa Mariana viral, yang memperlihatkan sosok mirip selebgram tersebut dalam rekaman pribadi berdurasi singkat. Setelah menjadi bahan perbincangan hangat selama beberapa hari terakhir, Lisa Mariana akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi mengejutkan.
Melalui unggahan video berdurasi dua menit di akun media sosial pribadinya, Lisa secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya adalah perempuan dalam video tersebut. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga, penggemar, dan masyarakat luas atas kejadian yang memicu kontroversi.
“Saya tidak akan mengelak. Video itu memang saya. Saya meminta maaf kepada semua pihak, terutama keluarga dan para pengikut saya,” ucap Lisa dalam pernyataan yang kini telah ditonton jutaan kali.
Reaksi Publik Terbelah
Pengakuan Lisa langsung memicu gelombang reaksi dari berbagai kalangan. Di media sosial, tagar terkait video Lisa Mariana viral menduduki jajaran trending. Sebagian warganet memuji keberaniannya bersikap jujur, namun tak sedikit pula yang melontarkan kritik pedas dan mempertanyakan tanggung jawab moral sebagai figur publik.
Menurut pengamat media digital Raka Firmansyah, kasus ini menyoroti urgensi perlindungan data pribadi di era digital.
“Penyebaran video tanpa persetujuan tetap merupakan pelanggaran hukum. Meski ada pengakuan, ini bisa bermuara pada proses pidana sesuai Undang-Undang ITE,” jelas Raka.
Pertimbangan Langkah Hukum
Tak tinggal diam, Lisa Mariana mengungkapkan bahwa dirinya tengah berkonsultasi dengan tim hukum untuk mengambil tindakan terhadap pihak yang menyebarluaskan video tersebut. Ia menegaskan bahwa perekaman dilakukan secara pribadi, dan penyebarannya terjadi tanpa sepengetahuan maupun izin dirinya.
“Saya sedang mempersiapkan langkah hukum. Ini bukan soal pencemaran nama baik semata, tapi juga pelanggaran privasi,” tegasnya.
Dukungan Mengalir, Kritik Tetap Ada
Beberapa selebritas dan tokoh publik menyuarakan empati kepada Lisa dan meminta masyarakat untuk bersikap bijak. Mereka menekankan pentingnya menjaga ruang digital yang lebih manusiawi dan tidak menghukum korban secara sosial.
Namun, kritik tetap berdatangan, termasuk dari sejumlah lembaga perlindungan perempuan yang menilai kasus ini sebagai contoh nyata eksploitasi digital. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan memastikan perlindungan terhadap korban penyebaran konten intim tanpa izin.
Video Lisa Mariana viral kini menjadi sorotan nasional, bukan hanya karena sosok di dalamnya, tetapi juga karena isu hukum, etika digital, dan privasi yang menyertainya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era serba terbuka, keamanan data pribadi menjadi tanggung jawab bersama—baik pengguna maupun platform digital.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











