Jagad media sosial Indonesia kembali dihebohkan dengan mencuatnya nama kreator konten populer, Notrisaa. Pada Selasa (3/3/2026), istilah “Notrisaa Blunder” mendadak memuncaki daftar pencarian populer di mesin pencari. Namun, ada fakta menarik sekaligus mengkhawatirkan di balik viralnya tren ini.
Fenomena Bangkitnya Konten Lama di Era Algoritma
Setelah ditelusuri lebih lanjut, video yang dikaitkan dengan istilah tersebut ternyata bukanlah kejadian baru. Rekaman tersebut diduga merupakan potongan video lama dari dua tahun silam yang sengaja diunggah kembali oleh oknum tertentu.
Dalam cuplikan yang beredar, sang TikToker terlihat tengah berinteraksi dengan pengikutnya dalam sebuah sesi siaran langsung. Penggunaan piyama longgar saat sedang bersantai memicu spekulasi adanya insiden wardrobe malfunction atau kesalahan busana yang tidak disengaja. Namun, simpang siurnya informasi mengenai platform asli siaran tersebut—apakah di TikTok, Instagram, atau aplikasi lain—menunjukkan betapa cepatnya informasi terdistorsi di internet.
Anatomi ‘Blunder’ dan Eksploitasi Digital
Di dunia maya, istilah “blunder” sering digunakan untuk menggambarkan momen ketidaksengajaan yang berujung pada tereksposnya privasi seseorang. Sayangnya, momen manusiawi seperti ini sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi.
Berikut adalah pola penyebaran konten viral yang patut diwaspadai:
- Rekaman Ilegal: Oknum sengaja merekam layar saat live berlangsung untuk mencari celah kesalahan.
- Akun ‘Clickbait’: Munculnya akun-akun baru yang menjanjikan “versi penuh” atau “link tanpa sensor”.
- Jebakan Siber: Sebagian besar tautan yang disebarkan merupakan pintu masuk menuju situs judi online, pencurian data (phishing), atau penyebaran malware.
Mengenal Sisi Lain Notrisaa: Lebih dari Sekadar Kreator Konten
Di luar kegaduhan yang sedang terjadi, Notrisaa merupakan sosok yang memiliki pengaruh besar di industri kreatif digital. Dengan basis pengikut mencapai 1,8 juta di TikTok, ia dikenal sebagai referensi utama dalam dunia makeup artist dan fashion.
Tak hanya mahir merias wajah, ia juga dikenal memiliki hobi ekstrem yang menginspirasi, yakni freediving. Olahraga menyelam bebas tanpa alat bantu napas ini menunjukkan sisi disiplin dan keberanian yang kuat dari sosoknya, jauh dari citra kontroversi yang kini sedang dibebankan kepadanya oleh tren pencarian sesaat.
Edukasi bagi Warganet: Pentingnya Literasi Digital
Mencuatnya kembali video lawas Notrisaa menjadi pengingat penting bagi pengguna media sosial. Rasa penasaran terhadap hal-hal bersifat pribadi sering kali menjadi senjata bagi pelaku kejahatan siber untuk menjerat korban. Bersikap bijak dengan tidak ikut mencari atau menyebarkan konten sensitif adalah langkah proteksi diri terbaik di ruang digital saat ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









