Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 01:00 WIB

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Kamis, 29 Oktober 2026 21:11 WIB

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Kamis, 29 Oktober 2026 21:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Geger Link Video Marketing HP di Meulaboh, Diarak Gegara Diduga Mesum dengan CEO

By Aga GustianaSelasa, 3 Maret 2026 18:37 WIB2 Mins Read
Viral Dea Store
ADVERTISEMENT

bukamta.id – Media sosial, khususnya TikTok, baru-baru ini diguncang oleh potongan rekaman yang memperlihatkan aksi massa terhadap seorang wanita di kawasan Meulaboh, Aceh. Isu yang berkembang liar ini memicu rasa penasaran warganet hingga memunculkan tren pencarian “Link Video Dea Store” yang patut diwaspadai.

Kronologi Kejadian yang Menjadi Perbincangan

Berdasarkan pantauan dari berbagai unggahan yang beredar, peristiwa ini bermula dari sebuah rekaman penggerebekan oleh warga di sebuah ruko bermerek “Shoppe Cell Meulaboh”. Dalam video tersebut, terlihat kerumunan massa berkumpul di depan pintu rolling door yang tertutup rapat.

Tak lama kemudian, seorang wanita mengenakan pakaian merah dan kerudung hitam keluar dari bangunan tersebut. Ia kemudian dibawa berjalan di tengah keramaian sambil menjadi pusat perhatian dan dokumentasi ponsel warga sekitar. Narasi yang berembus di jagat maya mengeklaim bahwa sosok tersebut merupakan staf pemasaran sebuah gerai ponsel ternama yang diduga terlibat tindakan asusila.

Baca Juga:  Link Video 'Ibu Tiri vs Anak Tiri Tanpa Sensor' Viral, Hati-Hati Jebakan Berbahaya!

Fenomena “Link Video” dan Bahaya yang Mengintai

Seiring dengan viralnya insiden tersebut, muncul gelombang konten di TikTok yang mengeklaim memiliki rekaman asli berdurasi lengkap. Banyak akun anonim mulai menyebarkan tautan atau “link” di kolom komentar maupun bio profil mereka dengan embel-embel “video skandal”.

Baca Juga:  Jangan Tertipu! Video Viral 'Ibu Tiri vs Anak Tiri' Diduga Hanya Potongan Editan

Namun, para pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam rasa penasaran yang berlebihan. Berikut adalah risiko besar di balik tautan asing tersebut:

  • Pencurian Data (Phishing): Link tersebut sering kali mengarahkan pengguna ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri informasi akun media sosial atau perbankan.
  • Serangan Malware: Mengklik tautan sembarangan berisiko menyusupkan perangkat lunak berbahaya ke dalam ponsel yang dapat merusak sistem atau memata-matai aktivitas pengguna.
  • Konten Penipuan: Seringkali tautan tersebut hanyalah jebakan iklan atau situs judi online yang memanfaatkan momentum isu viral.
Baca Juga:  Video Rok Hijau Jadi Tren Pencarian, Ini Bahaya Tersembunyi di Baliknya

Edukasi Digital bagi Pengguna Media Sosial

Kasus di Meulaboh ini menjadi pengingat penting bagi publik untuk lebih bijak dalam menyaring informasi. Tidak hanya soal etika dalam menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya, tetapi juga perlindungan terhadap keamanan data pribadi di ruang digital.

Pihak berwenang dan tokoh masyarakat setempat senantiasa mengimbau agar setiap dugaan pelanggaran hukum diserahkan sepenuhnya kepada proses yang berlaku, tanpa harus melakukan penghakiman massa secara digital maupun fisik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahaya Phishing keamanan digital link video viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.