Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory

Kamis, 29 Oktober 2026 20:33 WIB

Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin

Kamis, 29 Oktober 2026 20:22 WIB

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Kamis, 29 Oktober 2026 20:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
  • PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam
  • Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

By SusanaKamis, 29 Oktober 2026 19:51 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan warga menandu seorang pasien melewati jalan rusak di Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), viral di media sosial. Peristiwa itu menggambarkan sulitnya akses transportasi yang dihadapi warga, terutama saat membutuhkan pertolongan medis.

Dalam video yang beredar, sejumlah warga tampak bergotong royong menggotong pasien menggunakan tandu sederhana. Mereka harus melewati jalan yang rusak parah, dengan tanjakan dan turunan curam yang sulit dilalui kendaraan.

Ambulans Tak Bisa Masuk Saat Hujan

Kepala Desa Kidangpananjung, Yuyu Yuhaeni, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, pasien terpaksa ditandu karena ambulans tidak bisa menjangkau lokasi akibat jalan licin setelah diguyur hujan.

Pasien diketahui bernama Iis (45), yang mengidap kanker otak dan hendak menjalani kontrol ke rumah sakit di Soreang. Meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, perjalanan menuju fasilitas kesehatan tetap terhambat buruknya akses jalan dari kampungnya.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Genjot Perbaikan 367 Rutilahu Sepanjang 2026, Fokus pada Hunian Sehat dan Layak

Menurut Yuyu, jalan tersebut sebenarnya masih bisa dilalui ambulans maupun kendaraan pengangkut sayuran saat musim kemarau. Namun, kondisinya berubah drastis ketika hujan turun.

“Kalau kemarau ambulans bisa masuk, termasuk kendaraan sayuran. Tapi kalau hujan enggak bisa. Jadi kemarin hujan, ambulans tidak bisa masuk sehingga harus ditandu,” kata Yuyu saat dikonfirmasi.

Lebih dari Satu Jam Menandu Pasien

Proses evakuasi pasien sepenuhnya mengandalkan tenaga warga. Tandu sederhana digotong dua orang secara bergantian, dan perjalanan melewati jalur tersebut memakan waktu lebih dari satu jam.

“Ripuh pokona mah (pokoknya repot sekali),” ujar salah seorang warga yang ikut menggotong tandu dalam video yang beredar.

Baca Juga:  Bale Seni Barli Resmi Hadir dengan Wajah Baru, Jadi Pusat Edukasi Budaya di Bandung Barat

Ungkapan dalam bahasa Sunda itu menggambarkan betapa beratnya perjuangan warga melewati jalan yang kondisinya memprihatinkan.

Terakhir Diperbaiki 15 Tahun Lalu

Yuyu menjelaskan, jalan yang dikeluhkan warga merupakan jalan desa yang menghubungkan Kampung Gedugan, Cicapeu, hingga Cihanjuang dalam satu dusun. Panjangnya mencapai 2,6 kilometer dengan lebar sekitar 2,5 meter.

Jalan tersebut terakhir kali diperbaiki melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sekitar 15 tahun lalu. Saat itu, permukaannya masih beraspal. Seiring waktu, kerusakan terus bertambah hingga menyulitkan aktivitas warga.

Pemerintah desa sebenarnya sudah berupaya melakukan perbaikan terbatas, salah satunya dengan menambal sejumlah titik menggunakan sekitar 50 sak semen. Namun, upaya itu belum mampu mengatasi kerusakan di sepanjang jalur.

Baca Juga:  Tinjau Korban Longsor Bandung Barat, Mensos Risma: Penanganan Butuh Waktu Lama

“Kami pihak desa juga telah mengajukan proposal perbaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Akan tetapi, hingga kini, kebutuhan penanganan jalan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Dana Desa Terbatas, Terserap untuk KDMP

Yuyu mengungkapkan, Desa Kidangpananjung termasuk desa dengan alokasi dana desa yang relatif kecil, yakni sekitar Rp900 juta. Keterbatasan itu membuat pemerintah desa kesulitan membiayai perbaikan jalan sepanjang 2,6 kilometer secara menyeluruh.

Menurut Yuyu, kondisi tersebut makin sulit karena sebagian dana desa kini dialokasikan untuk mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Kalau dana desa sekarang sudah tidak ada untuk perbaikan jalan karena dialokasikan untuk KDMP. Kami sudah berusaha melakukan perbaikan dan mengajukan proposal ke Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Cililin jalan rusak Bandung Barat KBB pasien ditandu viral pasien ditandu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.