Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Kamis, 29 Oktober 2026 16:39 WIB

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Kamis, 29 Oktober 2026 16:03 WIB

Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya

Kamis, 29 Oktober 2026 15:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya
  • Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!
  • Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI
  • Debut di ACL Two, Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Tampil Gemilang
  • Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

By Mulki AlbarKamis, 29 Oktober 2026 16:39 WIB4 Mins Read
Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (29/10/2026). (Foto: Mulki Albar/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mahasiswa yang tergabung dalam Poros Barisan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (29/10/2026). Mereka mendesak pemerintah menindaklanjuti berbagai tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan dalam aksi pada 20 Oktober lalu.

Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Islam Nusantara (Uninus), Universitas Langlangbuana (Unla), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB, disusul oleh massa aksi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Bandung (Polban).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar gedung DPRD Jabar.

Presiden Mahasiswa Unpas, Muamar Baasir, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar pemerintah tidak sekadar menampung aspirasi mahasiswa, tetapi juga menunjukkan langkah konkret untuk merealisasikan tuntutan yang telah disampaikan.

Menurutnya, berbagai tuntutan yang dibawa mahasiswa dirangkum dalam satu seruan utama, yakni Pulihkan Indonesia. Seruan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Luka Bandung Pasca Demonstrasi: Kerusakan Meluas, Farhan Jamin Kondisi Aman Terkendali

“Dari semua poin-poin tuntutan yang kita kaji bersama, sektor Indonesia ini kita kemas dalam satu poin, yaitu Pulihkan Indonesia. Bukan memulihkan dalam faktor kebakaran hutan dan lahan, tapi pulihkan seluruh sektor,” ujar Muamar di sela-sela aksi.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan maupun program yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga mendesak penguatan supremasi sipil yang diiringi dengan penegakan hukum.

Muamar menilai, aspirasi yang telah disampaikan dalam aksi sebelumnya belum mendapatkan tindak lanjut yang memadai. Karena itu, mahasiswa kembali turun ke jalan untuk mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah nyata.

Soroti Komersialisasi Pendidikan dan Tata Kelola Pemerintahan

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Uninus, Muhamad Azmi Labhani, menyoroti persoalan pendidikan di Indonesia, khususnya komersialisasi pendidikan yang dinilai membebani mahasiswa di perguruan tinggi swasta.

Ia berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan memberikan perhatian lebih terhadap persoalan tersebut agar kebijakan pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami juga menggarisbawahi bahwa mahasiswa hari ini begitu sangat resah dengan kondisi pendidikan. Muatan-muatan yang dihadirkan oleh sistem pendidikan di Indonesia justru dijadikan sebuah komersialisasi pendidikan, terkhususnya kampus-kampus swasta,” kata Azmi.

Baca Juga:  Heboh Mahasiswa di Ciamis Diduga Cabuli Belasan Pelajar di Bawah Umur

Menurutnya, persoalan pendidikan perlu menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi kebijakan pemerintah, sehingga akses terhadap pendidikan dapat semakin baik.

Di sisi lain, Presiden Mahasiswa Unla, Muhammad Azmi Faturrahman, menyoroti tata kelola pemerintahan dan penanganan persoalan yang dinilai belum tuntas, termasuk pengungkapan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga mengkritik sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menurutnya berdampak terhadap masyarakat.

Azmi mengatakan, mahasiswa turun ke jalan untuk menjalankan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat yang menginginkan keadilan dan terbebas dari penindasan.

Ia menilai, persoalan keadilan dan keterbukaan pemerintah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

Ancam Tingkatkan Eskalasi Aksi

Muamar menegaskan, mahasiswa akan terus mengawal tuntutan yang telah disampaikan. Ia menyebut aksi pada Kamis ini belum membawa tuntutan baru, melainkan kembali mendesak pemerintah merealisasikan aspirasi sebelumnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Imbau Warga Jaga Kondusivitas, Tolak Aksi Anarkis

Menurutnya, keresahan mahasiswa di Bandung memiliki kesamaan dengan gerakan mahasiswa di daerah lain, termasuk Jakarta.

“Poin-poinnya sama. Hari ini kita belum bikin poin-poin baru, tapi poin-poin yang lama kan belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa berencana melanjutkan gerakan hingga tuntutan mereka mendapat tindak lanjut dari pemerintah.

“Target dari kami, kami akan tetap membuat satu gelombang gerakan sampai poin aspirasi kita ini dapat diejawantahkan oleh pemerintah. Karena saya percaya ketika rakyat bersatu, kita tidak akan bisa dipisahkan,” kata Muamar.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar segera merespons tuntutan mahasiswa. Jika tidak ada perbaikan, menurutnya, mahasiswa berpotensi kembali menggelar aksi dengan eskalasi yang lebih besar.

“Pemerintah hari ini ketika dia tidak bergegas untuk memperbaiki, kita akan datang dengan eskalasi yang lebih besar lagi,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut, Poros Barisan mendesak pemerintah tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi juga menunjukkan langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan yang menjadi tuntutan mahasiswa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demo DPRD Jabar mahasiswa unjuk rasa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI

Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.