bukamata.id – Lembaran uang Rp100.000 berjatuhan dari jendela mobil yang terus melaju. Di belakangnya, warga berlarian ke tengah jalan, saling berebut, sebagian terjatuh. Potongan video itu menyeret nama pengusaha asal Bandung, Trisnawati Sinta, ke pusaran kecaman warganet.
Video tersebut diunggah dari siaran langsung bertajuk “incesss sawer” di akun media sosial perempuan yang akrab disapa Mamita itu. Dalam hitungan jam, rekaman tersebar luas dan memancing kritik. Warganet menilai aksi itu tidak sopan, merendahkan martabat warga, dan membahayakan keselamatan di jalan raya.
Sorotan publik makin tajam karena Mamita bukan sosok biasa. Ia adalah istri Haji Asep Wawan atau Haji AW, pengusaha Bandung yang selama ini dikenal dengan julukan “Raja Sawer”.
Klarifikasi Mamita: Uang untuk Juru Parkir
Mamita akhirnya buka suara lewat video permintaan maaf. Ia mengaku uang itu awalnya disiapkan untuk orang yang membantunya keluar dari parkir, bukan untuk disawerkan.
“Assalamualaikum, saya Mamita, izin saya mau meminta maaf atas kegaduhan video saya. Di sini saya izin meluruskan tanpa membenarkan diri. Sebelumnya, video viral tersebut adalah posisi saya keluar parkir dari rumah teman saya, dan uang yang saya pegang itu tadinya akan saya kasih kepada orang yang membantu saya keluar parkir. Dikarenakan ada beberapa orang yang menghampiri saya, dan keadaan mobil saya sedang berbelok, saya tidak bisa berhenti begitu saja karena memang banyak sekali mobil berlalu lalang. Kesalahan saya adalah menjatuhkan uang itu tanpa memberhentikan mobilnya. Sekali lagi saya meminta maaf,” papar Mamita.
Dalam klarifikasinya, Mamita mengakui kesalahan karena menjatuhkan uang tanpa menghentikan kendaraan di jalan yang ramai.
Klarifikasi Dinilai Belum Menjawab
Namun, permintaan maaf itu belum sepenuhnya meredam kritik. Sebagian warganet mempertanyakan pengakuan bahwa uang itu bukan untuk konten, sebab video tersebut berasal dari siaran langsung yang diberi judul “incesss sawer”.
Ada pula yang menyoroti kondisi lokasi. Menurut mereka, area tempat warga berebut uang cukup luas sehingga mobil sebenarnya bisa berhenti.
“Kalau minta maaf langsung ke org nya lol..lu minta maaf lewat vidio buat apaan njir gk guna,” tulis akun @rid*** di kolom komentar akun @balinewsid.
“Harus banget itu kaca mata nangkring di atas?” tulis akun @nus***, mengomentari penampilan Mamita dalam video klarifikasi.
Akun @sir*** bahkan menulis komentar panjang yang menilai alasan Mamita tidak masuk akal. Menurutnya, halaman di lokasi kejadian sangat luas untuk menghentikan mobil, dan cara Mamita meminta maaf dinilai belum tulus.
Siapa Mamita? Dari Jualan Kerudung Online ke Bisnis Skincare
Di luar kontroversi ini, Mamita dikenal sebagai pengusaha yang merintis bisnis dari bawah. Ia memulai usaha dengan modal terbatas, berjualan kerudung secara daring lewat platform e-commerce.
Seiring waktu, ia merambah jasa titip (jastip) hingga akhirnya memiliki merek fesyen sendiri. Bisnisnya kini bernaung di bawah PT Sinar Kahuripan Mandiri Group dengan sejumlah unit usaha, yakni MamithaGlow (perawatan kulit), MamithaSlim (suplemen diet), SintApparel (fesyen), dan MamithaJAKJAJAN (camilan).
Media sosial menjadi mesin utama bisnisnya. Akun TikTok @mrssintaw69 miliknya diikuti lebih dari 1,2 juta orang, Instagram @mrssintaw.69 sekitar 215 ribu pengikut, dan halaman Facebook-nya mencapai 700 ribu pengikut. Ia juga aktif di YouTube lewat kanal SintAW_69 official.
Lewat akun-akun tersebut, Mamita kerap berbagi pengalaman berbisnis kepada pengikutnya, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha pemula. Ia juga beberapa kali berkolaborasi dengan merek fesyen dan kecantikan.
Haji AW, Sang “Raja Sawer” dari Bandung
Nama Mamita tak bisa dilepaskan dari sang suami, Asep Wawan Jauhari atau Haji AW, yang juga disapa Papih AW. Ia dikenal sebagai “Raja Sawer” karena kebiasaannya membagikan uang dalam jumlah besar kepada penyanyi dan seniman di atas panggung, mulai dari penyanyi dangdut hingga penari tradisional.
Kebiasaan itu juga ia bawa ke dunia digital. Haji AW rutin menggelar “sawer online”, membagikan uang kepada warganet saat siaran langsung di Instagram maupun TikTok.
Di luar panggung, ia memimpin komunitas sosial Kahuripan 69. Melalui komunitas itu, ia rutin menggelar khitanan massal, membagikan sembako, dan bersedekah harian tanpa membuka donasi atau menerima proposal.
Dulu Tinggal di Kontrakan 2×3 Meter
Kehidupan Haji AW tak selalu berlimpah. Seperti diberitakan Inilah.com, dalam wawancara di kanal YouTube PGH3 Channel, ia bercerita pernah tinggal di kontrakan berukuran 2×3 meter dalam waktu yang cukup lama.
Ia juga pernah bekerja serabutan, dari berjualan es kelapa muda hingga menjadi pengemudi ojek online.
“Saya itu dulunya bukan sekadar miskin, tapi melarat,” ucapnya dalam video tersebut.
Pengalaman itu, menurut pengakuannya, membuatnya berjanji tidak akan berhenti bersedekah setiap hari selama masih hidup.
Sumber Kekayaan yang Tak Diungkap Terbuka
Meski kerap tampil dermawan, Haji AW tidak pernah membuka secara rinci bisnis yang membuatnya kaya. Publik menduga kekayaannya berasal dari bisnis properti serta usaha fesyen yang dijalankan sang istri.
Gaya hidup pasangan ini pun kerap menjadi sorotan, mulai dari rumah besar berhalaman luas di Bandung, mobil Toyota Alphard, hingga pesta ulang tahun Mamita yang dimeriahkan sejumlah artis, di antaranya Charlie Setia Band dan Sule.
Ketika Sawer Bertemu Ruang Publik
Bagi keluarga yang identik dengan sawer, membagikan uang mungkin hal biasa. Namun, insiden ini memperlihatkan bahwa di jalan raya, cara memberi sama pentingnya dengan niatnya.
Di era ketika hampir setiap momen direkam dan disebarkan, satu potongan video bisa dibaca lepas dari konteks yang hanya diketahui pelakunya. Bagi publik, yang terlihat adalah warga berebut uang di jalan yang ramai, dan itu yang kini harus dijawab Mamita.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










