bukamata.id – Nama Vebrianti Hananto atau Vebby Hananto mendadak ramai diperbincangkan. Mantan finalis Miss Indonesia 2019 itu disebut warganet sebagai salah satu pelari dalam video viral yang menerobos pagar pembatas cut-off point (COP) kategori Half Marathon Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10/2026).
Dalam foto dan video yang beredar di media sosial, warganet menyebut salah satu pelari yang melewati titik COP setelah batas waktu adalah Vebby. Hingga berita ini diturunkan, Vebby belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.
Ironisnya, sebelum dihujat, Vebby justru kerap dipuji warganet karena aksi-aksi ekstremnya di alam terbuka. Salah satunya menjadi joki karapan kerbau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Ricuh di Titik COP Half Marathon JRF 2026
Kericuhan terjadi di rute Half Marathon JRF 2026 yang dimulai pukul 04.30 WIB dari kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.
Penyelenggara menetapkan dua titik COP untuk kategori ini. COP pertama berada di kilometer 10,5 dengan batas waktu pukul 06.30 WIB, sedangkan COP kedua di kilometer 15,5 dengan batas pukul 07.15 WIB.
Aturannya tegas. Pelari yang terlambat melewati COP tidak boleh melanjutkan lomba. Mereka diangkut kembali ke area race village dengan bus dan dicatat Did Not Finish (DNF).
Namun, sejumlah peserta menolak naik bus evakuasi. Dalam video yang viral, beberapa pelari terlihat mendorong, membuka paksa, hingga melompati pagar barikade karena tidak terima dinyatakan gugur.
Race Director JRF 2026, Donny Tjahyadikarta, menegaskan ketentuan COP sudah tercantum dalam aturan lomba. Meski begitu, penerapan COP menjadi salah satu hal yang paling banyak dikeluhkan peserta pada hari pertama lomba.
Warganet Seret Nama Vebby
Setelah nama Vebby disebut, kolom komentar di berbagai unggahan dipenuhi tanggapan warganet. Sebagian menyoroti statusnya sebagai mantan finalis kontes kecantikan.
“duh miss miss,” tulis akun @put***.
Warganet lain menanggapi pembelaan yang menyebut pagar belum sepenuhnya ditutup saat itu. Menurutnya, aturan COP berpatokan pada waktu, bukan kondisi pagar.
“Nutup pager butuh waktu, jd buat yg ngebela ‘kan pager blum ditutup sepenuhya’ ini tentang ketepatan waktu kalo udah 120menit ya berhenti. Baca aturan yg bener,” tulis akun @lut***.
Sebelum Dihujat, Dipuji karena Jadi Joki Karapan Kerbau
Jauh sebelum polemik ini, Vebby dikenal lewat unggahan-unggahan petualangannya. Di akun Instagram @vebbyant, ia pernah membagikan pengalaman menjadi joki barapan kebo atau karapan kerbau khas Sumbawa.
“Barapan Kebo atau Karapan Kerbau ala Sumbawa NTB. Kapan lagi kan bisa menguji adrenalin jadi joki karapan kerbau,” tulisnya.
Unggahan itu dibanjiri pujian, berbanding terbalik dengan komentar yang kini ia terima.
“Emang Kaka Vebby the best and beautiful,” tulis akun @san***.
“kerenn dan saluttt mbkk,” tulis akun @lil***.
“It’s called super women,” tulis akun @mr***.
“Keren bgttt Vebby😍🔥🙌🙌,” tulis akun @nan***.
Mengenal Barapan Kebo, Tradisi Adu Cepat Kerbau di Sumbawa
Barapan kebo adalah tradisi masyarakat Sumbawa, termasuk Kabupaten Sumbawa Barat, yang digelar menjelang musim tanam padi. Selain menjadi ungkapan syukur, lomba yang berlangsung di petak sawah ini sekaligus membantu menggemburkan tanah sebelum ditanami.
Para pemilik kerbau mendatangkan kerbau andalannya untuk diadu kecepatan. Sebelum lomba, kerbau dikelompokkan berdasarkan umur dan tinggi badan.
Tradisi ini juga menjadi panggung bagi para sandro, yaitu tokoh yang dipercaya memiliki kemampuan supranatural dan biasanya berpakaian serba hitam, serta para joki yang mengarahkan laju kerbau.
Tugas joki tidak mudah. Selain mengendalikan kerbau, ia harus menjaga kecepatan dan keseimbangan tubuh agar bisa mengenai saka, tongkat kayu yang ditancapkan di ujung lintasan sawah. Joki yang pertama mengenai atau menjatuhkan saka keluar sebagai pemenang.
Siapa Vebby Hananto?
Di luar polemik ini, Vebby dikenal sebagai model, pembawa acara televisi, dan mantan peserta kontes kecantikan. Ia lulusan S1 Ilmu Komunikasi jurusan Hubungan Masyarakat di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.
Namanya mulai dikenal publik pada 2019 setelah dinobatkan sebagai Miss Jakarta Fair 2019. Saat itu, ia mengungkapkan cita-cita berkarier sebagai model.
Di tahun yang sama, Vebby melangkah ke Miss Indonesia 2019 mewakili Provinsi Sulawesi Barat dan berhasil menembus Top 7. Gelar Miss Indonesia 2019 sendiri diraih Princess Megonondo dari Jambi.
Sebelum terjun ke kontes kecantikan, Vebby sudah aktif di dunia modeling. Ia disebut pernah meraih penghargaan Best Female Model di Indonesia Fashion Week 2018.
Dari Panggung Kecantikan ke Jejak Petualang
Usai berkompetisi, Vebby melanjutkan karier di dunia penyiaran. Ia dikenal sebagai salah satu pemandu program Jejak Petualang di Trans7 dan pernah membawakan acara Plus62 FOMO di GTV.
Peran itu sejalan dengan hobinya. Vebby gemar beraktivitas di alam terbuka. Ia tercatat sebagai penyelam bersertifikat PADI dan menyukai bersepeda gunung serta menjelajah tempat-tempat baru.
Menunggu Klarifikasi
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Vebby maupun penyelenggara JRF 2026 terkait nama-nama peserta yang menerobos COP.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa COP bukan sekadar formalitas. Aturan ini dibuat demi keselamatan peserta dan kelancaran lomba, terutama karena jalan yang dipakai harus segera dibuka kembali untuk umum.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










