bukamata.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik seorang janda dengan lima anak di Kabupaten Garut.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh seorang warga melalui akun TikTok Butterfly, dengan harapan kasus ini mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) agar bantuan segera diberikan.
Video Rutilahu Viral, Publik Simpati
Dalam video yang viral, terlihat kondisi rumah yang memprihatinkan. Warganet pun ramai memberikan respons dan berharap pemerintah segera turun tangan.
Pengunggah video menyebut unggahannya dibuat untuk memancing perhatian pihak terkait agar keluarga tersebut mendapatkan bantuan yang layak.
Viral Kedua: Kepala Desa dan Ketua RW Diduga Memarahi Warga
Tak lama berselang, muncul video lain yang memperlihatkan sosok yang diduga Kepala Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, bersama ketua RW setempat.
Dalam rekaman itu, keduanya tampak memarahi warga karena memviralkan kondisi Rutilahu tersebut, dan malah mempersoalkan terkait pembangunan rumah yang dilakukan oleh seorang pendatang yang menikahi warga setempat.
“Ini salah bapak ini, ini kenapa bikin rumah warga bukan warga desa Jatiwangi,” ujar sosok yang diduga Kepala Desa Jatiwangi.
Video ini semakin menyulut perbincangan di media sosial dan mengundang kritik publik seperti dikutip dari kolom komentar akun Instagram @infojawabarat, Minggu (23/11/2025).
“Kades na hyong viral cnah dan sudah di tanggapi oleh pa gubb, bisa bobo teu nyaaa,” tulis akun @hen***
“Ngamuk karena takut kebongkar kelakuannya,” tulis akun @lol***
“Wajib di audit yeuh kadesna,” tulis akun @her***
Gubernur KDM: Memviralkan Rutilahu Itu Sah, Bentuk Kontrol Warga
Menanggapi situasi yang memanas, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara melalui akun media sosialnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan warga memviralkan kondisi Rutilahu tidak menjadi masalah, karena hal tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan cara warga menyampaikan aspirasi.
KDM juga menyampaikan bahwa pada Senin mendatang, pihaknya akan mengirimkan tim khusus untuk meninjau langsung serta menerjunkan bantuan perbaikan rumah.
“Memviralkan rumah tidak layak huni bukan masalah. Itu kontrol warga. Hari Senin tim sudah saya siapkan untuk perbaikan,” ujar KDM dalam unggahannya.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama karena menyangkut kesejahteraan warga miskin dan dugaan intimidasi aparat tingkat desa. Publik kini menunggu langkah konkret dari Pemprov Jawa Barat terkait perbaikan Rutilahu tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











