bukamata.id – Perbincangan soal video “Teh Pucuk 17 menit” belum juga mereda. Setelah versi berdurasi sekitar 1 menit 50 detik sempat viral, kini muncul klaim adanya rekaman lebih panjang yang disebut-sebut berdurasi hingga 17 menit. Klaim ini langsung memicu gelombang pencarian di TikTok, X, hingga Google.
Namun pertanyaannya, apakah video panjang tersebut benar-benar ada?
Dipicu Rasa Takut Ketinggalan Tren
Fenomena ini berkembang cepat karena efek FOMO (fear of missing out). Ketika satu topik ramai dibahas, pengguna lain terdorong ikut mencari agar tidak merasa tertinggal.
Sejumlah akun media sosial memanfaatkan situasi dengan mengunggah potongan gambar atau caption provokatif seperti “Full 17 menit ada di bio” atau “Link lengkap cek komentar”. Strategi ini terbukti ampuh meningkatkan interaksi sekaligus memancing rasa penasaran.
Akibatnya, kata kunci terkait video tersebut melonjak dalam waktu singkat.
Klaim Ramai, Bukti Nihil
Meski narasi soal video berdurasi 17 menit terus beredar, hingga kini belum ada sumber kredibel yang bisa mengonfirmasi keberadaannya.
Sebagian besar unggahan hanya menampilkan potongan video pendek, gambar produk, atau konten tanpa konteks jelas. Bahkan ada video berdurasi kurang dari satu menit yang tidak menunjukkan hal sensasional seperti yang digembar-gemborkan.
Tren seperti ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah isu video viral juga terbukti hanya berupa potongan lama yang diedit ulang atau sekadar taktik menaikkan trafik.
Waspadai Link Palsu
Di tengah tingginya rasa penasaran publik, muncul pula tautan yang mengklaim sebagai “link video asli” atau “full tanpa sensor”. Padahal, banyak di antaranya merupakan jebakan.
Modus yang sering digunakan antara lain:
- Mengarahkan pengguna ke situs dengan iklan berlebihan
- Meminta login ulang melalui halaman tiruan
- Menyuruh mengunduh file atau aplikasi mencurigakan
- Menyisipkan skrip berbahaya untuk mengambil data
Polanya klasik: judul sensasional dijadikan umpan, sementara target sebenarnya adalah klik dan data pengguna.
Risiko Keamanan Digital
Membuka tautan dari sumber tidak jelas dapat berujung pada phishing, infeksi malware, hingga kebocoran data pribadi. Domain yang digunakan pun sering kali bukan situs resmi.
Karena itu, otoritas keamanan siber mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur klaim video viral tanpa verifikasi yang jelas.
Langkah Aman Menghadapi Tren Viral
Agar terhindar dari risiko digital, pengguna disarankan untuk:
- Tidak mengklik tautan dari akun anonim
- Memeriksa alamat domain sebelum memasukkan data pribadi
- Menghindari unduhan dari situs yang tidak terpercaya
- Melaporkan konten mencurigakan ke platform terkait
Fenomena “Teh Pucuk 17 menit” menunjukkan bagaimana rasa penasaran bisa menjadi celah keamanan. Informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung dipercaya, apalagi disebarluaskan.
Di era media sosial, yang paling cepat menyebar belum tentu yang paling benar. Yang terpenting bukan sekadar ikut tren, melainkan tetap kritis dan waspada.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








