bukamata.id – Nama kreator konten asal Papua, Maureen Worth, mendadak jadi buah bibir di berbagai platform media sosial. Kabar tak sedap mengenai beredarnya rekaman panggilan video (VCS) yang mencatut namanya kini tengah viral dan memicu perdebatan panas di TikTok hingga aplikasi X.
Isu ini mencuat setelah potongan klip berdurasi singkat tersebar luas, memancing rasa penasaran sekaligus kecaman dari warganet.
1. Cuplikan 21 Detik Viral di X (Twitter)
Meski santer dikabarkan terdapat versi lengkap berdurasi sekitar 6 menit, namun potongan video sepanjang 21 detiklah yang paling masif beredar di lini masa X. Dalam cuplikan tersebut, terlihat seorang wanita yang wajahnya dikait-kaitkan dengan sosok Maureen sedang berinteraksi melalui panggilan video dengan seorang lelaki.
Modus penyebaran konten ini pun kian beragam. Banyak akun anonim yang memanfaatkan layanan penyimpanan awan seperti Terabox untuk membagikan tautan video penuh, guna menghindari pemblokiran otomatis oleh sistem keamanan media sosial.
2. Aksi Tutup Komentar Jadi Sorotan
Di tengah badai isu yang menerpanya, langkah Maureen Worth di media sosial justru kian memicu tanda tanya. Berdasarkan pantauan pada akun TikTok miliknya, @maureenworth2 (KakaMowen01), kolom komentar pada dua unggahan terbarunya kini telah dinonaktifkan.
Tindakan menutup akses komentar ini diduga kuat dilakukan untuk membendung serbuan pertanyaan dari netizen yang menanti konfirmasi langsung darinya. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Maureen terkait benar tidaknya sosok dalam video tersebut adalah dirinya.
3. Mengenal Sosok Maureen Worth
Bagi pengguna TikTok, nama Maureen Worth tentu sudah tidak asing lagi. Ia adalah konten kreator bertalenta asal Tanah Papua yang memiliki basis massa cukup kuat.
- Jumlah Pengikut: Lebih dari 56 ribu followers.
- Jenis Konten: Rutin membagikan aktivitas harian, konten hiburan, hingga promosi produk (affiliate/endorsement).
4. Waspada Literasi Digital
Munculnya spekulasi yang belum terverifikasi ini menjadi pengingat keras bagi publik akan bahaya jejak digital dan pentingnya menjaga privasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan konten yang belum terbukti kebenarannya demi menghindari jeratan hukum UU ITE.
Hingga kini, publik masih menunggu suara dari Maureen Worth untuk menjernihkan suasana dan memberikan titik terang atas kegaduhan yang terjadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









