bukamata.id – Peristiwa memilukan terjadi di Kampung Legok, Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Sebuah video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap seorang nenek viral di media sosial dan langsung memicu gelombang kemarahan dari warganet.
Dalam video yang beredar, terlihat jelas seorang pria melakukan pemukulan terhadap seorang nenek di hadapan sejumlah warga sekitar.
Aksi kekerasan yang terjadi pada siang hari itu terekam dengan jelas dan menimbulkan kecaman luas, baik dari masyarakat umum maupun tokoh publik.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, turut menyoroti insiden ini. Ia bahkan membagikan ulang video kekerasan tersebut melalui akun media sosial pribadinya, disertai dengan caption bernada tegas menuntut agar pelaku segera ditangkap.
“Sudah ada video, banyak saksi, dan pelaku pun diketahui identitasnya. Harusnya bisa ditangkap dalam 1×24 jam!” tulis Sahroni dalam unggahannya.
Kronologi Kejadian: Salah Paham Berujung Main Hakim Sendiri
Menurut informasi dari salah satu akun warganet, kejadian memilukan itu terjadi pada Minggu, 4 Mei 2025. Sang nenek disebut baru pulang dari Sukabumi usai mengambil uang pensiun.
Ketika melintasi jalan menanjak dalam kondisi kelelahan, ia meminta bantuan kepada seorang anak kecil di sekitar lokasi.
Namun, pertolongan itu justru menimbulkan kesalahpahaman. Warga yang melihat kejadian tersebut meneriaki korban sebagai penculik anak.
Teriakan itu memicu kepanikan dan menyebabkan aksi main hakim sendiri oleh salah satu pria di tempat kejadian.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di wajah dan mata yang tampak merah akibat pukulan.
Kondisinya menimbulkan keprihatinan luas dan desakan dari publik agar aparat segera turun tangan.
Warganet melalui berbagai platform media sosial ramai-ramai menyerukan proses hukum tegas dan cepat terhadap pelaku, serta evaluasi menyeluruh terhadap tindakan kekerasan yang muncul karena informasi yang keliru.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











