bukamata.id – Kabar mengenai video teh pucuk viral 17 menit kembali mencuat di tengah masyarakat, memicu perhatian publik dan desakan agar pihak berwenang segera bertindak.
Konten sensitif ini dilaporkan menyebar secara masif melalui berbagai platform media sosial, terutama di kalangan warganet.
Isu seputar video yang dikaitkan secara tidak resmi dengan merek minuman populer ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, versi lebih pendek dengan durasi sekitar 1 menit 50 detik sempat menjadi perbincangan hangat. Kini, perhatian publik beralih ke versi yang lebih panjang dan eksplisit, yakni video yang diklaim berdurasi 17 menit.
Penyebaran Masif di X dan Telegram
Peredaran konten kontroversial ini utamanya terjadi melalui platform digital X (sebelumnya Twitter) dan aplikasi pesan instan Telegram. Warganet memanfaatkan fitur pencarian serta kanal-kanal pribadi untuk membagikan tautan yang diklaim sebagai akses langsung ke video tersebut.
Fenomena ini menunjukkan adanya penyalahgunaan media sosial untuk distribusi konten yang melanggar norma dan hukum. Aktivitas penyebaran kerap menggunakan kata kunci provokatif dan sensasional untuk menarik perhatian publik secara cepat.
Desakan Agar Otoritas Segera Bertindak
Peredaran video teh pucuk viral 17 menit menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak sosial dan moral. Otoritas kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) didesak untuk segera mengambil langkah proaktif.
Tindakan yang diharapkan meliputi:
- Pemblokiran cepat terhadap tautan dan akun yang terlibat dalam penyebaran.
- Penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas produksi dan distribusi awal konten.
Masyarakat diimbau untuk tidak ikut menyebarkan konten sensitif dan segera melaporkannya ke pihak berwenang agar rantai penyebaran ilegal bisa diputus.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











