bukamata.id – Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video yang memperlihatkan seorang guru SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, berseteru dengan sejumlah siswa.
Insiden ini terjadi di sebuah SMK di Kecamatan Berbak dan dilaporkan berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap guru tersebut.
Dalam video berdurasi lebih dari tiga menit yang beredar, terlihat seorang guru pria terlibat perdebatan sengit dengan beberapa murid. Awalnya hanya adu argumen, suasana kemudian memanas dan menimbulkan indikasi tindakan kekerasan oleh sebagian siswa.
Menurut informasi yang beredar, konflik dipicu oleh ucapan guru yang dianggap menyinggung perasaan siswa.
“Guru tersebut menyinggung kondisi ekonomi orang tua murid, sehingga memancing reaksi emosional dari siswa,” tulis akun X B3doel yang membagikan video tersebut.
Selain itu, disebutkan ada video lain yang memperlihatkan guru mengejar siswa sambil membawa benda tajam, yang menambah perhatian publik terhadap kondisi keamanan di sekolah tersebut.
Peristiwa ini sudah dilaporkan oleh guru yang bersangkutan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, dan pihak terkait tengah menyelidiki kronologi secara mendetail untuk memastikan penanganan sesuai prosedur.
Kronologi Awal: Teguran yang Memicu Ketegangan
Guru yang menjadi korban pengeroyokan diketahui bernama Agus Saputra. Agus menjelaskan bahwa kericuhan bermula saat dirinya ditegur oleh seorang siswa saat kegiatan belajar berlangsung.
Menurut Agus, teguran tersebut disampaikan dengan nada tidak sopan dan kurang menghormati guru. Insiden terjadi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan sempat terekam.
“Dia menegur dengan nada tidak pantas, bahkan berteriak saat proses belajar berlangsung,” jelas Agus saat ditemui pada Rabu (14/1/2026).
Merasa tersinggung, Agus kemudian mendatangi kelas siswa untuk meminta klarifikasi terkait cara penyampaian yang tidak pantas tersebut. Namun, suasana justru memanas. Agus mengatakan dirinya ditantang oleh siswa yang bersangkutan, hingga terjadi kontak fisik.
“Dia menantang saya, saya pun bereaksi dengan menampar satu kali. Dari situ awal kericuhan terjadi,” tambahnya.
Konflik kemudian berlanjut hingga jam istirahat dan terus berlanjut hingga sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Agus mengaku, sebelum dugaan pengeroyokan, pihak sekolah sempat mencoba melakukan mediasi.
“Saya berusaha menahan diri dan berada di kantor yang dilengkapi CCTV. Ada upaya mediasi untuk mencari solusi damai dengan siswa,” ujar Agus.
Agus juga menyebut, dalam proses mediasi, ia menanyakan niat siswa untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik, meskipun ketegangan tidak sepenuhnya mereda.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










