bukamata.id – Kontroversi video joget bertajuk “Gemoy MBG Rp 6 Juta Per Hari” yang melibatkan pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, berujung pada tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Setelah video tersebut viral di media sosial dan menuai kritik keras dari warganet, BGN resmi menangguhkan sementara operasional dapur SPPG Pangauban.
Pemilik Dapur Viral Unggah Video Joget
Pemilik dapur, Hendrik Irawan, menjadi sorotan publik setelah mengunggah konten joget di area dapur SPPG sekaligus menampilkan klaim penghasilan hingga Rp6 juta per hari.
Aksi tersebut dinilai tidak sesuai etika serta dianggap melanggar aturan dan protokol dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi pemerintah.
Minta Maaf ke Publik
Di tengah tekanan publik, Hendrik kemudian mengunggah video permintaan maaf. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan program pemerintah maupun masyarakat.
“Saya mohon maaf kepada seluruh netizen dan masyarakat. Tidak ada sedikit pun niat saya untuk merendahkan program pemerintah ataupun rakyat Indonesia,” ujar Hendrik dalam video yang diunggah di akun @mitrapangaubanbatujajar, dikutip Kamis (26/3/2026).
Ia juga mengakui kesalahan karena tidak mematuhi aturan, terutama terkait larangan membuat konten di area dapur SPPG.
Dampak Penutupan: 150 Relawan Terdampak
Akibat penangguhan operasional, sekitar 150 relawan yang terlibat dalam kegiatan produksi makanan bergizi ikut terdampak dan tidak dapat bekerja sementara waktu.
Hendrik mengaku menyesalkan kondisi tersebut, namun tetap menerima keputusan BGN sebagai konsekuensi dari perbuatannya.
“Ada sekitar 150 relawan yang kini tidak bisa bekerja. Ini yang paling saya sesalkan,” ungkapnya.
Akui Kesalahan, Tetap Terima Kritik Warganet
Meski menuai kritik tajam, Hendrik menyatakan tidak menyalahkan warganet. Ia mengaku menerima seluruh kritik sebagai konsekuensi atas tindakannya di media sosial.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden serta seluruh pihak yang terlibat dalam program pemenuhan gizi nasional.
Namun demikian, ia tetap berharap dapur yang dikelolanya bisa kembali beroperasi karena selama ini telah berupaya menjaga kualitas makanan dan pelayanan.
BGN Tetap Lakukan Penangguhan
Meski telah ada permintaan maaf, BGN tetap memutuskan menangguhkan operasional dapur SPPG Pangauban hingga ada evaluasi dan keputusan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Pengingat Etika di Era Media Sosial
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh mitra program pemerintah agar lebih berhati-hati dalam berperilaku di ruang publik, terutama di era media sosial yang dapat menyebarkan informasi secara cepat dan luas.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










